Senin, 04 Januari 2016

Jangan engkau tanggalkan hijabmu wahai saudariku

💥Wahai saudariku...

Engkau bungkus jasadmu dengan hijab syar'i mu...

Namun engkau membukanya melalui status medsosmu...

========

☝🏻Inilah fenomena yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan yang terjadi pada kaum hawa diakhir-akhir ini...

•••Betapa mudah kita menemukan nama-nama para akhwat & ummahat di akun-akun mereka...
°°°Kita juga bisa menemukan aktifitas dan kegiatan rumah mereka melalui status-status mereka...
•••Tak sedikit kita jumpai keluhan mereka satu dengan lainnya...
°°°Para lelakipun bisa menilai kehidupan rumah tangga mereka...
•••Menu harianpun menjadi sajian utama...
°°°Semua orangpun bisa membaca dari mereka sebuah kriteria...

💥💥💥
Oh saudariku...

Mana hijabmu...??

Dengan statusmu engkau telah membongkar kriteria dan cara bicara yang engkau sembunyikan selama ini...

🍃Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

المرأة عورة إذا خرجت استشرفها الشيطان

"Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaithan akan menghiasinya".

☝🏻Kalian adalah aurat...
Dan kalian adalah fitnah bagi kaum lelaki...

🌿Dari Usamah bin Zaid -radhiyallahu 'anhu-;
Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ﻣَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﺑَﻌْﺪِﻯ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﺃَﺿَﺮَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang lelaki melebihi fitnah para wanita".
Muttafaqun 'alaih.

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman;

ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ

"Dijadikan indah pada pandangan manusia
kecintaan terhadap syahwat berupa wanita-wanita".
QS. Ali Imran: 14

👆🏻Jagalah diri kalian dari para serigala yang akan menerkam kalian...

>>>Statusmu adalah ucapanmu...
>>>Keluhanmu adalah kriteriamu...
>>>Kejadian harianmu adalah rahasiamu...
>>>Candamu adalah hak suamimu...
>>>Resep masakanmu adalah kebanggaan suamimu...
>>>Komentarmu adalah rasa malumu...

🔥Jika ini semua engkau nampakkan disosmed mu...
Maka seakan engkau telah menanggalkan hijabmu...

===>>Renungkanlah wahai saudariku...
Setiap untaian kata yang engkau tulis distatusmu..., adalah jatah waktu yang seharusnya engkau persembahkan untuk suami dan anakmu...

🔍Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-;

"Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya, waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan
untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab
yang pedih.
Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih
cepat dari berjalannya mendung, barangsiapa
yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya, selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti
kehidupan binatang ternak.
Ingatlah..., kematian lebih layak bagi orang yang
menyia-nyiakan waktu.
Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang melalaikan, untuk sekedar menghamburkan
syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak
bagi dirinya".
_______
📙Al Jawabul Kafi (109).

📌Demikianlah nasehat ringkas ini, semoga menjadi bahan renungan khususnya teruntuk saudari-saudariku seiman.

Barokallohu fiikum.

📝Ustadz Fauzan Al Kutawy
__________
📲 Wa Silsilahduruslinnisa📚

Tidak ada komentar:

Posting Komentar