Tampilkan postingan dengan label ilmu dien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu dien. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Jika Hati Seseorang Telah Dipenuhi Sifat Hasad (Kedengkian)

🔥Jika Hati Seseorang Telah Dipenuhi Sifat Hasad (Kedengkian)

=========

💥Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:

"فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره ومع هذا يجحد ذلك لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس، ويحمله ذلك الهوى على أن يعتدي عليه ويرد ما يقول بكل طريق وهو في قلبه يعلم أن الحق معه"

"Sungguh kadang-kadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran itu berada dipihak selainnya, namun bersamaan dengan hal tersebut ia menentangnya karena sikap hasad (kedengkian) terhadap orang tersebut, atau karena ingin mengharap lebih tinggi kedudukannya dari orang tersebut, atau karena hawa nafsu, sehingga hawa nafsu tersebut membawanya untuk berbuat pelampauan batas kepada orang tersebut, dan memberikan bantahan seluruh pendapat orang tersebut dengan cara apapun padahal didalam hatinya yakin bahwa kebenaran itu ada pada orang tersebut".
________
📙Majmu' Al Fatawa (7/191)

✒Ust. Fauzan Abu Muhammad -hafidzahullah-

_________
📱 WA Silsilah Durus Linnisa'📚

Jumat, 15 Januari 2016

Doa (penting) meminta surga

Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم pernah berdo’a :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
“Ya Allah,  aku meminta kepadamu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari neraka dan apa yang mendekatkan pada neraka baik ucapan ataupun perbuatan”. (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)

Senin, 04 Januari 2016

Jagalan ilmu dgn cara menyebarkannya

📚Jagalah ilmu dengan cara menyebarkannya.
==========

💥Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

من خزن علمه ولم ينشره ولم يعلِّمه: ابتلاه الله بنسيانه وذهابه منه؛ جزاءً من جنس عمله وهذا أمر يشهد به الحس والوجود

"Barangsiapa yang memiliki perbendaharaan ilmu namun tidak menyebarkan dan tidak pula mengajarkannya maka Allah akan menimpakan kepadanya kelupaan dan hilangnya ilmu tsb, sebagai balasan dari jenis perbuatannya, dan perkara ini disaksikan oleh panca indra serta kenyataan".
________
📙Miftah Daaris Sa'aadah (1/172).
__________
📝Ustadz  Fauzan Abu Muhammad Alkutawy
📲 Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Dampak Negatif Kemaksiatan

💥Dampak Negatif Kemaksiatan
========

🌹Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

"وللمعاصي من الآثار القبيحة المذمومة المُضِرّة بالقلب والبدن في الدنيا والآخرة ما لا يعلمه إلا الله، فمنها: حرمان العلم، فإنّ العلم نور يقذفه الله في القلب، والمعصية تطفئ ذلك النور.

ولمّا جلس الإمام الشافعي بين يدي مالك وقرأ عليه أعجبه ما رأى من وفور فطنته وتوقُّد ذكائه وكمال فهْمه، فقال: إني أرى الله قد ألقى على قلبك نورًا فلا تطفئه بظلمة المعصية"

"Dan pada maksiat itu terdapat dampak yang buruk dan jelek serta membahayakan hati dan anggota badan, baik didunia maupun diakhirat yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.
Diantara dampak negatif tersebut adalah:
Diharamkannya ilmu, karena ilmu itu adalah cahaya yang Allah tancapkan kedalam hati, sedangkan kemaksiatan memadamkan cahaya tersebut.

Tatkala suatu ketika Imam Asy Syafi'i duduk dihadapan Imam Malik, dan membacakan (hadits) didepannya, sehingga beliau takjub dengan kedalaman ilmunya, dan nampaknya kecerdasannya  serta sempurnanya pemahamannya hingga beliau berkata:

Sungguh aku melihat bahwa Allah telah memberikan cahaya kedalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat".
________
📙Ad Daa' Wad Dawa' (76)

-----------
📝Ust Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy
📲Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Jangan engkau tanggalkan hijabmu wahai saudariku

💥Wahai saudariku...

Engkau bungkus jasadmu dengan hijab syar'i mu...

Namun engkau membukanya melalui status medsosmu...

========

☝🏻Inilah fenomena yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan yang terjadi pada kaum hawa diakhir-akhir ini...

•••Betapa mudah kita menemukan nama-nama para akhwat & ummahat di akun-akun mereka...
°°°Kita juga bisa menemukan aktifitas dan kegiatan rumah mereka melalui status-status mereka...
•••Tak sedikit kita jumpai keluhan mereka satu dengan lainnya...
°°°Para lelakipun bisa menilai kehidupan rumah tangga mereka...
•••Menu harianpun menjadi sajian utama...
°°°Semua orangpun bisa membaca dari mereka sebuah kriteria...

💥💥💥
Oh saudariku...

Mana hijabmu...??

Dengan statusmu engkau telah membongkar kriteria dan cara bicara yang engkau sembunyikan selama ini...

🍃Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

المرأة عورة إذا خرجت استشرفها الشيطان

"Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaithan akan menghiasinya".

☝🏻Kalian adalah aurat...
Dan kalian adalah fitnah bagi kaum lelaki...

🌿Dari Usamah bin Zaid -radhiyallahu 'anhu-;
Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ﻣَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﺑَﻌْﺪِﻯ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﺃَﺿَﺮَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang lelaki melebihi fitnah para wanita".
Muttafaqun 'alaih.

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman;

ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ

"Dijadikan indah pada pandangan manusia
kecintaan terhadap syahwat berupa wanita-wanita".
QS. Ali Imran: 14

👆🏻Jagalah diri kalian dari para serigala yang akan menerkam kalian...

>>>Statusmu adalah ucapanmu...
>>>Keluhanmu adalah kriteriamu...
>>>Kejadian harianmu adalah rahasiamu...
>>>Candamu adalah hak suamimu...
>>>Resep masakanmu adalah kebanggaan suamimu...
>>>Komentarmu adalah rasa malumu...

🔥Jika ini semua engkau nampakkan disosmed mu...
Maka seakan engkau telah menanggalkan hijabmu...

===>>Renungkanlah wahai saudariku...
Setiap untaian kata yang engkau tulis distatusmu..., adalah jatah waktu yang seharusnya engkau persembahkan untuk suami dan anakmu...

🔍Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-;

"Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya, waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan
untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab
yang pedih.
Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih
cepat dari berjalannya mendung, barangsiapa
yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya, selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti
kehidupan binatang ternak.
Ingatlah..., kematian lebih layak bagi orang yang
menyia-nyiakan waktu.
Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang melalaikan, untuk sekedar menghamburkan
syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak
bagi dirinya".
_______
📙Al Jawabul Kafi (109).

📌Demikianlah nasehat ringkas ini, semoga menjadi bahan renungan khususnya teruntuk saudari-saudariku seiman.

Barokallohu fiikum.

📝Ustadz Fauzan Al Kutawy
__________
📲 Wa Silsilahduruslinnisa📚

Rabu, 25 November 2015

Betapa Takutnya Mereka...

🌴Betapa Takutnya Mereka...

Kepada Rabb Al-'Izzah Jalla Wa 'Ala.

===================
Suatu hari Ibrāhīm An-Nakhaîy rahimahullāh menangis dihadapan istrinya, di hari kamis, dan membuat istrinya juga menangis...

Beliau berkata:

"اليوم تعرض أعمالنا على الله عز وجل!"

"Di hari ini akan diperhadapkan amalan-amalan kita kepada Allāh àzza wa jalla!".
===================

Sumber:
[Lathāif al-Maârif: 127]

🎓al Ustadz Hudzaifah Abu Khodijah

Share Faidah.

Beriman Kepada Para Malaikat

🍃Kitab Minhajul Muslim - Bab I : Akidah 🍃
Pasal kelima : Beriman Kepada Para Malaikat
Ustadz Dr.Khalid Basalamh, Ma
Masjid Imanudin Bintaro
Senin, 11 Shafar 1437 H /  23 November 2015

📙 Materi

▶ Rukun iman ke-2 adalah Beriman kepada Malaikat.
▶ Berasal dari kata malak, jamaknya malaikat.
📚 HR. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, dan manusia dari tanah.
▶ Malaikat diciptakan Allah dari cahaya dan langsung sempurna.
▶ Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4.
📖 Qs. Faathir ( 35:1 ) yang berbunyi: 
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1) ” 
▶ Malaikat yang kecil memiliki 2, 3, 4 sayap kanan dan kiri, Malaikat yang besar Jibril memiliki 600 ekor sayap, dan jika 1 sayapnya dikibaskan kebumi maka bumi akan hancur.
▶ Malaikat lebih besar dari manusia secara postur dan kepemilikan sayap.
▶ Jumlah malaikat banyak dan tidak terhingga.
▶ Tugas malaikat diantaranya, meniup angin, mengurus gunung, mengatur kadar oksigen dan air, mengatur populasi makhluk, keseluruhannya dirawat dan dijaga malaikat, malaikat memenuhi langit dan bumi.
📩 syekh abu bakar, berkata : seorang muslim meyakini bahwa Malaikat, mereka adalah makhluk Allah paling mulia, hamba Allah yang dimuliakan, yang diciptakan langsung dari cahaya, yang memiliki tugas-tugas, ada yang bertugas menjaga manusia dan mencatat amal perbuatannya, mengurus dengan segala kenikmatan, mengurus neraka dengan segala azab yang ada padanya, ada yang bertugas bertasbih sepanjang siang malam tidak pernah jemu.
ada malaikat muqarrabun (yang didekatkan kepadaNya) seperti malaikatbJibril, Mika'il dan israfil, dan berikutnya.

🌿 Dalil Naqli :
📌 1. Perintah Allah agar beriman kepada para Malaikat
📖 Qs. An-Nisa : 136

ُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
"Dan Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya, orang itu telah sesat sejauh-jauhnya." – (QS.4:136)
📖 Al-Baqarah : 98

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
"Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya, Allah adalah musuh orang-orang yang kafir." – (QS.2:98)
📖 An-Nisa : 172

لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلا الْمَلائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
"Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat, yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya." – (QS.4:172)
▶ Malaikat-Malaikat tidak enggan menjadi Hamba Allah, yang kufur hanya sebagian kecil saja, hanya dari kalangan jin dan manusia saja, air angin, batu semua beriman kepada Allah tau akan Tuhannya. pohon bersyahadat, unta takluk.
📖 Al-Haqqah : 17

وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
"Dan pada hari (kiamat) itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabb-mu di atas (kepala) mereka." – (QS.69:17)
📖 Al-Mudatsir : 31

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلا مَلائِكَةً
"Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu, melainkan dari malaikat...."
📚 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلاَئِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ
“Aku telah diizinkan untuk mengabarkan tentang para malaikat pemikul ‘arsy, sesungguhnya satu malaikat, jarak antara daun telinga sampai ke bahunya, sejauh perjalanan 700 tahun.” [HR. Abu Daud dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 151]
▶ Malaikat yang akan datang ke pintu surga mengucapkan salam
📖 Ar-Rad : 23-24
وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ
sedang malaikat-malaikat masuk (berkunjung) ke tempat-tempat mereka dari semua pintu." – (QS.13:23)

سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ
"(sambil mengucapkan): 'Salamun 'alaikum bima shabartum' (keselamatan atas berkat kesabaranmu) (QS.13:24)
📖 Al-Baqarah : 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ
Ingatlah, ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih, dengan memuji Engkau, dan mensucikan Engkau'. Rabb berfirman: 'Sesungguhnya, Aku mengetahui, apa yang tidak kamu ketahui'." – (QS.2:30)
📖 QS.Al maarij (70 : 3 dan 4)

مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ
"(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik." – (QS.70:3)

تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari, yang kadarnya limapuluh ribu tahun." – (QS.70:4)

📖 al-mursalat : (77 :1-5)
  وَالْمُرْسَلاتِ عُرْفًا (١) فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا (٢) وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا   (٣) فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا (٤) فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا (٥)

"Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,
📖 QS. an-nazi'at (79 : 1-5)

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (١) وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا (٢) وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا   (٣) فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا (٤) فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا (٥)
"Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

📌 2. Berita dari Rasulullah tentang mereka berdasarkan sabdanya dalam doanya ketika shalat malam :
▶ doa iftitah :
📚 " Ya Allah, Rabb bagi jibril, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau-lah yang akan memberikan keputusan diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan, Tunjukkanlah aku, dengan izinMu, kepada kebenaran yang diperselisihkan itu. Sesungguhnya Engkau-lah yang dapat memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus." [HR.Muslim]
↪barang siapa membacanya maka akan diselamatkan oleh Allah dari perselisihan manusia.
📚 Beliau bersabda "Langit berbunyi (bagaikan bunyi unta yang menanggung beban berat), dan sangat layak baginya untuk berbunyi seperti itu. Tidaklah didalamnya ada tempat seluas empat jari, melainkan pasti ada malaikat yang sedang sujud. [HR.Ahmad]
📚 "Sesungguhnya Baitul Ma'mur itu, setiap hari dimasuki oleh 70.000 malaikat, lalu mereka tidak kembali lagi. [HR.Bukhari Muslim]
📚 "Apabila hari jum'at tiba, maka pada setiap pintu masjid ada malaikat yang mencatat setiap orang masuk yang paling awal, lalu yang lebih awal (daripada yang setelahnya). Lalu apabila imam telah duduk (dimimbar), maka mereka menutup lembaran-lembaran catatan itu dan mereka turut datang untuk mendengarkan nasihat (khutbah). [HR.Bukhari]
↪ harusnya setiap muslim buru-buru datang ke masjid, jika dia datang diwaktu pertama dia sama seperti bersedekah unta, diwaktu kedua seperti bersedekah seekor sapi, waktu ketiga sama seperti bersedekah domba bertanduk, waktu keempat seekor ayam, waktu kelima telur, setelah imam diatas mimbar berkhutbah maka para malaikat menutup buku mereka, dan mendengarkan khutbah.
▶ kapan waktu pertama?
Pendapat pertama : sebelum subuh sudah berada dimasjid, sudah mandi jumat, tinggal dimasjid sampai hari jumat, libur pada hari jumat dan tidak pulang.
Pendapat kedua : tidak ada penentuan waktu, Allah merahasiakannya, tujuannya agar muslim berusaha maksimal, bisa 2 jam sebelum waktu jum'at. ( *lebih condong)
📚 "Kadang-kadang para malaikat Jibril itu tampak kepadaku (dalam bentuk manusia), lalu ia berbicara kepadaku, dan aku pun menyadari apa yang ia katakan. [HR.Bukhari]
📚 "Para malaikat malam dan malaikat siang itu bergantian mengawasi kalian. [HR.Bukhari]
📚 Malaikat diciptakan dari Nur (cahaya), jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian. [HR.Muslim]

📌  3. Penglihatan sejumlah besar para sahabat Nabi shallallahu a'laihi wasallam kepada malaikat di dalam perang badar, juga penglihatan mereka secara kolektif tidak hanya satu kali kepada malaikat Jibril pembawa wahyu yang terpercaya, dimana kadang-kadang jibril datang dalam rupa sahabat nabi yang bernama Dihyah al-Kalbi, maka dari itu mereka dapat menyaksikannya. Diantara riwayat yang paling masyhur dalam hal ini adalah hadist Umar bin Khattab yang didalamnya disebutkan sabda Rasulullah "Apakah kalian mengetahui siapa gerangan orang yang bertanya tadi? para sahabat menjawab, "Allah dan RasulNya yang lebih tahu. "Rasulullah bersabda "Dia adalah Jibril, ia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Din (agama) kalian.
📩 umar bin khattab menjelaskan bahwa orang tsb berambut hitam, bajunya bersih, tidak ada tanda-tanda safar.
~> memasukkan wahyu kedalam hati, nabi tau itu wahyu.
~> Dihyah al-Kalbi orang yang gagah, alim, pemberani, Jibril seringkali menjelma menjadi dia.
📩 Ali bin ali thalib pernah berkata, Rasul didampingi 2 orang berbaju putih, Jibril dan mikail.
📩 Usaid bin Hudhair ra, jika membaca Al-Quran suaranya indah, pada suatu hari saat sehabis sholat malam sambil menunggu subuh karena panas ia keluar dan membaca Al-qur'an di halaman rumah, unta yang diikat dipohon kurma pada saat itu meronta, lalu ia pun diam, kudanya pun diam. kemudian ia membaca lagi, kudanya meronta lagi, sampai 3 kali, saya tidak sengaja mengangkat kepala ada cahaya putih menembus langit, ia bercerita kepada Rasulullah, dan Rasulullah berkata itu adalah malaikat dan andaikata engkau terus membaca sampai pagi maka seluruh penduduk akan menyaksikannya.
📩 Abbas bin abdul muthalib paman nabi ikut berperang, kaum musyrikin yang badannya kekar, tinggi, besar ditawan oleh abdullah bin mas'ud yang badannya kecil,
~ abdullah bin masud pernah suatu ketika pada saat naik kurma kainnya tersingkap dan terlihat betisnya kecil dan ia ditertawakan, Rasulullah shallallahu a'laihi wasallam bersabda "kalian menertawakan betis Ibnu Mas'ud..., sesungguhnya kedua betisnya disisi Allah lebih berat timbangannya dari gunung uhud.."
~ saat abbas bin abdul muthalib masuk islam, ia bercerita "kami ditawan oleh abdullah bin mas'ud, kalian berkata dia kecil? Demi Allah pada saat berperang seperti yang mematahkan tangan nya bukan dia, kami menyaksikan orang-orang yang berbaju putih, yang membunuh dan memerangi kami.
📚 pada saat perang badr dan jenazah orang musyrik di kumpulkan, Nabi berkata kepada para sahabat "maukah kalian aku beritahu cara membedakan antara korban kalian dengan korban malaikat? tentu ya Rasulullah, Rasulullah berkata "kalian akan temukan korban malaikat tebasan nya ada luka bakar, pedangnya ada apinya.

📌 4. Berimannya milyaran manusia pengikut para rasul pada setiap zaman dan tempat kepada para malaikat. mereka meyakini dan membenarkan apa yang diberitakan oleh para rasul tentang malaikat tanpa keraguan sedikitpun.

🌿 Dalil Aqli
1. Sesungguhnya akal sehat tidak akan mengingkari wujud malaikat dan tidak akan menafikkannya. sebab akal tidak akan mengingkari atau menafikan, kecuali ada dua hal yang saling bertentangan, seperti sesuatu dikatakan ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan, atau ada dua hal yang kontradiktif, seperti ada gelap dan terang secara bersamaan. sedangkan beriman kepada malaikat sama sekali tidak demikian.
📚 HR. Bukhari, pada saat Nabi berdakwah di thaif dan di tolak, lalu nabi keluar dari thaif dengan dilempari batu dan berdarah-darah, datang Jibril dengan malaikat penjaga gunung, wahai Rasulullah engkau tinggal instruksikan saja secara otomatis, malaikat penjaga gunung akan menghimpitkan antara gunung thaif dan mekah dan mereka akan hancur, Nabi menjawab "tidak, saya masih berharap thaif mengeluarkan dari mereka orang yang beriman, dan dikabulkanlah dari suku daus lahir abu hurairah ia adalah perawi hadist terkenal.

2. Apabila sudah diakui bersama oleh segenap orang yang berakal bahwa adanya bekas (jejak) sesuatu menunjukkan adanya sesuatu tsb, maka sesungguhnya para malaikat mempunyai banyak bekas dan tanda yang mematikan wujud mereka dan menegaskannya. Diantaranya adalah :

pertama, sampainya wahyu ilahi kepada para nabi dan para rasul. sebab, kebanyakan wahyu itu sampai kepada mereka melalui ar-Ruh al-Amin yaitu malaikat Jibril, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. ini adalah bekas atau tanda yang sangat jelas, tidak dapat diingkari. ini membuktikan dan menegaskan akan adanya malaikat.

kedua, kematian manusia karena ruhnya dicabut, juga merupakan tanda yang sangat jelas yang membuktikan eksistensi malaikat maut (malaikat pencabut nyawa) dan para pembantunya, sebagaimana firman Allah
📖 Qs. Sajdah (32 : 11)

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ
Katakanlah: 'Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu... (QS.32:11)

ketiga, terjaganya manusia dari gangguan dan kejahatan jin dan setan sepanjang hidupnya, padahal manusia hidup disekeliling mereka dan mereka dapat meihatnya, namun manusia tidak dapat melihatnya. Jin dan setan dapat menyakiti dan mengganggu manusia, sedangkan manusia tidak dapat menyakiti atau mengganggu mereka atau menolak kejahatan mereka. itu semua merupakan bukti akan adanya malaikat penjaga manusia. Mereka selalu memelihara manusia dan melindunginya
📖 Qs. Ar-Rad : 11

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat, yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah." – (QS.13:11)
↪ malaikat penjaga, mengingatkan kebaikan.
~ Hampir semua kebaikan yang terlintas dari hati manusia,
~> contoh : target bangun jam 3 untuk bangun malam, ada seperti yang membangunkan. dan ada qorin yang membisikan malam masih panjang
~> terdengar adzan, ada bisikan untuk sholat

📚 HR. Tidaklah setiap orang dari kalian kecuali telah diberitakan kepadanya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.’ Para sahabat bertanya,’dan untukmu wahai Rasulullah? ’Rasulullah menjawab, ` Untukku juga, hanya saja Allah telah menolongku, sehingga qarinku masuk islam, dan tidak menyuruhku kecuali pada kebaikan’.“ (HR.Muslim)
~> ada malaikat, hidupmu dipenuhi kebaikan-kebaikan, bermuhasabah dan bersyukur karena dari malaikat membuat kita ingat, ada setan menutupnya dengan keburukan-keburukan, tergantung manusia mau mengikuti siapa, setan tidak bisa memaksa hanya membisikkan.

3. tidak dapat melihat sesuatu karena kelemahan pandangan mata atau karena tidak mempunyai kesiapan yang sempurna untuk melihat sesuatu itu tidak menafikan wujud sesuatu tsb. sebab banyak sekali sesuatu yang ada dialam nyata ini yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, namun kini bisa dilihat jelas dengan menggunakan kaca pembesar ( mikroskop).
↪ bakteri dengan alat bisa dilihat, sifat kita atau rasa suka, sedih, lapar, haus, bisa dirasakan tapi tidak bisa melihat wujudnya.
~> bukti secara akal kalau malaikat ada.

Senin, 07 September 2015

Nasehat dlm ber komentar

🎀 Apa yg anda lakukan ketika membaca 📖 sebuah berita, skandal, atau kasus yg sedang hangat di sosmed atau media lainnya? Atau mungkin yg lebih sederhana jika anda melihat saudara anda jatuh ke dalam kesalahan❓

🔖 Trend yg berkembang saat ini adalah...
Comment...commen dan comment.

~"Sekarang begitu cepat kita memberikan comment atas nama kebebasan, terlepas karena ingin menyampaikan aspirasi, mengemukakan opini, atau hanya sekedar menunjukkan eksistensi dan kemampuan.

Jika Commentnya Positif dan DiBangun diatas sebuah KeIkhlasan, maka Tidak ada Masalah.

Namun jika Comment tersebut Negatif, maka ada baiknya kita renungkan ucapan berikut ini👇:

إني لأرى الشيء أكرهه فما يمنعني أن أتكلم فيه إلا مخافة أن أبتلى بمثله. التاريخ الكبير

"Aku melihat sesuatu yg aku Benci dan Tidak ada yg menghalangiku untuk memberikan comment kecuali karena kekhawatiran suatu saat nanti aku yg mengalami hal tersebut."

Itulah kalimat yg meluncur dari lisan Seorang Ulama Besar, •Ibrahim An Nakha'i.

Dan semakin fatal jika orang yg kita komentari ternyata telah BerTaubat dan Menangis kepada ALLAH atas Dosa-Dosanya tersebut.

▶ Simak apa yg diutarakan oleh
•Imam Hasan Al Bashri berikuini👇:

كانوا يقولون: من رمى أخاه بذنب قد تاب منه لم يمت حتى يبتليه الله به. الصمت لابن ابي الدنيا

💌 Sahabat mengatakan⤵: "Barangsiapa yg mencela Saudaranya karena Dosa yg dikerjakannya (padahal saudaranya itu telah BerTaubat dari Dosanya tersebut), niscaya ia Tidak akan Meninggal kecuali setelah ia mengerjakan Dosa yg serupa dgn yg dilakukan oleh Saudaranya itu."

Tidakkah kita khawatir hal itu menimpa kita?
Pantaskah kita mengomentari sebuah Dosa atau Skandal yg bisa jadi Telah DiMaafkan dan DiAmpuni oleh ALLAH❓❗

*ALLAH telah Menghapus dan Memaafkan dan kita masih Asik Membicarakannya Tanpa Alasan Syar'i❓❗
Siapa kita...berani selancang itu dihadapan Rabbul 'alamin❓❗

Belum lagi jika kita mengingat bahwa Seluruh Comment kita akan DiHisab:

‏﴿١٨﴾ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"1⃣8⃣ Tiada suatu Ucapanpun yg diucapkannya melainkan ada di Dekatnya malaikat pengawas yg selalu Hadir."
(QS. Qaaf: 18).

Dan juga Comment kita adalah Parameter Iman dan Taqwa kita:

"Barangsiapa yg BerIman kepada ALLAH dan Hari Kiamat, maka Hendaklah Berkata Baik atau Diam..."
(HR. Bukhari).

Bagi Ahli Iman, Jangankan Saudaranya, Anjing saja Tidak Berani ia Komentari.

•Ibnu Mas'ud bertutur👇:

لو سخرت من كلب خشيت أن أحول الكلب. الزهد لهناد بن السري

"Jika aku merendahkan seekor anjing, aku khawatir aku akan diubah menjadi anjing (atau ALLAH berikan sifat buruk anjing tersebut kepadaku)."

وفقني الله وإياكم لكل خير

📋 Catatan ini adalah sebuah Nasehat untuk PeNulis dan yg 📖MemBacanya."~

✏📝 oleh:
"Ustad. Muhammad Nuzul Dzikry."

Kamis, 27 Agustus 2015

MENGAPA BERDOA MEMINTA PANJANG UMUR ?

::: MENGAPA BERDOA MEMINTA PANJANG UMUR ? :::

Oleh :
Ustadz DR.Syafiq Basalamah, MA Hafidzahullah


Sering kali kita m'dengar seseorang b'doa agar dipanjangkan umurnya. Kenapa harus minta panjang umur ???

1] Apakah enak hidup orang yg panjang umurnya ?

Dan kalau manusia diberi kesempatan utk menambah umurnya,berapa banyak kiranya yg akan dipinta olehnya ?

50 tahun !, 100 tahun ?, 1000 tahun ?

Kalaupun umurnya ditambah 1000 tahun, kemudian setelah itu ia
mau kemana ??

Pasti umur juga akan habis,tdk ada yg kekal & tdk ada yg abadi di dunia !
Hanya اَللّهُ عَزَّ وَ جَلَّ Sang Pencipta yg Kekal & Abadi.

Nabi Musa عليه السلام, pernah diberi tawaran tambahan umur yg mungkin lebih dari 1000 tahun (sejumlah rambut bulu sapi jantan yg t'tutupi oleh tangannya)

Namun sebelum menerima tawaran tsb,beliau b'tanya
kpd اَللّهُ :

قَالَ: ((أَىْ رَبِّ ثُمَّ مَهْ )) قَالَ: ((ثُمَّ الْمَوْتُ)). قَالَ: (( فَالآنَ))

“Wahai Rabbi,setelah Hidup (sepanjang jumlah rambut di kulit lembu jantan),
kemudian apa ??
Maka اَللّهُ mengatakan, “Kemudian mati”.
Maka akhirnya nabi Musa mengatakan,
“Kalau begitu sekarang saja” (HR Bukhari Muslim)

Iya,kalau t'nyata pada akhirnya juga mati,kenapa harus menanti waktu yg lama,maka lebih baik sekarang & tentunya Nabi Musa عليه السلام telah m'persiapkan diri utk hal itu.

Alloh menyatakan bahwa orang² yahudi adalah manusia yg paling ambisi utk hidup lebih lama di dunia & juga kaum musyrikin.
(Lihat Al Baqarah : 96)

Krn mrk adalah orang² yg tdk b'iman dg adanya kehidupan yg lebih baik di akhirat.

*Lebih enak dari pada di dunia
*Surga yg luasnya seluas langit & bumi
*Lebih nyaman daripada di muka bumi ini
*Tiada duka,tiada gunda, yg ada hanya suka & tawa

Dan semua itu b'mula dg b'pisahnya ruh dari jasad kita !

Maka kenapa harus minta panjang umur ???

Resiko Panjang Umur

Sebelum meminta panjang umur,coba renungkanlah beberapa hal di bawah ini;

* Orang yg panjang umurnya harus b'sabar b'pisah dg orang² yg dicintainya.

* Harus tabah ditinggal oleh istri atau suaminya.

* Sabar menyaksikan kematian ayah &
ibundanya serta saudara²-nya.

* Sabar m'hadapi wafatnya buah hatinya.

Kalau dia memiliki 10 anak,maka ia harus tabah menghadapi anaknya mati 1 per 1.

Setiap kali anaknya meninggal maka sepotong dari hatinya akan menghilang & pergi b'sama sang anak,maka hatinya akan t'potong²

* Dia harus b'sabar ditinggal mati oleh kawan² & sahabat²-nya.

* Krn orang yg panjang umur,biasanya akan tinggal sendirian.

* Kawan² sebayanya sudah mati.
* Anak²-nya sudah mati.
* Mungkin cucunya pun juga sudah mati.
* Mau b'teman dg siapa ?, biasanya sudah susah b'komunikasi.
* Belum lagi kalau tubuh kita tdk sehat.

Maka,mintalah kehidupan yg baik di dunia & di akhirat,serta diselamatkan dari siksa kubur & azab neraka.

_________
Footnote:
1] Rasulullah صلىالله عليه وسلم menganjurkan kpd Ummu Habibah,yg tatkala itu meminta panjang umur agar b'doa yg lebih baik & mulia yaitu b'doa agar dijauhkan dari siksa kubur & dari azab Neraka.

(HR Muslim,Kitab al Qadr,Bab Bayan Annal Aajal wal Arzaaq Wa Ghairaha La Tazied Wa La Tanqush ‘Amma Sabaq Bihil Qadr,
no:33)

______
Artikel: stdiis.ac.id publikasi kembali oleh
Moslemsunnah.Wordpress.com
*****

-------------------
📝 Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
📲 Ikuti di no: +966509273346

Minggu, 23 Agustus 2015

Termasuk Tarbiah Allah kepadamu

"Termasuk Tarbiyah Allah kepadamu"
Oleh DR. Taufiq Ar Raqb

Allah punya banyak cara dlm mentarbiyah hamba2-Nya...

من تربية الله لك (1)...
قد يبتليك الله بالأذى ممن حولك حتى لا يتعلق قلبك بأي أحد لا أم ولا أب لا أخ ولا صديق، فيتعلّق قلبك بهِ وحده

(1) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Allah mengujimu dng gangguan & sesuatu yg menyakitkan dari orang di sekitarmu, sampai hatimu tidaklah bergantung kpd siapapun. Tdk kpd ibu, bapak, saudara, & teman. Akan tetapi, hatimu bergantung kepada-Nya saja.

من تربية الله لك (2) ...
قد يبتليك ليستخرج من قلبك عبودية الصبر والرضى وتمام الثقة به هل أنت راض عنه لأنه أعطاك؟ أم لأنك واثق أنه الحكيم الرحيم؟

(2) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia mengujimu dng tujuan menampakkan dari hatimu ibadah kesabaran, ridha, & percaya diri kpd-Nya. Apakah kamu ridha kpd-Nya dikarenakan Dia telah memberimu? Atau dikarenakan kamu percaya, bhw Dia adalah Zat yg penuh dng hikmah (dlm segala kehendak & perbuatannya) lagi Maha Penyayang ?

من تربية الله لك (3)...
قد يمنع عنك رزقا تطلبه لأنه يعلم أن هذا الرزق سبب لفساد دينك أو دنياك، أو أن وقته لم يأت، وسيأتي في أروع وقت ممكن

(3) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia mencegah darimu rezeki yg kamu minta, sebab Dia tahu bhw sesungguhnya rezeki tsb akan menjadi penyebab rusaknya agama atau duniamu. Atau, waktunya belum tiba & akan tiba pada saat terbaik yg memungkinkan.

من تربية الله لك (4) ...
قد ينغص عليك نعمة كنت متمتعاً فيها لأنه رأى أن قلبك أصبح "مهموما" بالدنيا فأراد أن يريك حقيقتها لتزهد فيها وتشتاق للجنة

(4) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia tdk memberikanmu kenikmatan dng sempurna, yang kamu telah nikmati. Sebab, Dia melihat bhw hatimu telah menyukai dunia, lalu Dia berkehendak memperlihatkan padamu akan hakikat dunia, agar kamu dpt zuhud, memandang rendah pada dunia & merindukan surga.

من تربية الله لك (5)...
أنه يعلم في قلبك مرضاً أنت عاجز عن علاجه باختيارك.. فيبتليك بصعوبات...تخرجه رغماً عنك تتألم قليلاً...ثم تضحك بعد ذلك

(5) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Sesungguhnya Dia mengetahui penyakit di hatimu yg kamu tdk mampu mengobatinya sesuai dng kemauanmu, lalu Dia mengujimu dng kesulitan2 yg semuanya itu akan mengusir penyakit tsb walaupun kamu merasakan sedikit sakit & pedih, namun kmdn kamu akan tertawa setelah itu.

من تربية الله لك (6) ...
أن يؤخر عنك الإجابة حتى تستنفد كل الأسباب وتيأس من صلاح الحال ثم يُصلحه لك من حيث لا تحتسب حتى تعلم من هو المُنعم عليك

(6) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia menunda terkabulnya doamu shg kamu menghabiskan segala sebab & usaha (untuk mewujudkan harapan & cita2) & kamu berputus asa dari keadaan yg baik, namun kmdn Dia memperbaiki keadaanmu dari sekiranya kamu tdk menyangkanya, shg kamu mengetahui bhw Dia-lah yg menganugerahkan kenikmatan tsb terhadapmu.

من تربية الله لك(7)...
حين تقوم بالعبادة من أجل الدنيا يحرمك الدنيا حتى يعود الإخلاص إلى قلبك وتعتاد العبادة للرب الرحيم ثم يعطيك ولا يُعجزه

(7) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Ketika kamu sedang melaksanakan ibadah krn berniat mencari dunia, lalu Dia meng-halang2i kamu dari dunia sehingga niat ikhlas dapat kembali lagi ke hatimu, & kamu dpt terbiasa beribadah krn Rabb yg Maha Penyayang, kmdn akhirnya Dia memberikanmu (dunia tsb) & tdk melemahkan keikhlasanmu.

من تربية الله لك (8)...
أن يُطيل عليك البلاء ويُريك خلال هذا البلاء من اللطف والعناية وانشراح الصدر ما يملأ قلبك معرفة به حتى يفيض حبه في قلبك

(8) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia memperlama ujian & cobaan pada dirimu & Dia hendak memperlihatkan padamu di-sela2 cobaan ini; kasih sayang, pertolongan, & perasaan lapang dada yg memenuhi hatimu, yg kamu ketahui dng baik, shg kecintaan tsb memenuhi hatimu.

من تربية الله لك(9)...
أن يراك غافلا عن تربيته وتُفسر الأحداث كأنها تحدث وحدها فيظل يُريك من عجائب أقداره وسرعة إجابته للدعاء حتى تستيقظ وتُبصر

(9) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia melihat dirimu lalai untuk mendidik hatimu & menafsirkan semua kejadian2 se-akan2 semuanya terjadi dng sendirinya, kmdn Dia memperlihatkan padamu sebagian dari keajaiban takdir2Nya & pengabulan-Nya yg cepat thd doa, shg (ketika itu) kamu bisa bangun & sadar dari kelalaian tsb.

من تربية الله لك(10) ...
أن يعجل لك عقوبته على ذنوبك حتى تُعجّل أنت التوبة فيغفر لك ويطهرك ولا يدع قلبك تتراكم عليه الذنوب حتى يغطيه الرّان فتعمى

(10) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia mempercepat turunnya hukuman-Nya thd dirimu atas dosa2mu shg kamu dpt segera bertaubat, lalu Dia mengampunimu & menyucikanmu & tdk membiarkan dosa2mu terakumulasi & memenuhi hatimu, shg hatimu tertutup dng "ar-raan" (noda hitam) yg menyebabkan hatimu menjadi buta.

من تربية الله لك (11)...
أنك إذا ألححت على شيء مصراً في طلبه متسخطاً على قدر الله يعطيك إياه حتى تذوق حقيقته فتبغضه وتعلم أن اختيار الله لك كان خيرا لك

(11) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Sesungguhnya ketika dirimu terus menerus memelas memohon sesuatu serta marah2 thd qadar Allah (karena belum mengabulkan keinginanmu), maka Dia memberikan & mengabulkannya untukmu shg kamu dpt merasakan hakikat (keburukan hasil)nya, lalu kamu membencinya & kamu baru mengetahui (ketika itu) bhw pilihan Allah untukmu lebih baik bagimu.

من تربية الله لك (12) ...
أن تكون في بلاء ... فيُريك من هو أسوأ منك بكثير (في نفس البلاء) ... حتى تشعر بلطفه بك وتقول من قلبك: الحمد لله

(12) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Suatu ketika kamu tertimpa cobaan, lalu Dia memperlihatkan kepadamu orang lain yg tertimpa cobaan yg sama denganmu, akan tetapi keadaannya jauh lebih buruk drpd dirimu, sehingga kamu dpt merasakan belas kasih-Nya thd dirimu & kamu mengatakan di dlm hatimu: Alhamdulillah.

'al[disingkat oleh WhatsApp]

Selasa, 18 Agustus 2015

MUSNAHNYA AMALAN

🔥 MUSNAHNYA AMALAN 🔥

Ibnul Qoyyim rahimahullâhu berkata :

<<Apabila ada yang bertanya, "bagaimana amal perbuatan bisa sirna tanpa menjadi murtad?"

Maka dijawab :
👉 Iya, Al-Qur'ân, as-Sunnah dan riwayat dari sahabat telah menunjukkan bahwa keburukan dapat menghilangkan kebaikan, sebagaimana kebaikan dapat membuat keburukan sirna.

💡Allâh Ta'âlâ berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

"Hai orang² yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut²nya dan menyakitinya. " (QS al-Baqoroh : 264)

💡Dan firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ َآمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صوت ِالنَّبِيِّ وَلَا تَجهروا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ ٍأَن تَحْبَطَأَ َأَعْمَالُكُمْ وَأَنتُم ْلَا تَشْعُرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengangkat suara kalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian mengeraskan perkataan sebagaimana kalian berbicara dengan keras diantara kalian, agar amalan kalian tidak hilang sedangkan kalian tidak merasakannya. " (QS al-Hujurât : 2)

🔆 Aisyah berkata kepada Ummu Zaid bin Arqam :

اخبري زيدا انه قد أبطل جهاده مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا أن يتوب -  لما بايع بالعينة

"Sampaikan kepada Zaid bahwa dia telah menghilangkan (pahala) jihadnya bersama Rasulullah tatkala dirinya bertransaksi dengan sistem jual beli 'inah (yang mengandung unsur riba) kecuali apabila ia bertaubat."

🔆 Imam Ahmad telah menegaskan hal ini sembari berkata :

ينبغي للعبد في هذا الزمان أن يستدين ويتزوج، لئلا ينظر إلى ما يحل له فيحبط عمله

"Sepatutnya seorang hamba di zaman ini bersikap religius dan menikah, agar ia tidak memandang kepada sesuatu yang tidak halal baginya sehingga amalnya pun sirna. "

👉 Ayat² yang berisi komparasi di dalam al-Qur'an menunjukkan hal ini, yaitu sebagaimana keburukan dapat hilang lantaran kebaikan yang lebih besar, maka demikian pula dengan pahala kebaikan yang dapat sirna oleh sebab kejelekan yang lebih besar darinya. >>

📚 Al-Wâbil ash-Shayib (hal 24) cet Dâr Ibnil Jauzî
📝 Redaksi Arab dishare oleh Ust Tauhidin Rusdi Sahal, dikutip dari catatan kaki kutaiyib (buku kecil) yang berjudul "Ta'zhîmus Sunnah" karya Abdul Qoyyum as-Sahaibânî
✏ Dialihbahasakan oleh Abû Salmâ Muhammad

----------------------
♻ Silsilah nasihat ke - 150
📝 Broadcast WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

Sabtu, 15 Agustus 2015

Istri yang Menjaga Diri Saat Suami Tidak Ada

🌺Istri yang Menjaga Diri Saat Suami Tidak Ada🌹

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡Allah ta’ala berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

🌻"Maka wanita-wanita yang shalihah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisa: 34]

📝#Beberapa_Pelajaran:

1) Wanita yang shalihah adalah wanita yang beramal shalih, dan suatu amalan tidaklah disebut sebagai amal shalih kecuali terpenuhi padanya dua syarat:

➡Pertama: Ikhlas, dilakukan semata-mata karena Allah ta’ala, bukan untuk dipertontonkan dan mengharap pujian manusia.

➡Kedua: Meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak berbuat bid’ah atau mengada-ada dalam agama.

2) Dalam ayat yang mulia ini Allah ta’ala menjelaskan tentang sifat wanita shalihah adalah yang senantiasa taat kepada Allah, dan taat kepada suami.

➡Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

أي: مطيعات لله ولأزواجهن

“Maknanya: Wanita-wanita yang taat kepada Allah, dan kepada suami-suami mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/294 no. 9319]

3) Demikian pula Allah ta’ala menerangkan bahwa wanita shalihah adalah yang memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada.

➡Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

يعني: حافظات لأنفسهن عند غيبة أزواجهن عنهن، في فروجهن وأموالهم، وللواجب عليهن من حق الله في ذلك وغيره

“Maknanya: Wanita-wanita yang menjaga diri-diri mereka ketika suami-suami mereka tidak ada, yaitu menjaga kemaluan dan harta suami, serta menjaga hak Allah yang diwajibkan atas mereka dalam hal tersebut maupun dalam hal lainnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/295]

➡Maka menjaga diri yang dimaksud adalah menjaga kemaluannya dari zina dan menjaga harta suami, sehingga mencakup makna menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengantarkan kepada zina, karena Allah ta’ala telah melarang zina dan melarang semua perbuatan yang mengantarkan kepada zina, seperti:

• Memandang laki-laki lain yang bukan mahramnya, apakah secara langsung maupun melalui media.

• Berbicara kepada laki-laki lain dengan bersenda gurau atau melembutkan suara, terlebih membicarakan hal-hal yang tidak penting, sama saja apakah secara langsung maupun melalui media-media sosial atau melalui HP, SMS, WA, BBM dan lain-lain.

• Menampakkan aurat atau mempertontonkan kecantikan (tabarruj).

• Campur baur (ikhtilat) dengan kaum lelaki, baik di tempat kerja, sekolah dan lain-lain.

• Bersentuhan dengan laki-laki non mahram, hingga berdua-duaan. Semua ini adalah sarana yang mengantarkan kepada zina maka harus dijauhi. Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Isra: 32]

4) Hendaklah suami dan istri bertawakkal kepada Allah ta’ala dalam penjagaan terhadap diri dan pasangannya dari perbuatan-perbuatan dosa dan semua kejelekan, sebab Allah ta’ala Dia-lah yang menjaga, bukan diri-diri kita yang lemah, inilah makna firman Allah ta’ala, “Memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

➡Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata,

أي: مطيعات لأزواجهن حتى في الغيب تحفظ بعلها بنفسها وماله، وذلك بحفظ الله لهن وتوفيقه لهن، لا من أنفسهن، فإن النفس أمارة بالسوء، ولكن من توكل على الله كفاه ما أهمه من أمر دينه ودنياه

“Maknanya: Wanita-wanita yang taat kepada suami-suami mereka meski ketika suami-suami mereka sedang tidak ada, maka seorang wanita shalihah tetap menjaga dirinya dan harta suaminya. Dan itu karena penjagaan Allah dan taufiq-Nya terhadap mereka, bukan karena diri-diri mereka; karena nafsu selalu memerintahkan kepada kejelekan, akan tetapi barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya dalam perkara yang penting baginya, baik dalam agamanya maupun dunianya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 177]

5) Ayat yang mulia ini juga mengandung perintah kepada para suami untuk lebih berbuat baik kepada istri shalihah yang memiliki sifat-sifat tersebut.

➡Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

وفي الكلام متروك استغني بدلالة الظاهر من الكلام عليه من ذكره، ومعناه: فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله، فاحسِنوا إليهن وأصلحوا

“Dalam ayat ini ada bagian yang tidak disebutkan karena penunjukkannya sudah jelas sehingga tidak perlu disebutkan, yaitu: “Wanita-wanita yang shalihah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada”, maka hendaklah kalian wahai para suami berbuat baik dan melakukan perbaikan kepada mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/297]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌐Sumber: http://sofyanruray.info/istri-yang-menjaga-diri-saat-suami-tidak-ada/

✏Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

📡Disebarkan oleh Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
➡WA Ta'awun Dakwah: 08111377787
➡Web: www.taawundakwah.com
➡Fb: www.facebook.com/taawundakwah

Selasa, 11 Agustus 2015

KESALAHAN WANITA DI TAHUN 2015:

Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى :

Ujian ujian wanita akhir zaman

KESALAHAN WANITA DI TAHUN 2015:

1. Tabaruj

Soal warna baju tdk ada dalil khusus hrs berwarna hitam, biasanya warna mengikuti urf negeri setempat. Asal tdk berwarna warna terang dan beraneka warna antara jilbab dan gamis, tdk menarik perhatian ajnabi. Pada hakekatnya fungsi hijab untuk menutupi kecantikan perhiasan wanita. Bgitu jg dgn motif dan renda, itu bs mengikuti urf, selama semua tdk berlebihan.

Di Indonesia renda dan motif itu sdh biasa dalam baju sehari hari, jd tdk terlalu menarik perhatian selama tdk berlebihan. Walau ahsannya tetap sesederhana mngkn. Ada jg yg polos tp harganya mahal terlihat berlebihan, itu kdg malah terlalu menarik perhatian. Jadi sederhana dan tetap ikuti urf negeri setempat dan tdk berlebihan.

2. Suka belanja

Belanja yg mewah ketika punya uang, belanja KW bila tdk punya uang. Sering memaksakan kehendak mengikuti hawa nafsu.

3. Mementingkan karir daripada keluarga, suami dan anak2.

4. Tidak mengasuh anak, anak lbh sering diasuh oleh pengasuh.

5. Senang berdandan saat keluar rumah. Sedangkan didalam rmh tdk pernah berhias untuk suami.

6. Banyak menuntut hak yang sama dengan hak laki2 yg bukan pada tempatnya.

Contoh: Suami memberikan uang lbh banyak kepda ibu kandung dr pd mertua, itu diperbolehkan. Istri tdk boleh menuntut suami hrs memberikan sama antara ibu kandung suaminya dgn ibu kandung istri.

7. Lebih senang suami ketahuan selingkuh daripada berpoligami.
Seorg istri dipoligami bukan berarti suami tdk mencintainya lagi. Itu adalah pemikiran kaum khurafat.

8. Tidak patuh kepada suami yang berpenghasilan lebih kecil dibanding penghasilannya.

9. Menjadikan artis terkenal sebagai panutan.

10. Suka bernyanyi, bersenandung, senang kongkow2 di cafe dibanding di rumah mengasuh anak2nya.

11. Sering mengunjing/mengghibah. Lebih senang nonton acara tv ghibah.

12. Merasa lebih tinggi derajatnya dibanding org2 yang baru mengenal sunnah.

13. Senang belajar menuntut ilmu, tapi lupa mengamalkannya. Senang kekajian ilmu tapi lupa untuk mengamalkannya. Ilmu menguap bgitu saja sepulang dr kajian.

Itu lah kerusakan2 wanita dijaman sekarang, ini adalah tanda akhir jaman, dimana kondisi wanita berubah, menjadi rusak akhlaknya, fitnah tabbaruj, dan fitnah zina dimana mana.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Alloh sampai kematian menjemput kita kembali.

Wallahu a'lam

Fenomena Ruwaibidhoh

📌FENOMENA RUWAIBIDHOH✨

✏ Ustadz Aan Chandra Thalib (Mahasiswa Universitas Islam Madinah)

Disebuah negeri entah berantah..
Semua bisa serba instan..
Dengan mengandalkan ketrampilan mengolah kata, seseorang bisa dengan mudah di ustadzkan..
Dengan Modal Al Qur'an dan terjemahannya seseorang bisa langsung menafsirkan Al-Qur'an.

Ada lagi yang masuk Islam hari ini, besoknya langsung jadi da'i. Asal bisa bahasa arab sedikit, ditambah Lap Top atau Tablet langsung buka pengajian dan punya murid plus nongol di tv.

Sesekali jadi aktor buat film "religi" di bulan Ramadhon.
Karena merasa disaingi oleh sang da'I, artis juga tak mau kalah.

Sambil megang gitar tua, sang artis tanpa malu-malu berfatwa pada masaalah-masalah yang memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi.
Iya, berfatwa pada masaalah-masaalah yang seandainya ditanyakan pada Umar, niscaya dia akan mengumpulkan ahli badr untuk mencari jawabannya.

Kabar terakhir yang saya terima, ada mentalis yang tiba-tiba jadi mufassir..
Konon tafsirnya "luar biasa".
Iya, "luar biasa" karena keluar dari yg biasa..

Di negri itu juga..
Semua orang -kecuali yang dirahmati Allah- merasa kurang kalau tidak bicara soal agama, tak peduli apa latar belakang pendidikannya.
Bahkan merupakan sesuatu yang WAH dan perlu mendapat apresiasi apabila ada orang bicara bukan pada bidangnya.
Dengan gelar Prof. Dr. Anda bebas untuk bicara dibidang apa saja yang anda mau..

Senin Jadi Pakar Hukum
Selasa Jadi Pengamat Ekonomi
Rabu Jadi Kriminolog
Kamis Jadi Pengamat Politik
Jum'at Jadi Khotib
Sabtu Jadi Ahli Komunikasi
Ahad Jadi Komentator Bola.
Biar keren, tak perlu panggil Ust. Cukup "Cendikiawan Muslim" saja.

Jurusnya gak jauh-jauh dari:
Menurut saya...
Menurut hemat kami...
Menurut pengamatan saya...
Saya sih melihatnya boleh-boleh saja...
Si awam ya iya-iya saja..

Padahal...
“Ilmu itu adalah agama, maka perhatikan dari siapa kamu mengambil agamamu” (Ibnu Sirin)

Para salaf terdahulu sangat takut untuk mengomentari sesuatu tanpa ilmu. Mereka takut kalau tergelincir walau sejengkalpun dari petunjuk rabbani.
Ibnu Abi Malikah -rahimahullah- mengatakan : Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallaahu 'Anhu pernah berkata : ‘Bumi mana yang akan ku pijak, dan langit mana yang akan sanggup menaungiku, jika aku berkata tentang ayat dari kitab Allah dengan ra’yuku (pendapatku) atau dengan apa yang aku tidak tahu.’

Dalam taarikh Dimasyq Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa Atho Ibnu Rabah -rahimahullah- pernah ditanya tentang sesuatu. Beliau menjawab:
"Aku tidak tahu". Penanya tadi berkata: Tidakkah engkau mau mengutarakan pendapat pribadimu dalam masaalah ini..? Atho menjawab:

إني أستحي من اللَّه أن يدان فِي الأرض برأيي
"Aku malu pada Allah, jika orang-orang dimuka bumi ini beragama dengan pendapatku"

Bandingkan sifat kehati-hatian salaf dengan sifat sebagian orang saat ini, yang ilmunya tidak sampai sepersepuluh dari ilmu mereka, namun lagaknya sudah seperti mujtahid mutlak, begitu gampangnya menghukumi sesuatu atau mengomentari sesuatu.

Sebagai catatan:
Apapun Latar belakang pendidikan seseorang tak jadi masaalah, hanya saja kenalilah kapasitas diri. Setiap bidang punya ahlinya.
Bagi penuntut ilmu, fenomena diatas bukan hal yang mustaghrab (patut dianggap aneh) sebab Rasulullah shallahu alaihi wasallam telah jauh-jauh hari mengabarkan akan munculnya fenomena ini
Sahabat Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- mengatakan; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah)

Manyikapi fenomena diatas marilah sejenak Bersama Petunjuk Rabbani:
Allah azza wa jalla berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [QS Al Isra`: 36]

Dia juga berfirman:

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
“Janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram.” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” [QS An Nahl: 116]

Dan firman-Nya:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata." [QS Yusuf: 108]

Dua Ayat pertama diatas mengandung pelarangan berbicara tanpa ilmu.
Adapun ayat selanjutnya menerangkan bahwa apabila kita ingin berdakwah, hendaklah melandasi dakwah kita dengan hujjah berupa ilmu dan dalil dari Al Quran maupun hadits.
Apabila seseorang berdakwah tanpa landasan ilmu maka bisa jadi dia menyangka telah menyeru kepada kebaikan, namun pada kenyataannya dia telah menyeru kepada kesalahan dan kebid'ahan. Na'udzubillahi min dzalik.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah berkata:

"....Jika hal itu (ilmu dan fiqih) menjadi tolak ukur seluruh amal sholih, maka wajib bagi pelaku amar ma’ruf nahi munkar untuk memenuhi keriteria tersebut dalam dirinya, dan tidak dikatakan amal sholih apabila dilakukan tanpa ilmu dan fiqih, sebagaimana pernyataan Umar bin Abdil Aziz: “Orang yang menyembah Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkannya labih besar dari kemaslahatan yang dihasilkannya”
Beliau melanjutkan...
Ini sangat jelas, karena niat dan amal yang tidak disertai ilmu merupakan kebodohan, kesesatan dan (bentuk) pengekoran terhadap hawa nafsu. Maka dari itu ia harus mengetahui yang ma'ruf dan yang munkar serta dapat membedakan keduanya. Ia juga harus memiliki ilmu tentang apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang.” (Secara ringkas dari Majmu Fatawa 28 hal: 135-137. Jilid: 14 bagian ke dua hal: 78 untuk cetakan Daarul wafaa' ).

Semoga catatan singkat ini bermanfaat untuk saya dan pembaca.

NASEHAT DAN TELADAN IMAM SYAFI'I

Assalamualaikum saudariku...
Barokallahufiykum...

🌷NASEHAT DAN TELADAN IMAM SYAFI'I
rahimahullahu Ta'ala

👤Oleh :
Ustadz. Abdul Basith, Lc Hafidzahullah

Siapakah yang tidak mengenal imam
Syafi'i?, terlebih kita yang tinggal di negeri
ini, tentunya telinga kita tidak asing
mendengar nama beliau. Beliau adalah
seorang ulama besar yang diakui karena
keluasan dan kedalaman ilmu agamanya.

⏩Berikut ini nasehat dan teladan dari imam
Syafi'i rahimahullahu Ta'ala:

🔰AGAR TIDAK UJUB DENGAN AMAL KITA
ﺇﺫﺍ ﺧﻔﺖ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﺠﺐ، ﻓﺎﺫﻛﺮ ﺭﺿﻰ ﻣﻦ ﺗﻄﻠﺐ، ﻭﻓﻲ ﺃﻱ ﻧﻌﻴﻢ
ﺗﺮﻏﺐ، ﻭﻣﻦ ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺗﺮﻫﺐ، ﻓﻤﻦ ﻓﻜﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﺻﻐﺮ ﻋﻨﺪﻩ ﻋﻤﻠﻪ .
"Apabila engkau takut tertimpa penyakit ujub
ketika engkau beramal, maka ingat-ingatlah
selalu:
🌿1. Ridha siapa yang engkau cari?
🌿2. Kenikmatan apa yang engkau inginkan?
🌿3. Hukuman apa yang engkau takuti?,
Barang siapa yang memikirkan hal itu, maka
dia akan menganggap amalannya kecil".
* Banyak diantara kita yang terkena sifat
ujub, merasa bangga bisa shalat, bisa
sedekah, bisa puasa, bisa haji, bisa umroh,
dsb. Padahal yang memberi taufik dan
kemudahan kepada kita dalam
melakukannya adalah Allah Tabaaroka wa
Ta'ala.

🔰BEKAL YANG JELEK
ﺑﺌﺲ ﺍﻟﺰﺍﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﺩ ﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ .
"Sejelek-jelek bekal menuju akhirat adalah
mempunyai permusuhan dengan manusia".
* Jangan memusuhi orang yang tidak
bersalah, apalagi memusuhi orang yang
mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

🔰KEDERMAWANAN
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺤﻜﻢ : ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﺳﺨﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻤﺎ ﻳﺠﺪ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻤﺮ
ﺑﻨﺎ، ﻓﺈﻥ ﻭﺟﺪﻧﻲ، ﻭﺇﻻ ﻗﺎﻝ : ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻟﻤﺤﻤﺪ ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀ : ﻳﺄﺗﻲ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ،
ﻓﺈﻧﻲ ﻻ ﺃﺗﻐﺪﻯ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﻲﺀ .
Ibnu Abdil Hakam menceritakan: imam
Syafi'i adalah orang yang paling dermawan,
dan dahulu beliau pernah melewati kami, jika
beliau mendapatiku maka (beliau
mengajakku bersamanya), namun jika beliau
tidak mendapatiku, maka beliau berpesan:
kalau Muhammad sudah datang, suruhlah
dia ke rumahku, karena aku tidak akan
makan siang sampai dia datang.
* Tidak ada yang lebih indah dalam hidup
kita tatkala bisa berbagi kebahagiaan
dengan sesama, walaupun hanya dengan
memberi sesuap nasi atau setetes air
minum. Masih banyak saudara kita yang
hidupnya berteman dengan rasa lapar dan
dahaga.

🔰MEMANFAATKAN WAKTU MALAM
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ : ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺪ ﺟﺰﺃ ﺍﻟﻠﻴﻞ : ﻓﺜﻠﺜﻪ ﺍﻷﻭﻝ
ﻳﻜﺘﺐ، ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻳﺼﻠﻲ، ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﻳﻨﺎﻡ .
Ar- Robi' bin Sulaiman menuturkan: bahwa
imam Syafi'i membagi malamnya menjadi
tiga bagian, sepertiga malam pertama untuk
menulis, sepertiga malam kedua untuk
melaksanakan shalat, dan sepertiga malam
ketiga untuk istirahat tidur.
* Waktu malam amatlah panjang, jangan kita
perpendek dengan tidur kita.

🔰KEMAHIRAN PANAH
Imam Syafi'i termasuk orang yang sangat
menyukai memanah. Beliau bercerita:
ﻭﻛﻨﺖ ﺃﺻﻴﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﺮﺓ ﺗﺴﻌﺔ
Ketika aku memanah, sembilan panahku
mengenai sasaran dari sepuluh panah yang
aku lempar.
* Bekali diri kita dengan keterampilan bela
diri, atau memanah, atau naik kuda, arau
berenang, dsb. Agar kita dapat menjaga dan
melindungi diri kita.

🔰JANGAN SAMPAI KENYANG
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ، ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻳﻘﻮﻝ : ﻣﺎ ﺷﺒﻌﺖ ﻣﻨﺬ ﺳﺖ ﻋﺸﺮﺓ
ﺳﻨﺔ ﺇﻻ ﻣﺮﺓ، ﻓﺄﺩﺧﻠﺖ ﻳﺪﻱ ﻓﺘﻘﻴﺄﺗﻬﺎ . ﺭﻭﺍﻫﺎ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ ﻋﻦ
ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ، ﻭﺯﺍﺩ : ﻷﻥ ﺍﻟﺸﺒﻊ ﻳﺜﻘﻞ ﺍﻟﺒﺪﻥ، ﻭﻳﻘﺴﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻭﻳﺰﻳﻞ
ﺍﻟﻔﻄﻨﺔ، ﻭﻳﺠﻠﺐ ﺍﻟﻨﻮﻡ، ﻭﻳﻀﻌﻒ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ
Ar- Robi' menceritakan kepada kami: aku
pernah mendengar imam Syafi'i
mengatakan: selama 16 tahun, aku tidak
pernah makan sampai merasakan kenyang
kecuali sekali saja dan itupun aku
muntahkan. Karena rasa kenyang itu dapat
memberatkan badan, mengeraskan hati,
menghilangkan kecerdasan, membuat ingin
tidur, dan melemahkan untuk beribadah.
* Makan dan minumlah, namun jangan
berlebih-lebihan.

🔰MEMILIH DAN MENGIKUTI SABDA NABI
ﻗﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺻﺢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻬﻮ ﻣﺬﻫﺒﻲ، ﻭﺇﺫﺍ ﺻﺢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ، ﻓﺎﺿﺮﺑﻮﺍ
ﺑﻘﻮﻟﻲ ﺍﻟﺤﺎﺋﻂ .
Beliau berkata: Apabila sebuah hadits
ditetapkan shahih, maka hadits tersebut
adalah mazhabku, dan apabila datang
sebuah hadits shahih, maka lemparkanlah
perkataanku ke tembok.
* Jauhkan diri kita sikap fanatik, baik fanatik
terhadap orang ataupun golongan. Kita
hanya boleh "fanatik" kepada Nabi
Muhammad, yang maksum (terjaga dari
kesalahan), sedangkan manusia lainnya tak
dijamin terjaga dari kesalahan dan
kekeliruan.
______
🌹Nasehat dan teladan imam Syafi'i diatas,
dinukil dari kitab Siyar a'lam an-Nubala',
karya imam adz-Dzahabi

Selasa, 05 Mei 2015

CAMBUK HATI

CAMBUK HATI

"Bila Shalat Terasa Berat"

"Bila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:

وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى

"...Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas... "(QS. An Nisa ': 142)

Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokoh"

(Ibnu Utsaimin dalam syarah Shohih Muslim)

Catatan:

Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?
Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya.? Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik.?

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.

Dalam risalah Ta'dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:

"Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk nabi shallallahu alaihi wa sallam"

Wallahu a'lam

_______________
Madinah 14 Rajab 1436 H

 ✏ Ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى