Jumat, 29 Januari 2016

DAMPAK MAKSIAT

🔥DAMPAK MAKSIAT
==========

💥Berkata Ibnul Qoyyim -rahimahulloh-:

"وللمعاصي من الآثار القبيحة المذمومة المُضِرّة بالقلب والبدن في الدنيا والآخرة ما لا يعلمه إلا الله، فمنها: حرمان العلم، فإنّ العلم نور يقذفه الله في القلب، والمعصية تطفئ ذلك النور.

ولمّا جلس الإمام الشافعي بين يدي مالك وقرأ عليه أعجبه ما رأى من وفور فطنته وتوقُّد ذكائه وكمال فهْمه، فقال: إني أرى الله قد ألقى على قلبك نورًا فلا تطفئه بظلمة المعصية"

"Kemaksiatan itu memiliki pengaruh yang sangat jelek, sangat hina serta merusak hati dan anggota badan, baik didunia maupun diakhirat dengan perkara yang hanya diketahui oleh Allah, diantaranya; terhalanginya ilmu, karena ilmu adalah cahaya yang Allah tancapkan kedalam hati, sedangkan maksiat memadamkannya.

Tatkala Imam Asy Syafi'i duduk dihadapan Imam Malik dan membacakan hadits didepannya maka Imam Malik pun kagum dengan kecerdasan dan kecerdikan serta kesempurnaan pemahamannya, sehingga beliaupun berkata;
Sungguh aku melihat Allah telah menancapkan kedalam hatimu cahaya, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat".
_______
📙Ad Da_u Wad Daa_ (76)

✒Ust. Fauzan Abu Muhammad

_____
📱WA Silsilah Durus Linnisa'📚

Rabu, 20 Januari 2016

Jika Hati Seseorang Telah Dipenuhi Sifat Hasad (Kedengkian)

🔥Jika Hati Seseorang Telah Dipenuhi Sifat Hasad (Kedengkian)

=========

💥Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:

"فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره ومع هذا يجحد ذلك لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس، ويحمله ذلك الهوى على أن يعتدي عليه ويرد ما يقول بكل طريق وهو في قلبه يعلم أن الحق معه"

"Sungguh kadang-kadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran itu berada dipihak selainnya, namun bersamaan dengan hal tersebut ia menentangnya karena sikap hasad (kedengkian) terhadap orang tersebut, atau karena ingin mengharap lebih tinggi kedudukannya dari orang tersebut, atau karena hawa nafsu, sehingga hawa nafsu tersebut membawanya untuk berbuat pelampauan batas kepada orang tersebut, dan memberikan bantahan seluruh pendapat orang tersebut dengan cara apapun padahal didalam hatinya yakin bahwa kebenaran itu ada pada orang tersebut".
________
📙Majmu' Al Fatawa (7/191)

✒Ust. Fauzan Abu Muhammad -hafidzahullah-

_________
📱 WA Silsilah Durus Linnisa'📚

Minggu, 17 Januari 2016

APAKAH AKU SEORANG SALAFY

❔APAKAH AKU SEORANG SALAFY❔

(Dialog antara dua orang perempuan)

🔴 Dia bertanya kepadaku: "Apakah aku seorang salafy?"
🔵 Aku berkata: "Kita semua adalah salafy."

🔴 Dia bertanya: "Apa artinya SALAFY?"
🔵 Aku menjawab: "Yaitu engkau beriman kepada Al-Qur'an & As-Sunnah dengan pemahaman Salaf."

🔴 Dia bertanya: "Apa artinya SALAF?"
🔵 Aku menjawab: "Yaitu para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta orang-orang yang mengikuti mereka."

🔴 Dia berkata: "Aku beriman kepada Al-Qur'an & As-Sunnah dengan pemahaman para shahabat serta para pengikutnya."
🔵 Aku berkata: "Berarti engkau adalah seorang salafy."

🔴 Dia berkata: "Tapi aku senang menonton film …"
🔵 Aku berkata: "Engkau adalah seorang salafy."

🔴 Dia berkata: "Tapi aku senang mendengarkan musik dan lagu …"
🔵 Aku berkata: "Engkau adalah seorang salafy."

🔴 Dia berkata: "Tapi aku masih memakai celana panjang …"
🔵 Aku berkata: "Engkau adalah seorang salafy."

🔴 Dia berkata: "Bagaimana mungkin aku seorang salafy, sedangkan aku menonton apa yang diharamkan oleh Allah, aku mendengar apa yang diharamkan oleh Allah, dan aku memakai pakaian yang diharamkan oleh Allah?"
🔵 Aku berkata sambil tertawa: "Engkau telah menjawab pertanyaanmu sendiri."

🔴 Dia bertanya: "Bagaimana? (aku tidak mengerti)."

🔵 Aku berkata: "Bukankah kau katakan bahwa engkau menonton apa yang diharamkan oleh Allah, engkau mendengar apa yang diharamkan oleh Allah, dan engkau memakai pakaian yang diharamkan oleh Allah?"
🔴 Dia berkata: "Benar (aku berkata demikian)."

🔵 Aku bertanya: "Siapa yang mengatakan bahwa kedua mata itu berzina, dan zina mata itu adalah dengan memandang (apa yang diharamkan oleh Allah)?"
🔴 Dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang berkata demikian)."

🔵 Aku bertanya: "Siapa yang menyampaikan hadits tersebut dari beliau?"
🔴 Dia menjawab: "Para shahabat (yang meriwayatkannya)."

🔵 Aku berkata: "Inilah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pemahaman para salaf.
Demikian pula pemahamanmu terhadap apa yang kau dengar dari hal-hal yang Allah haramkan, juga pemahamanmu terhadap apa yang kau pakai dari hal-hal yang Allah haramkan."

🔴 Dia berkata: "Kalau begitu, berarti aku adalah seorang salafy?"
🔵 Aku berkata: "Iya, engkau adalah seorang salafy yang bermaksiat kepada Allah, maka bertaubatlah wahai saudariku fillah!"

***
🌹 FB Arfah Ummu Faynan
🇸🇦 Makkah, 14021435H
👉 Diterjemahkan dari FP "Ana Musy Hatajawwaz illaa Salafiyyah wa laa aqbal illaa bizauj salafy".

Mentadabburi Al Quran

💥Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:

"ﻓﺈﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ
ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺃﻗﻮﻯ ﺍﻷﺳﺒﺎﺏ
ﺍﻟﻤﺎﻧﻌﺔ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﺃﻭ ﺑﻌﻀﻬﺎ"

"Maka sesungguhnya jika seseorang itu membaca serta mentadabburi Al Qur_an maka itu merupakan sebab terkuat yang bisa mencegahnya dari maksiat atau sebagian maksiat".
______
📙Majmu' Al Fatawa (20/123)

✒️Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy -hafidzahullah

--------------
📲Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Sabtu, 16 Januari 2016

Kata Mutiara

ــــــ ﷽ ــــــ

💎Kata Mutiara💎
==============

🌴Ibnu Dīnār rahimahullāh berkata:

"الخوف على العمل أن لا يتقبل أشد من العمل ".

"Rasa takut terhadap tidak diterimanya amalan itu lebih berat daripada beramal itu sendiri".

〰〰〰〰〰

🌴Ibnu Rajab rahimahullāh berkata:

"كان بعض السلف إذا صلى صلاة استغفر من تقصيره فيها كما يستغفر المذنب من ذنبه".

"Sebagian Salaf itu senantiasa apabila selesai dari shalat ber-istighfar (memohon ampunan kepada Allāh; pent.) terhadap kekurangan dirinya pada shalatnya, sama seperti istighfarnya seorang yang melakukan dosa terhadap dosanya".

Sumber:
[Lathāif Al-Maârif, 209 & 215]

Share Faidah.

Akhukum,
Hudzaifah bin Syakri.

📲 Wa Silsilah Durus Linnisa 📚

Wahai Putraku, Apa Kabar Ilmumu?

Kamis, 14 Januari 2016 06:44

Ditulis oleh Poppy Yuditya
Wahai Putraku, Apa Kabar Ilmumu?

“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.
Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:
Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? 
Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).

Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.
Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.
Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,
Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,
Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.

Wahai Ibu...
Ibu di manapun di seluruh dunia,
Bagaimana dengan kita?

 

Jangankan 10 kalimat,
Jangan-jangan sudah berbuku-buku habis untuk catatan belajar anak-anak kita,
Namun mungkin terlupa kita tanyakan,
Bagaimana manfaat ilmu bagi mereka.

Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin tunduk pada Rabb-nya?
Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin takut? Semakin sabar? Semakin sopan?
Pernahkah kita tanyakan?

Barangkali kita memang bertanya pada mereka,
Tentang ilmu mereka,
Sudah sampai mana pelajaranmu,Nak?
Mampukah engkau mengikuti?
Apakah perlu Ibu tambahkan les untukmu, anakku?

Kita tuntut mereka belajar, 
Untuk sanggup mengikuti kurikulum yang ditetapkan,
Namun lupa mengevaluasi kembali…

Hasil ilmu bukanlah nilai rapor sekolah.
Hasil ilmu bukanlah menjadi pemenang adu cerdas cermat,
Hasil ilmu bukanlah dari piala dan piagam berjejeran.

Hasil ilmu adalah akhlaq mereka,

Yang ketika bertambah ilmu mereka,
Bertambah takut, sabar, dan sopanlah mereka.

Hasil ilmu adalah ketika mereka tidak sia-sia dalam waktu mereka.
Hingga tak tersisa ketidakmanfaatan dalam semua tindak tanduk mereka.

Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?

Dialah ibunda Sufyan Ats Tsauri. 
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, 
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.

Wahai Ibu….
Jangan biarkan kisah ini berlalu begitu saja,

Kini saatnya kita yang bertanya,

Apa kabar ilmumu, anakku?
Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?
Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.

Jumat, 15 Januari 2016

Doa (penting) meminta surga

Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم pernah berdo’a :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
“Ya Allah,  aku meminta kepadamu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari neraka dan apa yang mendekatkan pada neraka baik ucapan ataupun perbuatan”. (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)