Sabtu, 16 Januari 2016

Kata Mutiara

ــــــ ﷽ ــــــ

💎Kata Mutiara💎
==============

🌴Ibnu Dīnār rahimahullāh berkata:

"الخوف على العمل أن لا يتقبل أشد من العمل ".

"Rasa takut terhadap tidak diterimanya amalan itu lebih berat daripada beramal itu sendiri".

〰〰〰〰〰

🌴Ibnu Rajab rahimahullāh berkata:

"كان بعض السلف إذا صلى صلاة استغفر من تقصيره فيها كما يستغفر المذنب من ذنبه".

"Sebagian Salaf itu senantiasa apabila selesai dari shalat ber-istighfar (memohon ampunan kepada Allāh; pent.) terhadap kekurangan dirinya pada shalatnya, sama seperti istighfarnya seorang yang melakukan dosa terhadap dosanya".

Sumber:
[Lathāif Al-Maârif, 209 & 215]

Share Faidah.

Akhukum,
Hudzaifah bin Syakri.

📲 Wa Silsilah Durus Linnisa 📚

Wahai Putraku, Apa Kabar Ilmumu?

Kamis, 14 Januari 2016 06:44

Ditulis oleh Poppy Yuditya
Wahai Putraku, Apa Kabar Ilmumu?

“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.
Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:
Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? 
Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).

Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.
Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.
Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,
Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,
Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.

Wahai Ibu...
Ibu di manapun di seluruh dunia,
Bagaimana dengan kita?

 

Jangankan 10 kalimat,
Jangan-jangan sudah berbuku-buku habis untuk catatan belajar anak-anak kita,
Namun mungkin terlupa kita tanyakan,
Bagaimana manfaat ilmu bagi mereka.

Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin tunduk pada Rabb-nya?
Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin takut? Semakin sabar? Semakin sopan?
Pernahkah kita tanyakan?

Barangkali kita memang bertanya pada mereka,
Tentang ilmu mereka,
Sudah sampai mana pelajaranmu,Nak?
Mampukah engkau mengikuti?
Apakah perlu Ibu tambahkan les untukmu, anakku?

Kita tuntut mereka belajar, 
Untuk sanggup mengikuti kurikulum yang ditetapkan,
Namun lupa mengevaluasi kembali…

Hasil ilmu bukanlah nilai rapor sekolah.
Hasil ilmu bukanlah menjadi pemenang adu cerdas cermat,
Hasil ilmu bukanlah dari piala dan piagam berjejeran.

Hasil ilmu adalah akhlaq mereka,

Yang ketika bertambah ilmu mereka,
Bertambah takut, sabar, dan sopanlah mereka.

Hasil ilmu adalah ketika mereka tidak sia-sia dalam waktu mereka.
Hingga tak tersisa ketidakmanfaatan dalam semua tindak tanduk mereka.

Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?

Dialah ibunda Sufyan Ats Tsauri. 
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, 
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.

Wahai Ibu….
Jangan biarkan kisah ini berlalu begitu saja,

Kini saatnya kita yang bertanya,

Apa kabar ilmumu, anakku?
Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?
Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.

Jumat, 15 Januari 2016

Doa (penting) meminta surga

Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم pernah berdo’a :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
“Ya Allah,  aku meminta kepadamu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari neraka dan apa yang mendekatkan pada neraka baik ucapan ataupun perbuatan”. (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)

Jumat, 08 Januari 2016

ISTIDRAJ DALAM ISLAM

Bismiillahirrahmaanirrahiim
Assalammu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh,
📘Alhamdulillah, copas dr shbtsunnah/Bld, idzin share, smg bermanfaat.

"ISTIDRAJ DALAM ISLAM"

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
✅ 1. Sengaja meninggalkan shalat.
✅ 2. Sengaja meninggalkan puasa.
✅ 3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
✅ 4. Berat untuk bershadaqah.
✅ 5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
✅ 6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
✅ 7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
✅ 8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
✅ 9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I.
✅ 10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ ... Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.

Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.
Wallahu a'lam bishowab...

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Semoga bermanfaat dan semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada kita. Aamiin

(Walloohu a'lam,.
  ksh/09.1.'16 💐)

Senin, 04 Januari 2016

Jagalan ilmu dgn cara menyebarkannya

📚Jagalah ilmu dengan cara menyebarkannya.
==========

💥Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

من خزن علمه ولم ينشره ولم يعلِّمه: ابتلاه الله بنسيانه وذهابه منه؛ جزاءً من جنس عمله وهذا أمر يشهد به الحس والوجود

"Barangsiapa yang memiliki perbendaharaan ilmu namun tidak menyebarkan dan tidak pula mengajarkannya maka Allah akan menimpakan kepadanya kelupaan dan hilangnya ilmu tsb, sebagai balasan dari jenis perbuatannya, dan perkara ini disaksikan oleh panca indra serta kenyataan".
________
📙Miftah Daaris Sa'aadah (1/172).
__________
📝Ustadz  Fauzan Abu Muhammad Alkutawy
📲 Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Dampak Negatif Kemaksiatan

💥Dampak Negatif Kemaksiatan
========

🌹Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

"وللمعاصي من الآثار القبيحة المذمومة المُضِرّة بالقلب والبدن في الدنيا والآخرة ما لا يعلمه إلا الله، فمنها: حرمان العلم، فإنّ العلم نور يقذفه الله في القلب، والمعصية تطفئ ذلك النور.

ولمّا جلس الإمام الشافعي بين يدي مالك وقرأ عليه أعجبه ما رأى من وفور فطنته وتوقُّد ذكائه وكمال فهْمه، فقال: إني أرى الله قد ألقى على قلبك نورًا فلا تطفئه بظلمة المعصية"

"Dan pada maksiat itu terdapat dampak yang buruk dan jelek serta membahayakan hati dan anggota badan, baik didunia maupun diakhirat yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.
Diantara dampak negatif tersebut adalah:
Diharamkannya ilmu, karena ilmu itu adalah cahaya yang Allah tancapkan kedalam hati, sedangkan kemaksiatan memadamkan cahaya tersebut.

Tatkala suatu ketika Imam Asy Syafi'i duduk dihadapan Imam Malik, dan membacakan (hadits) didepannya, sehingga beliau takjub dengan kedalaman ilmunya, dan nampaknya kecerdasannya  serta sempurnanya pemahamannya hingga beliau berkata:

Sungguh aku melihat bahwa Allah telah memberikan cahaya kedalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat".
________
📙Ad Daa' Wad Dawa' (76)

-----------
📝Ust Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy
📲Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Jangan engkau tanggalkan hijabmu wahai saudariku

💥Wahai saudariku...

Engkau bungkus jasadmu dengan hijab syar'i mu...

Namun engkau membukanya melalui status medsosmu...

========

☝🏻Inilah fenomena yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan yang terjadi pada kaum hawa diakhir-akhir ini...

•••Betapa mudah kita menemukan nama-nama para akhwat & ummahat di akun-akun mereka...
°°°Kita juga bisa menemukan aktifitas dan kegiatan rumah mereka melalui status-status mereka...
•••Tak sedikit kita jumpai keluhan mereka satu dengan lainnya...
°°°Para lelakipun bisa menilai kehidupan rumah tangga mereka...
•••Menu harianpun menjadi sajian utama...
°°°Semua orangpun bisa membaca dari mereka sebuah kriteria...

💥💥💥
Oh saudariku...

Mana hijabmu...??

Dengan statusmu engkau telah membongkar kriteria dan cara bicara yang engkau sembunyikan selama ini...

🍃Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

المرأة عورة إذا خرجت استشرفها الشيطان

"Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaithan akan menghiasinya".

☝🏻Kalian adalah aurat...
Dan kalian adalah fitnah bagi kaum lelaki...

🌿Dari Usamah bin Zaid -radhiyallahu 'anhu-;
Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ﻣَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﺑَﻌْﺪِﻯ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﺃَﺿَﺮَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang lelaki melebihi fitnah para wanita".
Muttafaqun 'alaih.

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman;

ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ

"Dijadikan indah pada pandangan manusia
kecintaan terhadap syahwat berupa wanita-wanita".
QS. Ali Imran: 14

👆🏻Jagalah diri kalian dari para serigala yang akan menerkam kalian...

>>>Statusmu adalah ucapanmu...
>>>Keluhanmu adalah kriteriamu...
>>>Kejadian harianmu adalah rahasiamu...
>>>Candamu adalah hak suamimu...
>>>Resep masakanmu adalah kebanggaan suamimu...
>>>Komentarmu adalah rasa malumu...

🔥Jika ini semua engkau nampakkan disosmed mu...
Maka seakan engkau telah menanggalkan hijabmu...

===>>Renungkanlah wahai saudariku...
Setiap untaian kata yang engkau tulis distatusmu..., adalah jatah waktu yang seharusnya engkau persembahkan untuk suami dan anakmu...

🔍Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-;

"Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya, waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan
untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab
yang pedih.
Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih
cepat dari berjalannya mendung, barangsiapa
yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya, selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti
kehidupan binatang ternak.
Ingatlah..., kematian lebih layak bagi orang yang
menyia-nyiakan waktu.
Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang melalaikan, untuk sekedar menghamburkan
syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak
bagi dirinya".
_______
📙Al Jawabul Kafi (109).

📌Demikianlah nasehat ringkas ini, semoga menjadi bahan renungan khususnya teruntuk saudari-saudariku seiman.

Barokallohu fiikum.

📝Ustadz Fauzan Al Kutawy
__________
📲 Wa Silsilahduruslinnisa📚