Minggu, 23 Agustus 2015

Termasuk Tarbiah Allah kepadamu

"Termasuk Tarbiyah Allah kepadamu"
Oleh DR. Taufiq Ar Raqb

Allah punya banyak cara dlm mentarbiyah hamba2-Nya...

من تربية الله لك (1)...
قد يبتليك الله بالأذى ممن حولك حتى لا يتعلق قلبك بأي أحد لا أم ولا أب لا أخ ولا صديق، فيتعلّق قلبك بهِ وحده

(1) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Allah mengujimu dng gangguan & sesuatu yg menyakitkan dari orang di sekitarmu, sampai hatimu tidaklah bergantung kpd siapapun. Tdk kpd ibu, bapak, saudara, & teman. Akan tetapi, hatimu bergantung kepada-Nya saja.

من تربية الله لك (2) ...
قد يبتليك ليستخرج من قلبك عبودية الصبر والرضى وتمام الثقة به هل أنت راض عنه لأنه أعطاك؟ أم لأنك واثق أنه الحكيم الرحيم؟

(2) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia mengujimu dng tujuan menampakkan dari hatimu ibadah kesabaran, ridha, & percaya diri kpd-Nya. Apakah kamu ridha kpd-Nya dikarenakan Dia telah memberimu? Atau dikarenakan kamu percaya, bhw Dia adalah Zat yg penuh dng hikmah (dlm segala kehendak & perbuatannya) lagi Maha Penyayang ?

من تربية الله لك (3)...
قد يمنع عنك رزقا تطلبه لأنه يعلم أن هذا الرزق سبب لفساد دينك أو دنياك، أو أن وقته لم يأت، وسيأتي في أروع وقت ممكن

(3) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia mencegah darimu rezeki yg kamu minta, sebab Dia tahu bhw sesungguhnya rezeki tsb akan menjadi penyebab rusaknya agama atau duniamu. Atau, waktunya belum tiba & akan tiba pada saat terbaik yg memungkinkan.

من تربية الله لك (4) ...
قد ينغص عليك نعمة كنت متمتعاً فيها لأنه رأى أن قلبك أصبح "مهموما" بالدنيا فأراد أن يريك حقيقتها لتزهد فيها وتشتاق للجنة

(4) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Terkadang Dia tdk memberikanmu kenikmatan dng sempurna, yang kamu telah nikmati. Sebab, Dia melihat bhw hatimu telah menyukai dunia, lalu Dia berkehendak memperlihatkan padamu akan hakikat dunia, agar kamu dpt zuhud, memandang rendah pada dunia & merindukan surga.

من تربية الله لك (5)...
أنه يعلم في قلبك مرضاً أنت عاجز عن علاجه باختيارك.. فيبتليك بصعوبات...تخرجه رغماً عنك تتألم قليلاً...ثم تضحك بعد ذلك

(5) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Sesungguhnya Dia mengetahui penyakit di hatimu yg kamu tdk mampu mengobatinya sesuai dng kemauanmu, lalu Dia mengujimu dng kesulitan2 yg semuanya itu akan mengusir penyakit tsb walaupun kamu merasakan sedikit sakit & pedih, namun kmdn kamu akan tertawa setelah itu.

من تربية الله لك (6) ...
أن يؤخر عنك الإجابة حتى تستنفد كل الأسباب وتيأس من صلاح الحال ثم يُصلحه لك من حيث لا تحتسب حتى تعلم من هو المُنعم عليك

(6) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia menunda terkabulnya doamu shg kamu menghabiskan segala sebab & usaha (untuk mewujudkan harapan & cita2) & kamu berputus asa dari keadaan yg baik, namun kmdn Dia memperbaiki keadaanmu dari sekiranya kamu tdk menyangkanya, shg kamu mengetahui bhw Dia-lah yg menganugerahkan kenikmatan tsb terhadapmu.

من تربية الله لك(7)...
حين تقوم بالعبادة من أجل الدنيا يحرمك الدنيا حتى يعود الإخلاص إلى قلبك وتعتاد العبادة للرب الرحيم ثم يعطيك ولا يُعجزه

(7) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Ketika kamu sedang melaksanakan ibadah krn berniat mencari dunia, lalu Dia meng-halang2i kamu dari dunia sehingga niat ikhlas dapat kembali lagi ke hatimu, & kamu dpt terbiasa beribadah krn Rabb yg Maha Penyayang, kmdn akhirnya Dia memberikanmu (dunia tsb) & tdk melemahkan keikhlasanmu.

من تربية الله لك (8)...
أن يُطيل عليك البلاء ويُريك خلال هذا البلاء من اللطف والعناية وانشراح الصدر ما يملأ قلبك معرفة به حتى يفيض حبه في قلبك

(8) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia memperlama ujian & cobaan pada dirimu & Dia hendak memperlihatkan padamu di-sela2 cobaan ini; kasih sayang, pertolongan, & perasaan lapang dada yg memenuhi hatimu, yg kamu ketahui dng baik, shg kecintaan tsb memenuhi hatimu.

من تربية الله لك(9)...
أن يراك غافلا عن تربيته وتُفسر الأحداث كأنها تحدث وحدها فيظل يُريك من عجائب أقداره وسرعة إجابته للدعاء حتى تستيقظ وتُبصر

(9) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia melihat dirimu lalai untuk mendidik hatimu & menafsirkan semua kejadian2 se-akan2 semuanya terjadi dng sendirinya, kmdn Dia memperlihatkan padamu sebagian dari keajaiban takdir2Nya & pengabulan-Nya yg cepat thd doa, shg (ketika itu) kamu bisa bangun & sadar dari kelalaian tsb.

من تربية الله لك(10) ...
أن يعجل لك عقوبته على ذنوبك حتى تُعجّل أنت التوبة فيغفر لك ويطهرك ولا يدع قلبك تتراكم عليه الذنوب حتى يغطيه الرّان فتعمى

(10) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
(Terkadang) Dia mempercepat turunnya hukuman-Nya thd dirimu atas dosa2mu shg kamu dpt segera bertaubat, lalu Dia mengampunimu & menyucikanmu & tdk membiarkan dosa2mu terakumulasi & memenuhi hatimu, shg hatimu tertutup dng "ar-raan" (noda hitam) yg menyebabkan hatimu menjadi buta.

من تربية الله لك (11)...
أنك إذا ألححت على شيء مصراً في طلبه متسخطاً على قدر الله يعطيك إياه حتى تذوق حقيقته فتبغضه وتعلم أن اختيار الله لك كان خيرا لك

(11) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Sesungguhnya ketika dirimu terus menerus memelas memohon sesuatu serta marah2 thd qadar Allah (karena belum mengabulkan keinginanmu), maka Dia memberikan & mengabulkannya untukmu shg kamu dpt merasakan hakikat (keburukan hasil)nya, lalu kamu membencinya & kamu baru mengetahui (ketika itu) bhw pilihan Allah untukmu lebih baik bagimu.

من تربية الله لك (12) ...
أن تكون في بلاء ... فيُريك من هو أسوأ منك بكثير (في نفس البلاء) ... حتى تشعر بلطفه بك وتقول من قلبك: الحمد لله

(12) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu...
Suatu ketika kamu tertimpa cobaan, lalu Dia memperlihatkan kepadamu orang lain yg tertimpa cobaan yg sama denganmu, akan tetapi keadaannya jauh lebih buruk drpd dirimu, sehingga kamu dpt merasakan belas kasih-Nya thd dirimu & kamu mengatakan di dlm hatimu: Alhamdulillah.

'al[disingkat oleh WhatsApp]

Selasa, 18 Agustus 2015

MUSNAHNYA AMALAN

🔥 MUSNAHNYA AMALAN 🔥

Ibnul Qoyyim rahimahullâhu berkata :

<<Apabila ada yang bertanya, "bagaimana amal perbuatan bisa sirna tanpa menjadi murtad?"

Maka dijawab :
👉 Iya, Al-Qur'ân, as-Sunnah dan riwayat dari sahabat telah menunjukkan bahwa keburukan dapat menghilangkan kebaikan, sebagaimana kebaikan dapat membuat keburukan sirna.

💡Allâh Ta'âlâ berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

"Hai orang² yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut²nya dan menyakitinya. " (QS al-Baqoroh : 264)

💡Dan firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ َآمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صوت ِالنَّبِيِّ وَلَا تَجهروا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ ٍأَن تَحْبَطَأَ َأَعْمَالُكُمْ وَأَنتُم ْلَا تَشْعُرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengangkat suara kalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian mengeraskan perkataan sebagaimana kalian berbicara dengan keras diantara kalian, agar amalan kalian tidak hilang sedangkan kalian tidak merasakannya. " (QS al-Hujurât : 2)

🔆 Aisyah berkata kepada Ummu Zaid bin Arqam :

اخبري زيدا انه قد أبطل جهاده مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا أن يتوب -  لما بايع بالعينة

"Sampaikan kepada Zaid bahwa dia telah menghilangkan (pahala) jihadnya bersama Rasulullah tatkala dirinya bertransaksi dengan sistem jual beli 'inah (yang mengandung unsur riba) kecuali apabila ia bertaubat."

🔆 Imam Ahmad telah menegaskan hal ini sembari berkata :

ينبغي للعبد في هذا الزمان أن يستدين ويتزوج، لئلا ينظر إلى ما يحل له فيحبط عمله

"Sepatutnya seorang hamba di zaman ini bersikap religius dan menikah, agar ia tidak memandang kepada sesuatu yang tidak halal baginya sehingga amalnya pun sirna. "

👉 Ayat² yang berisi komparasi di dalam al-Qur'an menunjukkan hal ini, yaitu sebagaimana keburukan dapat hilang lantaran kebaikan yang lebih besar, maka demikian pula dengan pahala kebaikan yang dapat sirna oleh sebab kejelekan yang lebih besar darinya. >>

📚 Al-Wâbil ash-Shayib (hal 24) cet Dâr Ibnil Jauzî
📝 Redaksi Arab dishare oleh Ust Tauhidin Rusdi Sahal, dikutip dari catatan kaki kutaiyib (buku kecil) yang berjudul "Ta'zhîmus Sunnah" karya Abdul Qoyyum as-Sahaibânî
✏ Dialihbahasakan oleh Abû Salmâ Muhammad

----------------------
♻ Silsilah nasihat ke - 150
📝 Broadcast WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

Sabtu, 15 Agustus 2015

Istri yang Menjaga Diri Saat Suami Tidak Ada

🌺Istri yang Menjaga Diri Saat Suami Tidak Ada🌹

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡Allah ta’ala berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

🌻"Maka wanita-wanita yang shalihah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisa: 34]

📝#Beberapa_Pelajaran:

1) Wanita yang shalihah adalah wanita yang beramal shalih, dan suatu amalan tidaklah disebut sebagai amal shalih kecuali terpenuhi padanya dua syarat:

➡Pertama: Ikhlas, dilakukan semata-mata karena Allah ta’ala, bukan untuk dipertontonkan dan mengharap pujian manusia.

➡Kedua: Meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak berbuat bid’ah atau mengada-ada dalam agama.

2) Dalam ayat yang mulia ini Allah ta’ala menjelaskan tentang sifat wanita shalihah adalah yang senantiasa taat kepada Allah, dan taat kepada suami.

➡Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

أي: مطيعات لله ولأزواجهن

“Maknanya: Wanita-wanita yang taat kepada Allah, dan kepada suami-suami mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/294 no. 9319]

3) Demikian pula Allah ta’ala menerangkan bahwa wanita shalihah adalah yang memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada.

➡Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

يعني: حافظات لأنفسهن عند غيبة أزواجهن عنهن، في فروجهن وأموالهم، وللواجب عليهن من حق الله في ذلك وغيره

“Maknanya: Wanita-wanita yang menjaga diri-diri mereka ketika suami-suami mereka tidak ada, yaitu menjaga kemaluan dan harta suami, serta menjaga hak Allah yang diwajibkan atas mereka dalam hal tersebut maupun dalam hal lainnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/295]

➡Maka menjaga diri yang dimaksud adalah menjaga kemaluannya dari zina dan menjaga harta suami, sehingga mencakup makna menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengantarkan kepada zina, karena Allah ta’ala telah melarang zina dan melarang semua perbuatan yang mengantarkan kepada zina, seperti:

• Memandang laki-laki lain yang bukan mahramnya, apakah secara langsung maupun melalui media.

• Berbicara kepada laki-laki lain dengan bersenda gurau atau melembutkan suara, terlebih membicarakan hal-hal yang tidak penting, sama saja apakah secara langsung maupun melalui media-media sosial atau melalui HP, SMS, WA, BBM dan lain-lain.

• Menampakkan aurat atau mempertontonkan kecantikan (tabarruj).

• Campur baur (ikhtilat) dengan kaum lelaki, baik di tempat kerja, sekolah dan lain-lain.

• Bersentuhan dengan laki-laki non mahram, hingga berdua-duaan. Semua ini adalah sarana yang mengantarkan kepada zina maka harus dijauhi. Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Isra: 32]

4) Hendaklah suami dan istri bertawakkal kepada Allah ta’ala dalam penjagaan terhadap diri dan pasangannya dari perbuatan-perbuatan dosa dan semua kejelekan, sebab Allah ta’ala Dia-lah yang menjaga, bukan diri-diri kita yang lemah, inilah makna firman Allah ta’ala, “Memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

➡Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata,

أي: مطيعات لأزواجهن حتى في الغيب تحفظ بعلها بنفسها وماله، وذلك بحفظ الله لهن وتوفيقه لهن، لا من أنفسهن، فإن النفس أمارة بالسوء، ولكن من توكل على الله كفاه ما أهمه من أمر دينه ودنياه

“Maknanya: Wanita-wanita yang taat kepada suami-suami mereka meski ketika suami-suami mereka sedang tidak ada, maka seorang wanita shalihah tetap menjaga dirinya dan harta suaminya. Dan itu karena penjagaan Allah dan taufiq-Nya terhadap mereka, bukan karena diri-diri mereka; karena nafsu selalu memerintahkan kepada kejelekan, akan tetapi barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya dalam perkara yang penting baginya, baik dalam agamanya maupun dunianya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 177]

5) Ayat yang mulia ini juga mengandung perintah kepada para suami untuk lebih berbuat baik kepada istri shalihah yang memiliki sifat-sifat tersebut.

➡Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

وفي الكلام متروك استغني بدلالة الظاهر من الكلام عليه من ذكره، ومعناه: فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله، فاحسِنوا إليهن وأصلحوا

“Dalam ayat ini ada bagian yang tidak disebutkan karena penunjukkannya sudah jelas sehingga tidak perlu disebutkan, yaitu: “Wanita-wanita yang shalihah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada”, maka hendaklah kalian wahai para suami berbuat baik dan melakukan perbaikan kepada mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/297]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌐Sumber: http://sofyanruray.info/istri-yang-menjaga-diri-saat-suami-tidak-ada/

✏Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

📡Disebarkan oleh Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
➡WA Ta'awun Dakwah: 08111377787
➡Web: www.taawundakwah.com
➡Fb: www.facebook.com/taawundakwah

Selasa, 11 Agustus 2015

KESALAHAN WANITA DI TAHUN 2015:

Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى :

Ujian ujian wanita akhir zaman

KESALAHAN WANITA DI TAHUN 2015:

1. Tabaruj

Soal warna baju tdk ada dalil khusus hrs berwarna hitam, biasanya warna mengikuti urf negeri setempat. Asal tdk berwarna warna terang dan beraneka warna antara jilbab dan gamis, tdk menarik perhatian ajnabi. Pada hakekatnya fungsi hijab untuk menutupi kecantikan perhiasan wanita. Bgitu jg dgn motif dan renda, itu bs mengikuti urf, selama semua tdk berlebihan.

Di Indonesia renda dan motif itu sdh biasa dalam baju sehari hari, jd tdk terlalu menarik perhatian selama tdk berlebihan. Walau ahsannya tetap sesederhana mngkn. Ada jg yg polos tp harganya mahal terlihat berlebihan, itu kdg malah terlalu menarik perhatian. Jadi sederhana dan tetap ikuti urf negeri setempat dan tdk berlebihan.

2. Suka belanja

Belanja yg mewah ketika punya uang, belanja KW bila tdk punya uang. Sering memaksakan kehendak mengikuti hawa nafsu.

3. Mementingkan karir daripada keluarga, suami dan anak2.

4. Tidak mengasuh anak, anak lbh sering diasuh oleh pengasuh.

5. Senang berdandan saat keluar rumah. Sedangkan didalam rmh tdk pernah berhias untuk suami.

6. Banyak menuntut hak yang sama dengan hak laki2 yg bukan pada tempatnya.

Contoh: Suami memberikan uang lbh banyak kepda ibu kandung dr pd mertua, itu diperbolehkan. Istri tdk boleh menuntut suami hrs memberikan sama antara ibu kandung suaminya dgn ibu kandung istri.

7. Lebih senang suami ketahuan selingkuh daripada berpoligami.
Seorg istri dipoligami bukan berarti suami tdk mencintainya lagi. Itu adalah pemikiran kaum khurafat.

8. Tidak patuh kepada suami yang berpenghasilan lebih kecil dibanding penghasilannya.

9. Menjadikan artis terkenal sebagai panutan.

10. Suka bernyanyi, bersenandung, senang kongkow2 di cafe dibanding di rumah mengasuh anak2nya.

11. Sering mengunjing/mengghibah. Lebih senang nonton acara tv ghibah.

12. Merasa lebih tinggi derajatnya dibanding org2 yang baru mengenal sunnah.

13. Senang belajar menuntut ilmu, tapi lupa mengamalkannya. Senang kekajian ilmu tapi lupa untuk mengamalkannya. Ilmu menguap bgitu saja sepulang dr kajian.

Itu lah kerusakan2 wanita dijaman sekarang, ini adalah tanda akhir jaman, dimana kondisi wanita berubah, menjadi rusak akhlaknya, fitnah tabbaruj, dan fitnah zina dimana mana.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Alloh sampai kematian menjemput kita kembali.

Wallahu a'lam

Fenomena Ruwaibidhoh

📌FENOMENA RUWAIBIDHOH✨

✏ Ustadz Aan Chandra Thalib (Mahasiswa Universitas Islam Madinah)

Disebuah negeri entah berantah..
Semua bisa serba instan..
Dengan mengandalkan ketrampilan mengolah kata, seseorang bisa dengan mudah di ustadzkan..
Dengan Modal Al Qur'an dan terjemahannya seseorang bisa langsung menafsirkan Al-Qur'an.

Ada lagi yang masuk Islam hari ini, besoknya langsung jadi da'i. Asal bisa bahasa arab sedikit, ditambah Lap Top atau Tablet langsung buka pengajian dan punya murid plus nongol di tv.

Sesekali jadi aktor buat film "religi" di bulan Ramadhon.
Karena merasa disaingi oleh sang da'I, artis juga tak mau kalah.

Sambil megang gitar tua, sang artis tanpa malu-malu berfatwa pada masaalah-masalah yang memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi.
Iya, berfatwa pada masaalah-masaalah yang seandainya ditanyakan pada Umar, niscaya dia akan mengumpulkan ahli badr untuk mencari jawabannya.

Kabar terakhir yang saya terima, ada mentalis yang tiba-tiba jadi mufassir..
Konon tafsirnya "luar biasa".
Iya, "luar biasa" karena keluar dari yg biasa..

Di negri itu juga..
Semua orang -kecuali yang dirahmati Allah- merasa kurang kalau tidak bicara soal agama, tak peduli apa latar belakang pendidikannya.
Bahkan merupakan sesuatu yang WAH dan perlu mendapat apresiasi apabila ada orang bicara bukan pada bidangnya.
Dengan gelar Prof. Dr. Anda bebas untuk bicara dibidang apa saja yang anda mau..

Senin Jadi Pakar Hukum
Selasa Jadi Pengamat Ekonomi
Rabu Jadi Kriminolog
Kamis Jadi Pengamat Politik
Jum'at Jadi Khotib
Sabtu Jadi Ahli Komunikasi
Ahad Jadi Komentator Bola.
Biar keren, tak perlu panggil Ust. Cukup "Cendikiawan Muslim" saja.

Jurusnya gak jauh-jauh dari:
Menurut saya...
Menurut hemat kami...
Menurut pengamatan saya...
Saya sih melihatnya boleh-boleh saja...
Si awam ya iya-iya saja..

Padahal...
“Ilmu itu adalah agama, maka perhatikan dari siapa kamu mengambil agamamu” (Ibnu Sirin)

Para salaf terdahulu sangat takut untuk mengomentari sesuatu tanpa ilmu. Mereka takut kalau tergelincir walau sejengkalpun dari petunjuk rabbani.
Ibnu Abi Malikah -rahimahullah- mengatakan : Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallaahu 'Anhu pernah berkata : ‘Bumi mana yang akan ku pijak, dan langit mana yang akan sanggup menaungiku, jika aku berkata tentang ayat dari kitab Allah dengan ra’yuku (pendapatku) atau dengan apa yang aku tidak tahu.’

Dalam taarikh Dimasyq Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa Atho Ibnu Rabah -rahimahullah- pernah ditanya tentang sesuatu. Beliau menjawab:
"Aku tidak tahu". Penanya tadi berkata: Tidakkah engkau mau mengutarakan pendapat pribadimu dalam masaalah ini..? Atho menjawab:

إني أستحي من اللَّه أن يدان فِي الأرض برأيي
"Aku malu pada Allah, jika orang-orang dimuka bumi ini beragama dengan pendapatku"

Bandingkan sifat kehati-hatian salaf dengan sifat sebagian orang saat ini, yang ilmunya tidak sampai sepersepuluh dari ilmu mereka, namun lagaknya sudah seperti mujtahid mutlak, begitu gampangnya menghukumi sesuatu atau mengomentari sesuatu.

Sebagai catatan:
Apapun Latar belakang pendidikan seseorang tak jadi masaalah, hanya saja kenalilah kapasitas diri. Setiap bidang punya ahlinya.
Bagi penuntut ilmu, fenomena diatas bukan hal yang mustaghrab (patut dianggap aneh) sebab Rasulullah shallahu alaihi wasallam telah jauh-jauh hari mengabarkan akan munculnya fenomena ini
Sahabat Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- mengatakan; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah)

Manyikapi fenomena diatas marilah sejenak Bersama Petunjuk Rabbani:
Allah azza wa jalla berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [QS Al Isra`: 36]

Dia juga berfirman:

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
“Janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram.” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” [QS An Nahl: 116]

Dan firman-Nya:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata." [QS Yusuf: 108]

Dua Ayat pertama diatas mengandung pelarangan berbicara tanpa ilmu.
Adapun ayat selanjutnya menerangkan bahwa apabila kita ingin berdakwah, hendaklah melandasi dakwah kita dengan hujjah berupa ilmu dan dalil dari Al Quran maupun hadits.
Apabila seseorang berdakwah tanpa landasan ilmu maka bisa jadi dia menyangka telah menyeru kepada kebaikan, namun pada kenyataannya dia telah menyeru kepada kesalahan dan kebid'ahan. Na'udzubillahi min dzalik.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah berkata:

"....Jika hal itu (ilmu dan fiqih) menjadi tolak ukur seluruh amal sholih, maka wajib bagi pelaku amar ma’ruf nahi munkar untuk memenuhi keriteria tersebut dalam dirinya, dan tidak dikatakan amal sholih apabila dilakukan tanpa ilmu dan fiqih, sebagaimana pernyataan Umar bin Abdil Aziz: “Orang yang menyembah Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkannya labih besar dari kemaslahatan yang dihasilkannya”
Beliau melanjutkan...
Ini sangat jelas, karena niat dan amal yang tidak disertai ilmu merupakan kebodohan, kesesatan dan (bentuk) pengekoran terhadap hawa nafsu. Maka dari itu ia harus mengetahui yang ma'ruf dan yang munkar serta dapat membedakan keduanya. Ia juga harus memiliki ilmu tentang apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang.” (Secara ringkas dari Majmu Fatawa 28 hal: 135-137. Jilid: 14 bagian ke dua hal: 78 untuk cetakan Daarul wafaa' ).

Semoga catatan singkat ini bermanfaat untuk saya dan pembaca.

NASEHAT DAN TELADAN IMAM SYAFI'I

Assalamualaikum saudariku...
Barokallahufiykum...

🌷NASEHAT DAN TELADAN IMAM SYAFI'I
rahimahullahu Ta'ala

👤Oleh :
Ustadz. Abdul Basith, Lc Hafidzahullah

Siapakah yang tidak mengenal imam
Syafi'i?, terlebih kita yang tinggal di negeri
ini, tentunya telinga kita tidak asing
mendengar nama beliau. Beliau adalah
seorang ulama besar yang diakui karena
keluasan dan kedalaman ilmu agamanya.

⏩Berikut ini nasehat dan teladan dari imam
Syafi'i rahimahullahu Ta'ala:

🔰AGAR TIDAK UJUB DENGAN AMAL KITA
ﺇﺫﺍ ﺧﻔﺖ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﺠﺐ، ﻓﺎﺫﻛﺮ ﺭﺿﻰ ﻣﻦ ﺗﻄﻠﺐ، ﻭﻓﻲ ﺃﻱ ﻧﻌﻴﻢ
ﺗﺮﻏﺐ، ﻭﻣﻦ ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺗﺮﻫﺐ، ﻓﻤﻦ ﻓﻜﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﺻﻐﺮ ﻋﻨﺪﻩ ﻋﻤﻠﻪ .
"Apabila engkau takut tertimpa penyakit ujub
ketika engkau beramal, maka ingat-ingatlah
selalu:
🌿1. Ridha siapa yang engkau cari?
🌿2. Kenikmatan apa yang engkau inginkan?
🌿3. Hukuman apa yang engkau takuti?,
Barang siapa yang memikirkan hal itu, maka
dia akan menganggap amalannya kecil".
* Banyak diantara kita yang terkena sifat
ujub, merasa bangga bisa shalat, bisa
sedekah, bisa puasa, bisa haji, bisa umroh,
dsb. Padahal yang memberi taufik dan
kemudahan kepada kita dalam
melakukannya adalah Allah Tabaaroka wa
Ta'ala.

🔰BEKAL YANG JELEK
ﺑﺌﺲ ﺍﻟﺰﺍﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﺩ ﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ .
"Sejelek-jelek bekal menuju akhirat adalah
mempunyai permusuhan dengan manusia".
* Jangan memusuhi orang yang tidak
bersalah, apalagi memusuhi orang yang
mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

🔰KEDERMAWANAN
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺤﻜﻢ : ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﺳﺨﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻤﺎ ﻳﺠﺪ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻤﺮ
ﺑﻨﺎ، ﻓﺈﻥ ﻭﺟﺪﻧﻲ، ﻭﺇﻻ ﻗﺎﻝ : ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻟﻤﺤﻤﺪ ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀ : ﻳﺄﺗﻲ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ،
ﻓﺈﻧﻲ ﻻ ﺃﺗﻐﺪﻯ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﻲﺀ .
Ibnu Abdil Hakam menceritakan: imam
Syafi'i adalah orang yang paling dermawan,
dan dahulu beliau pernah melewati kami, jika
beliau mendapatiku maka (beliau
mengajakku bersamanya), namun jika beliau
tidak mendapatiku, maka beliau berpesan:
kalau Muhammad sudah datang, suruhlah
dia ke rumahku, karena aku tidak akan
makan siang sampai dia datang.
* Tidak ada yang lebih indah dalam hidup
kita tatkala bisa berbagi kebahagiaan
dengan sesama, walaupun hanya dengan
memberi sesuap nasi atau setetes air
minum. Masih banyak saudara kita yang
hidupnya berteman dengan rasa lapar dan
dahaga.

🔰MEMANFAATKAN WAKTU MALAM
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ : ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺪ ﺟﺰﺃ ﺍﻟﻠﻴﻞ : ﻓﺜﻠﺜﻪ ﺍﻷﻭﻝ
ﻳﻜﺘﺐ، ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻳﺼﻠﻲ، ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﻳﻨﺎﻡ .
Ar- Robi' bin Sulaiman menuturkan: bahwa
imam Syafi'i membagi malamnya menjadi
tiga bagian, sepertiga malam pertama untuk
menulis, sepertiga malam kedua untuk
melaksanakan shalat, dan sepertiga malam
ketiga untuk istirahat tidur.
* Waktu malam amatlah panjang, jangan kita
perpendek dengan tidur kita.

🔰KEMAHIRAN PANAH
Imam Syafi'i termasuk orang yang sangat
menyukai memanah. Beliau bercerita:
ﻭﻛﻨﺖ ﺃﺻﻴﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﺮﺓ ﺗﺴﻌﺔ
Ketika aku memanah, sembilan panahku
mengenai sasaran dari sepuluh panah yang
aku lempar.
* Bekali diri kita dengan keterampilan bela
diri, atau memanah, atau naik kuda, arau
berenang, dsb. Agar kita dapat menjaga dan
melindungi diri kita.

🔰JANGAN SAMPAI KENYANG
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ، ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻳﻘﻮﻝ : ﻣﺎ ﺷﺒﻌﺖ ﻣﻨﺬ ﺳﺖ ﻋﺸﺮﺓ
ﺳﻨﺔ ﺇﻻ ﻣﺮﺓ، ﻓﺄﺩﺧﻠﺖ ﻳﺪﻱ ﻓﺘﻘﻴﺄﺗﻬﺎ . ﺭﻭﺍﻫﺎ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ ﻋﻦ
ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ، ﻭﺯﺍﺩ : ﻷﻥ ﺍﻟﺸﺒﻊ ﻳﺜﻘﻞ ﺍﻟﺒﺪﻥ، ﻭﻳﻘﺴﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻭﻳﺰﻳﻞ
ﺍﻟﻔﻄﻨﺔ، ﻭﻳﺠﻠﺐ ﺍﻟﻨﻮﻡ، ﻭﻳﻀﻌﻒ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ
Ar- Robi' menceritakan kepada kami: aku
pernah mendengar imam Syafi'i
mengatakan: selama 16 tahun, aku tidak
pernah makan sampai merasakan kenyang
kecuali sekali saja dan itupun aku
muntahkan. Karena rasa kenyang itu dapat
memberatkan badan, mengeraskan hati,
menghilangkan kecerdasan, membuat ingin
tidur, dan melemahkan untuk beribadah.
* Makan dan minumlah, namun jangan
berlebih-lebihan.

🔰MEMILIH DAN MENGIKUTI SABDA NABI
ﻗﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺻﺢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻬﻮ ﻣﺬﻫﺒﻲ، ﻭﺇﺫﺍ ﺻﺢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ، ﻓﺎﺿﺮﺑﻮﺍ
ﺑﻘﻮﻟﻲ ﺍﻟﺤﺎﺋﻂ .
Beliau berkata: Apabila sebuah hadits
ditetapkan shahih, maka hadits tersebut
adalah mazhabku, dan apabila datang
sebuah hadits shahih, maka lemparkanlah
perkataanku ke tembok.
* Jauhkan diri kita sikap fanatik, baik fanatik
terhadap orang ataupun golongan. Kita
hanya boleh "fanatik" kepada Nabi
Muhammad, yang maksum (terjaga dari
kesalahan), sedangkan manusia lainnya tak
dijamin terjaga dari kesalahan dan
kekeliruan.
______
🌹Nasehat dan teladan imam Syafi'i diatas,
dinukil dari kitab Siyar a'lam an-Nubala',
karya imam adz-Dzahabi

Sabtu, 25 Juli 2015

Amanah yang Terabaikan (fiqih thaharah wanita)


Bismillahirrahmanirrahiim...

Kajian fiqih wanita 10/6/2015

Amanah yang Terabaikan (fiqih thaharah wanita)

Oleh: Arfah Nur Laila, Lc

Tafsir Amanah

Allah berfirman dlm surat Al Ahzab: 72, yg artinya,
Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):72 - Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Manusia bersifat dzalim dan cenderung bodoh.

Allah memberi nikmat:
- menciptakan kita
- memberi kita hidayah

Tafsir Amanah menurut Ibnu Katsir

1. Tanggung jawab syar'i

2. Agama

3. Hukum-hukum Allah

4. Shalat

5. Puasa

6. Mandi Besar (mandi janabah)

Thaharah meripakan slh stu amanah yg dibebankan Allah kpd manusia. Thaharah termasuk didlm hukum2 Allah.
Kaitannya thd kesemua poin diatas krn kita hrs berthaharah sebelum melakukan ke 6 poin diatas.

Laki2 berbeda dgn perempuan, seperti firman Allah blm surat Ali Imran: 36,

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):36 - Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".

Mengapa thaharah terabaikan?

- bnyk org yg menyepelekan masalah thaharah
- malu/enggan mempelajari thaharah
- thaharah adl rahasia antara hamba dgn Rabbnya
- lupa thd urgensi thaharah

Urgensi thaharah menurut Rasulullah,
"Allah tdk menerima shalat kalian sebelum berwudhu"

Ancaman thd org yg mengabaikan thaharah:

"Bersihkanlah diri dri kencing krn kebnykan siksa kubur berasal krn sebab bekas kencing tsb"

Laki2 dan perempuan adalah berbeda kecuali utk pahala akhirat.

HUKUM CAIRAN YANG KELUAR DARI KEMALUAN WANITA

1. Cairan yg keluar dri jln kencing
Wadi, keluar dari jalan kencing dan hukumnya najis dan membatalkan wudhu.

2. Cairan yg keluar dri jln lahir

A. shufrah dan kudrah (flek)
• Shufrah, cairan berwarna kuning
• Kudrah, cairan warna kemerahan

● Hukumnya:
▪ dilihat masa keluarnya misalnya spt haid.
Akhir haid ditandai dgn cairan putih/bening diakhir haid. Jika shufrah dan kudrah masih keluar diantara masa haid, maka hukumnya sama spt haid.

▪ keluar di masa suci, misalnya ia haid biasa selama 5 hri, kemudian setelah masa haid slsi misalnya keluar shufrah dan kudrah di hari ke 15 maka hukumnya itu suci dan tdk najis.
Dalilnya hadist yg berkata
"Kami tdk anggap apa2 shufrah dan kudrah di masa suci."

Walaupun suci dan tdk najis tapi shufrah dan kudrah ini hukumnya spt kentut yang membatalkan wudhu kecuali jika keluar terus menerus maka itu dianggap sakit.

B. madzi
Yaitu cairan yg licin, ringan, keluarnya mengalir dan ketika tergeraknya syahwat.

Hukumnya:
▪ najis
▪ membatalkan wudhu
Madzi tdk harus mandi janabah.

C. keputihan
Cairan kental, elastis, mengalir, dan tdk memancar, berwarna putih atau kuning

Keputihan:
- normal (putih, bening, tdk berbau)
- penyakit (berbau, berwarna abu2)

Hukum keputihan:
• suci tdk najis.
• keputihan tdk membatalkan wudhu krn cairannya dihukumkan spt dahak.

Namun ada pendapat yg mengemukakan bhw keputihan juga spt kentut, suci namun membatalkan wudhu. Namun jika terus menerus dihitung sbg penyakit dan tdk membatalkan wudhu.

D. mani
Cairan kuning, keluarnya memancar, dgn syahwat, berbau spt bau putih telur atau tumbuhan

Hukumnya ada 2 pendapat:
• suci
Apabila mani nempel ke pakaian, jika kering hny dikerik dan jika basah dilap, maka pakaian tsb msh bisa dipakai shalat. Pendapat ini adalah yg terkuat, walaupun suci mani ini adalah pembatal terbesar bagi manusia yg mengeluarkan mani. Jadi wajib mandi besar dan wudhu.

• najis
Apabila kering cukup dikerik, apabila basah maka wajib dicuci.

Mani keluar tanpa syahwat (ketika cuaca dingin atau kecelakaan, dan tdk diwajibkan mandi namun hrs wudhu) dan dengan syahwat (wajib mandi janabah dan wudhu, baik mimpi ataupun bersetubuh).

E. darah haid

PERBEDAAN MANDI JANABAH DAN MANDI HAID

1. Penggunaan daun bidara (jaman skrg sabun, shampoo)

Sangat dianjurkan ketika mandi haid namun tdk saat mandi janabah.

2. Ketika mandi haid dianjurkan bersungguh2 dlm menggosok badan terutama kepala dan membuka kepangan rambut.

Mandi janabah dibolehkan utk tdk membuka kepangan rambut.

3. Ketika mandi haid disunnahkan utk mengulang2 mandi (saat itu). Sdgkan pd mandi janabah cukup skli sj.

4. Ketika mandi haid tdk ada perbedaan antara wudhu sebelum mandi atau sesudahnya. Sdgkan mandi janabah disunnahkan SEBELUM mandi.

5. Penggunaan minyak wangi setelah mandi haid. Sedangkan pd mandi janabah tdk ada anjuran tsb.

Kenapa mandi haid lebih diperhatikan?

Krn mandi haid hanya sebulan sekali, dan mandi janabah bisa tiap hari.

HAID DAN ISTIHADHAH & NIFAS

HAID DAN ISTIHADHAH

Perbedaannya

1. Tempat keluar

Haid adl darah alami yg keluar dlm masa tertentu keluar dri dinding rahim

Istihadhah adl darah yg keluar krn penyakit yg keluarnya dri pembuluh darah

2. Sebab

Haid tjd pemisahan membran internal rahim dan robeknya penyempitan pembuluh darah.

Istihadhah tjd krn adanya penyakit didlm rahim (mikroba atau infeksi atau tumor)

3. Sifat

Haid berwarna hitam/merah pekat, kental, berbau busuk, tdk menggumpal

Istihadah berwarna merah terang, cair, aroma darah biasa, setelah keluar lngsng menggumpal.

4. Waktu keluar

Haid keluar usia pubertas smp wkt menopouse

Istihadhah tdk waktu tertentu.

5. Masa keluar

Haid minimal 24 jam, maksimal 8 sampai 15 hri

Istihadhah, tdk ada batas masa minimal atau maksimal.

JENIS - JENIS ISTIHADHAH

1. Darah anak kecil

Merupakan darah yg keluar dri anak sebelum usia baligh (sebelum 9th).

2. Darah setelah menopouse

Adl darah yg keluar setelah masa menopouse dan darah tsb diluar kebiasaan ketika ia masih masa subur. Usia menopouse menurut para ulama adl 50-60thn sdgkan menurut medis adl 45-55th.

3. Darah wanita hamil

Darah yg keluar dri wanita hamil. Jika darah itu keluar maka ia tdk apa utk shalat.

4. Darah yg lebih sebentar dari masa minimal haid

Merupakan darah yg keluar lebih sebentar dri masa minimal haid (kurang dri 24 jam)

5. Darah yg lebih lama dari masa maksimal haid

Merupakan darah yg keluar lebih lama dri masa maksimal haid atau lebih lama dri kebiasaan haidnya atau merupakan darah yg keluar lebih lama dari masa maksimal nifas.

6. Darah yg keluar lagi setelah suci dari haid

Darah yg keluar lg setelah suci dri haid dan sebelum mencapai masa minimal suci antara 2x haid.
Masa minimal suci antara 2x adl 13 hari.
Misal kebiasaan haid 10hri, namun smp hri ke 13 msh keluar darah maka 3 hri diluar masa haid itulah istihadhah.
Jika haid terputus kemudian keluar lg maka itu termasuk haid.

7. Darah akibat operasi

Merupakan darah yg keluar setelah operasi kandungan. Atau operasi pengangkatan rahim atau pengangkatan tumor.

MASALAH HAID DAN ISTIHADHAH

1. Masa minimal

Menurut medis masa minimalnya 24 jam. Siklus normal 2-7 hari.

2. Hadist Rasulullah menunjukkan bhw keluar haid adalah merupakan tanda kosongnya rahim dri kehamilan.

Paramedis berpendapat bhw keluarnya darah ketika hamil adl krn penyakit

3. Masa minimal suci antara 2x haid adl 15 hari

PERBEDAAN HUKUM2 HAID DAN ISTIHADHAH

1. Haid

Tdk boleh puasa, shalat, thawaf, tdk boleh menyentuh mushaf Alquran yapi boleh membacanya tanpa menyentuh mushaf (kalo aplikasi Alquran di ponsel dan tablet itu boleh), tdk boleh berdiam diri di masjid (kalau dauroh atau kajian sebaiknya diluar area shalat), tidak boleh sujud tilawah dan sujud.

Tidak boleh bersenggama, tdk boleh dicerai, rujuk juga iddah.

2. Istihadhah

Hukumnya sama seperti wanita suci tp jika mau shalat ia harus wudhu (setiap waktu shalat ia wajib wudhu).

Jika ia ingin shalat sunnah yg tdk menyambung dgn shalat wajib ia juga wajib wudhu.

Setiap waktu shalat harus membersihkan kemaluan dan mengganti pembalutnya sebelum berwudhu.

NIFAS

Keluar ketika melahirkan dan setelah melahirkan. Bila tjd kontraksi sebelum melahirkan itu termasuk nifas namun jika tdk ada kontraksi itu termasuk istihadah.

Jika keguguran, janinnya sdh terbentuk manusia ia termasuk nifas. Klo belum berbentuk manusia itu termasuk istihadah (kandungan berusia 80hari)

1. Masa minimal nifas

Tidak ada batas minimal masa nifas, bs jd wanita tsb berhenti nifas sebelum 40hri.
Maka wanita tsb mandi, shalat, dan puasa.

2. Maksimal nifas

Jika kebiasaannya mandi bersuci ketika sdh 40 hari nifas, maka darah keluar setelah 40 hari adalah istihadhah.

***

Sesi tanya jawab

1. TATA CARA MANDI JANABAH

1. Mencuci kemaluan
2. Berwudhu
3. Mencuci sebagian kanan dri kepala, dilanjutkan bagian kiri
4. Dilanjutkan diguyur seluruh badan sebelah kanan dlu baru bagian kiri.

2. "Kentut" dari kemaluan wanita tdk membatalkan wudhu.

● Ketika keluar cairan ketika shalat maka kita hrs melihat jenis cairan itu, apakah sufrah dan kudrah ataukah keputihan.
Teruskan dlu shalatnya selesai shalat bru dilihat.
Jika sufrah dan kudrah yg membatalkan wudhu maka kita ulangi lg wudhu dan shalatnya.
Jika hny keputihan biasa maka shalatnya td sah.

3. Niat utk mandi janabah bisa digabungkan dgn niat yg lain (misal: niat mandi janabah (ketika mimpi), mandi haid, mandi jumat)

4. Setelah bersenggama kita boleh utk tdk langsung mandi janabah, tp hrs tetap membersihkan kemaluan dan wudhu.

5. Wudhu dimasa haid
Hukumnya boleh, tp tdk mensucikan dan tetap tdk boleh shalat.

6. Tidak berdosa jika berhubungan suami istri tp masih di sela masa haid yg bersih walaupun misalnya esoknya keluar lg darah haidnya.

7. Apabila ia tidur dan ketika bangun ia mendapati celananya basah, maka dilihat dlu cairan apa yg keluar. Jika mani ia wajib mandi, jika bukan mani ia tdk wajib mandi.

8. Syarat utk berhubungan suami istri

- berhenti dri haid
- setelah bersuci (mandi haid)
Jadi jika belum bersuci tdk boleh berhubungan suami istri.

9. Jika ketika bercumbu dgn suami namun terhenti krn ada gangguan dri luar, lalu kita sdh keluar mani, maka tdk wajib mandi namun hrs wudhu.

10. Klo kita berhubungan suami istri lalu setelahnya keluar haid, maka kita tdk berdosa.

11. Jika memang masa haidnya terbiasa tdk teratur, kita lihat kebiasaannya yg terbanyak dri siklus itu (3x siklus mens, maka itulah yg dikatakan kebiasaan)