Tampilkan postingan dengan label Adab muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab muslim. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 April 2015
Adab-adab Bercanda
بسم الله
Adab-adab Bercanda
1. Hendaknya candaan yang tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam.
Karena Allah telah berfirman tentang orang- orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam , yang ahli baca al-Qur`an:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُم
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: "Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman". (At-Taubah: 65-66).
2. Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengandung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah". (HR. Ahmad dan dihasankan Al-Albani).
3. Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya". (HR. Ahmad dan Abu Daud; dihasankan Al-Albani).
4. Bercanda selayaknya tidak dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
5. Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.
COPAS dari:
"Etika Dan Adab Sehari-hari"
(Al-Qismu Al-ilm, Syaikh Ibnu Baz)
Dengan sedikit editan.
-----------------------------------
ustadz Hudzaifah Abu Khodijah
WA Silsilah Durus Linnisa
Jumat, 25 Juli 2014
Adab Safar / pulang kampung
Adab Safar/Pulang Kampung.
1. Ikhlaskan Niat karena ALLAH.
2. Sungguh2 dlm menjalankan kewajiban2 dari amal2 ketaatan kpd ALLAH baik dlm perjalanan maupun ditempat / kota yg akan kita tuju.
3. Menjauhkan perbuatan2 yg diharamkan, sprti ghibah, namimah dll & dari perbuatan dosa & ma'siat.
4. Saling memerintahkan kpd yg ma'ruf & mencegah yg mungkar kpd teman seperjalananmu dgn penuh hikmah & pengajaran yg baik.
5. Berakhlak-lah dgn akhlak yg mulia, spti membantu orang yg membutuhkannya, memberikan ilmu (seandainya anda memiliki ilmu tentangnya) bagi mereka yg butuh utk mendapatkan jawabannya didalam perjalanannya.
6. Sepatutnya bagimu utk tetap berwajah yg menyenangkan (tersenyum), bergembira dihadapan teman perjalananmu yg demikian dpt melembutkan hatimu & hatinya.
7. Sepatutnya bagimu utk tetap bersabar kpd teman perjalananmu apabila engkau mendapati temanmu tidak sesuai dgn pendapatmu dlm beberapa permasalahan. Dan hendaklah engkau menasehatinya dg baik, saling menghormati dll.
8. Banyak berdoa kpd ALLAH.
9. Banyak berdzikir kpd ALLAH (seperti Dzikir pagi & sore)
10. Membaca doa safar.
"Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun, ALLAHumma inna nasaluka fii safaarinaa hadzaa Albirra wat taqwa wa min amali maa tardhaa, ALLAHumma hawwin alaina safarinaa hadzaa wathwi 'anna bu'dah, ALLAHumma anta shaahibu fiissafar, wa khalifati fiil ahli, ALLAHumma inni audzubika min wa'tsaaissafar, wa kaabatilmandzhar, wa suu'I'll munqolabi fiilmaali wal ahli.
11. Doa musafir kpd yg mukim
"Astawdi--'ukumullahal-ladzi Laa tadhii'u wadaa i'uhu"
12. Doa orang yg mukim kpd musafir :
"Astawdi--'ullaha diinak, wa amaanatak, wa khowaatiima 'amalik."
13. Ber-TAKBIR saat melewati jalan mendaki & ber-TASBIH saat melewati jalan yg menurun.
14. Bersenang2-lah dgn keluarga anda, buah hati anda dgn apa2 yg diperbolehkan oleh syara'.
Oleh Ustadz Ferry Nasution, Lc حفظه الله تعالى
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Sumber : dari group Al Ilmu 332
1. Ikhlaskan Niat karena ALLAH.
2. Sungguh2 dlm menjalankan kewajiban2 dari amal2 ketaatan kpd ALLAH baik dlm perjalanan maupun ditempat / kota yg akan kita tuju.
3. Menjauhkan perbuatan2 yg diharamkan, sprti ghibah, namimah dll & dari perbuatan dosa & ma'siat.
4. Saling memerintahkan kpd yg ma'ruf & mencegah yg mungkar kpd teman seperjalananmu dgn penuh hikmah & pengajaran yg baik.
5. Berakhlak-lah dgn akhlak yg mulia, spti membantu orang yg membutuhkannya, memberikan ilmu (seandainya anda memiliki ilmu tentangnya) bagi mereka yg butuh utk mendapatkan jawabannya didalam perjalanannya.
6. Sepatutnya bagimu utk tetap berwajah yg menyenangkan (tersenyum), bergembira dihadapan teman perjalananmu yg demikian dpt melembutkan hatimu & hatinya.
7. Sepatutnya bagimu utk tetap bersabar kpd teman perjalananmu apabila engkau mendapati temanmu tidak sesuai dgn pendapatmu dlm beberapa permasalahan. Dan hendaklah engkau menasehatinya dg baik, saling menghormati dll.
8. Banyak berdoa kpd ALLAH.
9. Banyak berdzikir kpd ALLAH (seperti Dzikir pagi & sore)
10. Membaca doa safar.
"Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun, ALLAHumma inna nasaluka fii safaarinaa hadzaa Albirra wat taqwa wa min amali maa tardhaa, ALLAHumma hawwin alaina safarinaa hadzaa wathwi 'anna bu'dah, ALLAHumma anta shaahibu fiissafar, wa khalifati fiil ahli, ALLAHumma inni audzubika min wa'tsaaissafar, wa kaabatilmandzhar, wa suu'I'll munqolabi fiilmaali wal ahli.
11. Doa musafir kpd yg mukim
"Astawdi--'ukumullahal-ladzi Laa tadhii'u wadaa i'uhu"
12. Doa orang yg mukim kpd musafir :
"Astawdi--'ullaha diinak, wa amaanatak, wa khowaatiima 'amalik."
13. Ber-TAKBIR saat melewati jalan mendaki & ber-TASBIH saat melewati jalan yg menurun.
14. Bersenang2-lah dgn keluarga anda, buah hati anda dgn apa2 yg diperbolehkan oleh syara'.
Oleh Ustadz Ferry Nasution, Lc حفظه الله تعالى
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Sumber : dari group Al Ilmu 332
Langganan:
Postingan (Atom)
