Jumat, 08 Januari 2016

ISTIDRAJ DALAM ISLAM

Bismiillahirrahmaanirrahiim
Assalammu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh,
📘Alhamdulillah, copas dr shbtsunnah/Bld, idzin share, smg bermanfaat.

"ISTIDRAJ DALAM ISLAM"

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
✅ 1. Sengaja meninggalkan shalat.
✅ 2. Sengaja meninggalkan puasa.
✅ 3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
✅ 4. Berat untuk bershadaqah.
✅ 5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
✅ 6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
✅ 7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
✅ 8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
✅ 9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I.
✅ 10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ ... Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.

Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.
Wallahu a'lam bishowab...

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Semoga bermanfaat dan semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada kita. Aamiin

(Walloohu a'lam,.
  ksh/09.1.'16 💐)

Senin, 04 Januari 2016

Jagalan ilmu dgn cara menyebarkannya

📚Jagalah ilmu dengan cara menyebarkannya.
==========

💥Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

من خزن علمه ولم ينشره ولم يعلِّمه: ابتلاه الله بنسيانه وذهابه منه؛ جزاءً من جنس عمله وهذا أمر يشهد به الحس والوجود

"Barangsiapa yang memiliki perbendaharaan ilmu namun tidak menyebarkan dan tidak pula mengajarkannya maka Allah akan menimpakan kepadanya kelupaan dan hilangnya ilmu tsb, sebagai balasan dari jenis perbuatannya, dan perkara ini disaksikan oleh panca indra serta kenyataan".
________
📙Miftah Daaris Sa'aadah (1/172).
__________
📝Ustadz  Fauzan Abu Muhammad Alkutawy
📲 Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Dampak Negatif Kemaksiatan

💥Dampak Negatif Kemaksiatan
========

🌹Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

"وللمعاصي من الآثار القبيحة المذمومة المُضِرّة بالقلب والبدن في الدنيا والآخرة ما لا يعلمه إلا الله، فمنها: حرمان العلم، فإنّ العلم نور يقذفه الله في القلب، والمعصية تطفئ ذلك النور.

ولمّا جلس الإمام الشافعي بين يدي مالك وقرأ عليه أعجبه ما رأى من وفور فطنته وتوقُّد ذكائه وكمال فهْمه، فقال: إني أرى الله قد ألقى على قلبك نورًا فلا تطفئه بظلمة المعصية"

"Dan pada maksiat itu terdapat dampak yang buruk dan jelek serta membahayakan hati dan anggota badan, baik didunia maupun diakhirat yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.
Diantara dampak negatif tersebut adalah:
Diharamkannya ilmu, karena ilmu itu adalah cahaya yang Allah tancapkan kedalam hati, sedangkan kemaksiatan memadamkan cahaya tersebut.

Tatkala suatu ketika Imam Asy Syafi'i duduk dihadapan Imam Malik, dan membacakan (hadits) didepannya, sehingga beliau takjub dengan kedalaman ilmunya, dan nampaknya kecerdasannya  serta sempurnanya pemahamannya hingga beliau berkata:

Sungguh aku melihat bahwa Allah telah memberikan cahaya kedalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat".
________
📙Ad Daa' Wad Dawa' (76)

-----------
📝Ust Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy
📲Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Jangan engkau tanggalkan hijabmu wahai saudariku

💥Wahai saudariku...

Engkau bungkus jasadmu dengan hijab syar'i mu...

Namun engkau membukanya melalui status medsosmu...

========

☝🏻Inilah fenomena yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan yang terjadi pada kaum hawa diakhir-akhir ini...

•••Betapa mudah kita menemukan nama-nama para akhwat & ummahat di akun-akun mereka...
°°°Kita juga bisa menemukan aktifitas dan kegiatan rumah mereka melalui status-status mereka...
•••Tak sedikit kita jumpai keluhan mereka satu dengan lainnya...
°°°Para lelakipun bisa menilai kehidupan rumah tangga mereka...
•••Menu harianpun menjadi sajian utama...
°°°Semua orangpun bisa membaca dari mereka sebuah kriteria...

💥💥💥
Oh saudariku...

Mana hijabmu...??

Dengan statusmu engkau telah membongkar kriteria dan cara bicara yang engkau sembunyikan selama ini...

🍃Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

المرأة عورة إذا خرجت استشرفها الشيطان

"Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaithan akan menghiasinya".

☝🏻Kalian adalah aurat...
Dan kalian adalah fitnah bagi kaum lelaki...

🌿Dari Usamah bin Zaid -radhiyallahu 'anhu-;
Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ﻣَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﺑَﻌْﺪِﻯ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﺃَﺿَﺮَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang lelaki melebihi fitnah para wanita".
Muttafaqun 'alaih.

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman;

ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ

"Dijadikan indah pada pandangan manusia
kecintaan terhadap syahwat berupa wanita-wanita".
QS. Ali Imran: 14

👆🏻Jagalah diri kalian dari para serigala yang akan menerkam kalian...

>>>Statusmu adalah ucapanmu...
>>>Keluhanmu adalah kriteriamu...
>>>Kejadian harianmu adalah rahasiamu...
>>>Candamu adalah hak suamimu...
>>>Resep masakanmu adalah kebanggaan suamimu...
>>>Komentarmu adalah rasa malumu...

🔥Jika ini semua engkau nampakkan disosmed mu...
Maka seakan engkau telah menanggalkan hijabmu...

===>>Renungkanlah wahai saudariku...
Setiap untaian kata yang engkau tulis distatusmu..., adalah jatah waktu yang seharusnya engkau persembahkan untuk suami dan anakmu...

🔍Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-;

"Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya, waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan
untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab
yang pedih.
Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih
cepat dari berjalannya mendung, barangsiapa
yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya, selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti
kehidupan binatang ternak.
Ingatlah..., kematian lebih layak bagi orang yang
menyia-nyiakan waktu.
Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang melalaikan, untuk sekedar menghamburkan
syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak
bagi dirinya".
_______
📙Al Jawabul Kafi (109).

📌Demikianlah nasehat ringkas ini, semoga menjadi bahan renungan khususnya teruntuk saudari-saudariku seiman.

Barokallohu fiikum.

📝Ustadz Fauzan Al Kutawy
__________
📲 Wa Silsilahduruslinnisa📚

Selasa, 15 Desember 2015

Hukum dan Adab di Media Sosial

Bismillahirrohmanirrohiim

Hukum dan Adab di Media Sosial,  Ust.  Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
01 Rabi'ul awal 1437 H/ 13 Desember 2015

Untuk masuk ke sebuah grup sebaiknya dengan :
1. Niat yang Ikhlas
2. Pastikan Efek nya positif saat kita bicara ataupun berkomentar, jika kita bicara dan membuat efek tidak baik walau pun benar maka lebih baik tidak berkomentar

Orang yang cerdas harus memikirkan efek dr apa yg kita sampaikan.

وَقُلْ لِّعِبَادِىْ يَقُوْلُوا الَّتِىْ هِىَ اَحْسَنُ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْؕ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
[QS. Al-Isra': Ayat 53]

3. Menggunakan bahasa yg lembut dan santun dlm berdakwah, karena tulisan tidak terlihat intonasi maka bisa jd salah arti

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."
[QS. Ali 'Imran: Ayat 159]

Bila d grup antum di caci maki bila mau membalas maka kembali kan lg ke hati apakah niat karena Allah
Bila menjawab baik maka kembali kan ke hati apakah diniatkan karena Allah atau agar dibilang lembut

4. Berkomentar dengan niat karena Allah, bukan krn berkomentar dgn bahasa santun agar di bilang lembut dlm berdakwah

5. Kalau kita mau terjun di ranah sosmed hrs membedakan ranah public dan ranah private. Jangan sampai chat yg ditujukan personal di share k grup atau k org lain

6. Kita harus memfilter tidak semua informasi yang kita dpt untuk di share k grup lain.
Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam telah bersabda,”Cukuplah bagi orang itu disebut pembohong apabila dia membicarakan setiap yang dia dengar,” (HR. Muslim)

7. Hati2 dengan ghibah d sosmed, menshare  informasi kekinian.
Semisal beritanya benar maka dinamakan ghibah, bila beritanya tidak benar maka jatuh nya fitnah. Maka lebih baik menanyakan kpd ulama0

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)

Karena itu sikap suka mencaci maki dan menuduh sesama umat Islam harus kita hindarkan dengan mutlak. Jangan sampai niat baik kita untuk berdakwah mengajak dan mengajarkan agama terkotori dengan cara-cara pisik sehingga kita sampai hati untuk mengeluarkan caci maki dan tuduhan yang tidak ada dasarnya.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا   َ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّاْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ  ؕ واتَّقُوا اللّٰهَ  ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
[QS. Al-Hujurat: Ayat 12]

8. Hati2 memberikan komentar di sosmed, walau pun jelas2 yg dikomentari salah

Karena bisa jd Allah mengampuni dosanya sedangkan anda yg mendapatkan dosanya

Bila ada yg membuka aib kita atau mencari kita maka jgn dibalas. Karena cukup Allah saja yang membalasnya

Dakwah sosmed :
1.Dakwah, sosmed adalah media dakwah yg sgt ampuh. Seleksi dalam memilih Artikel ataupun pemateri nya
2. Baca dulu sebelum d share, dan diamalkan
ga semua Artikel yg benar d share
3. Hati2 riya terselubung

Wallahu'alam bishowab

Minggu, 13 Desember 2015

Menyambung Lisan Ulama" bersama Ust. Muh. Nuzul Dzikri

Catatan kajian "Menyambung Lisan Ulama" bersama Ust. Muh. Nuzul Dzikri di Masjid as-Sunnah tanggal 1 Rabiul Awwal 1437H/12-12-15

Menuntut ilmu adalah ibadah yg sangatlah panjang.
Yaitu dari lahir sampai masuk liang lahat.
Karena lama, bisa dipastikan itu sangat sulit; karena istiqamah itu sulit.
Dan yg istiqamah pun belum tentu dapat ilmu yg bermanfaat. Contohnya adalah abdullah bin ubay bin salul yaitu gembong nya orang munafik. Ngaji nya sama Nabi ﷺ lagi di masjid Nabawi.
Makanya nabi mengajarkan doa tentang meminta ilmu yg bermanfaat dan berlindung dari ilmu yg tidak bermanfaat.

Nasihat yg bermanfaat dari syaikh Shalih al-Usaimi:
1. Seberapa dalam ilmu yg kita dapat tergantung seberapa hebat kita memuliakan ilmu tersebut.

Tancapkan kepada hati kita bahwa ilmu itu lebih mulia/tinggi dari pada dunia kita.
Ulama salaf mengatakan barang siapa yg tidak memuliakan maka ilmu tidak akan memuliakan dirinya.
Tanamkan pada diri kita bahwa kita yang butuh ilmu bukan ilmu yg butuh kita.
Imam Malik mengatakan ilmu itu didatangi bukan mendatangi.
Sesuatu yang besar itu dikejar.
Salah satu konsekuensi atau bukti dia memuliakan ilmu adalah kita memuliakan ahli ilmu.
Syaikh sulaiman ar-Ruhaily: Janganlah kalian lebih hina daripada binatang. Binatang beristighfar kepada ahli ilmu dan penuntut ilmu. Lalu kita menghina dan meremehkan ahli ilmu?
Dagingnya para ulama itu beracun.
Imam an-Nawawi: salah satu kunci sukses menuntut ilmu adalah memuliakan ahli ilmu.
Kalau kita telah menancapkan ke dalam hati kita bahwa ilmu lebih mulia daripada dunia maka kita tidak akan perhitungan dengan dunia untuk mendapatkan ilmu.
Ibnul Jauzi menjual dua rumah untuk keperluan menuntut ilmu.

2. Sesering apapun kita datang ke pengajian dan selama apapun kita di dunia pertakliman jangan lupakan hati kita. Jangan lupa bersihkan hati kita.

Kata para ulama hati ibarat gelas dan ilmu ibarat air.
Dan ini harus kita lakukan setiap saat.
Ibnu qudamah ulama itu sukses bukan hanya dengan tekun menuntut ilmu. Tapi karena mereka menata hati mereka.
Ibnu Taimiyah mengatakan tentang orang yg tekun menuntut ilmu namun sesat adalah: "Mereka diberi kecerdasan namun tidak diberi kebeningan hati."
Sahabat saja masih dikhawatirkan hatinya oleh Nabi ﷺ.
Ilmu itu tidak akan bermanfaat kecuali dituangkan ke dalam wadah suci, bersih, dan wadah itu adalah hati kita.
Syaikh shalih al-Fauzan mengatakan di depan para doktor dan mahasiswa: "Jangan sampai di benak kalian itu hanyalah gelar."

3. Nasihat dari syaikh asy-Syatsri
Yg lebih tepat dari hadits nabi tentang orang terbaik dari zaman jahiliyyah maka akan menjadi orang terbaik setelah dia masuk Islam idza(jika) faqquhu bukan faqqihu.
Faqquhu karena faqquhu lebih dalam dari pada faqqihu.
Kaidah dalam agama adalah sejatinya kaidah dalam kehidupan juga.
Derap langkah seorang muslim adalah selalu dilandasi dan dikembalikan ke kaidah dan dalil.
Mengamalkan ilmu itu dengan cerdas.

Kaidah dalam ilmu fiqih: barangsiapa yang mendalami ilmu fiqih maka hatinya akan lembut. Karena di dalam ilmu fiqih sangat luas terjadinya khilafiyah.

Satu ayat quran yang kita pelajari lebih berharga daripada seluruh harta yang dikumpulkan seluruh manusia. (Tafsir surat yunus ayat 58)

Imam Ali bin Madini majelis beliau ketika jika diadakan waktu dhuha besoknya maka para jamaahnya sudah hadir memenuhi masjid ba'da ashar hari ini.

Lulusan terbaik dari indonesia adalah ustadz Erwandi Tarmizi.

Ust Yazid diakui ilmunya oleh syaikh ali hasan al halabi dan syaikh ibrahim ar-Ruhaily.

Jabir bin Abdillah berjalan kaki sebulan untuk mencari satu hadits.

Minggu, 06 Desember 2015

BILA SIFAT IBLIS ADA PADAKU

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 23 Shafar 1437 H / 05 Desember 2015 M
📝 Materi Tematik | BILA SIFAT IBLIS ADA PADAKU
______________________________

BILA SIFAT IBLIS ADA PADAKU

Iblis...

Ketika mendengar namanya, terbayang di benak kita makhluk yang mengerikan, sangat buruk, jahat, dengan berbagai sifat tercela yang membuat kita lari darinya.

Seorang Muslim yang berakal tentu berusaha menjauh dari Iblis dan sangat takut terkena godaan dan tipu dayanya.

Akan tetapi, sadarkah kita bahwa ada sifat Iblis yang ternyata terkadang bahkan sering menjangkiti diri kita sebagai seorang Muslim, bahkan seorang thalibul 'ilmi, bahkan seorang ustadz sekalipun?

Sifat yang sangat tercela, dan menyebabkan ia terlaknat sejak Nabi Adam 'alaihi salam diciptakan sampai hari kiamat kelak..

Ya, itulah sifat takabbur atau sombong.

Sifat takabbur adalah sifat warisan Iblis, karena Iblislah yang pertama kali berakhlak dengan sifat ini.

Allah mengabarkan kepada kita tentang sifat Iblis ini dalam beberapa ayat Al Qur'an, diantaranya:

قالَ تعالى : " وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ * قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ " [ الأعراف :١١ - ١٢]

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakanmu, kemudian Kami membentuk (tubuhmu), kemudian Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kalian kepada Adam." Maka mereka sujud, kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

(Allah) berkata: "Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud ketika Aku perintahkan?" Iblis menjawab: "aku lebih baik dari dia (Adam), Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Engkau ciptakan ia (Adam) dari tanah".

(QS Al A'raf: 11-12)

Maka marilah kita perhatikan satu kalimat yang Iblis ucapkan:

"Aku lebih baik daripada dia.."

⇒ Kalimat yang lahir dari sifat sombong.

⇒ Kalimat yang menyebabkan murka Allah.

⇒ Kalimat yang menyebabkan Iblis terlaknat selama-lamanya.

⇒ Kalimat yang menyebabkan hilangnya kenikmatan surga yang semula ia rasakan dan berganti dengan ancaman siksa api neraka yang kekal abadi.

⇒ Kalimat yang menyebabkan jatuhnya kedudukannya yang semula mulia bersama para malaikat, menjadi sangat hina dan rendah di dalam Jahannam.

Betapa seringnya perasaan lebih baik dari orang lain ini menjangkiti kita.

Terkadang seorang yang memiliki harta yang banyak merasa lebih mulia dari pada yang berharta pas-pas-an...

Terkadang seorang yang cantik atau tampan merasa lebih baik daripada orang yang diberi kekurangan fisik...

Terkadang seorang yang berilmu meremehkan orang dengan pendidikan rendah...

Terkadang seorang yang memiliki nasab yang terhormat memandang hina orang biasa...

Bahkan terkadang orang yang telah mempelajari sunnah meremehkan orang belum dibukakan hatinya untuk belajar ilmu agama!

Subhanallah...

Ternyata perasaan seperti itu adalah hal yang harus dihilangkan dari dalam dada-dada kita, seorang Muslim. 

Namun, bila sifat ini terlanjur ada pada kita, bagaimana kita mengusirnya?

■ PERTAMA | Menyadari bahwa sombong hanyalah hak Allah semata, sementara makhluk tidak berhak menyamai Allah dalam sifat ini.

Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

"Kemuliaan adalah kain Allah dan kesombongan adalah selendang Allah, barangsiapa yang mencopot selendangKu, maka akan Aku adzab." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi berkata: "Makna mencopot selendangku adalah berakhlak dengan kesombongan tersebut."

■ KEDUA | Merenungkan sirah nabawiyah.

Seandainya manusia berhak untuk sombong, maka beliau shalallahu alaihi wa sallam lah yang paling berhak untuk memiliki sifat ini karena beliau adalah makhluk yang terbaik, akan tetapi beliau adalah manusia yang paling tawadhu'.

■ KETIGA | Mengingat ancaman dan balasan bagi orang yang sombong di hari kiamat nanti.

◆ Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadist dari Abdullah Ibnu Mas'ud:

"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar dzarrah (biji sawi)."

Seorang sahabat berkata: "Bagaimana dengan seseorang yang menyukai pakaian yang indah dan sandal yang bagus?".

Rasullullah menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, (tetapi) sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."

(HR Muslim)

◆ Dalam hadist yang lain, Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam:

"Barangsiapa yang menyeret tsaubnya (jubahnya) karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat."

(HR Bukhari)

■ KEEMPAT | Menyadari bahwa orang yang sombong akan dibenci dan ditinggalkan oleh manusia.

Karena tidak ada orang yang rela direndahkan dan diremehkan oleh orang lain.

Akhirnya, mari kita renungkan sebuah kisah seorang yang sombong dan Malik Bin Dinar.

Seorang yang sombong berjalan di hadapan Malik Bin Dinar, dan ia menampakkan kesombongan melalui cara berjalannya, maka Malik Bin Dinar menegurnya :

"Apakah kamu tahu bahwa cara berjalan seperti ini dibenci Allah?"

Orang itu menjawab: "Apa kamu tidak mengenalku?"

Maka Malik Bin Dinar menjawab: "Tentu, (engkau adalah) yang awalnya berasal dari air mani yang hina, dan akhirmu adalah bangkai yang kotor, sedangkan sekarang ini engkau adalah pembawa kotoran".

Maka orang sombong tersebut tersadar dan berkata: "Engkau telah membuatku mengenal diriku".

Maka, wahai kita yang sedang merasa bangga dengan diri kita sendiri,

Ingatlah bahwa setinggi apapun kedudukan kita...

Semulia apapun nasab kita...

Sebanyak apa pun harta kita...

Sebaik apa pun rupa kita...

Akhir kita adalah kematian...

Dan pakaian kita adalah kain kafan...

Sedangkan rumah kita adalah kuburan.

Maka apakah lagi yang akan kita sombongkan setelahnya?

✒Ummu Sholih
Di Kota AlMadinah AnNabawiyyah
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🌐 Website: 
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page: 
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv