Rabu, 13 Juli 2016

Ilustrasi puitang dan kerjasama

Yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) n kerjasama (mudhorobah;musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut:

▶▶▶▶

👳🏽 Gimana kabarnya mbak?
🙎🏻 Sehat dek, alhamdulillah.

👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.
🙎🏻 Apa apa dek...apa yang bisa tak bantu.

👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.
🙎🏻 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?

👳🏽Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?
🙎🏻 Mmm..mau dikembalikan kapan ya?

👳🏽 InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.
🙎🏻 Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.

👳🏽 Wah, terimakasih mbak.
🙎🏻 Ini nanti mbak dapat bagian dek?

👳🏽 Bagian apa ya mbak?
🙎🏻 Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih
pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan?
*tersenyum penuh arti*

👳🏽 Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. Nanti saya kasih bagi hasil mbak.
🙎🏻Besarannya bisa kita bicarakan.
Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.

👳🏽 Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.
🙎🏻 Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.

👳🏽Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.
🙎🏻Maksudnya??

👳🏽Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya
tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha
saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau
merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya
tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.

🙎🏻Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang
utuh, dapat bunga pula.

👳🏽Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.

🙎🏻Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap
bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku
kembali 10juta+400ribu.

👳🏽Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan.Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak.

Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?

🙎🏻Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.

👳🏽Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.

🙎🏻Waduh...syariat kok ribet bener ya.

👳🏽Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak.hehe.

🙎🏻Hmmm...ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.

👳🏽Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah
mbak tetap ada hasil berupa pahala.
Amiiin..

▶▶▶▶▶▶

Kl cuma bicara anti riba.... burung beopun juga bisa.

Kl cuma diskusi masalh ekonomi umat... ngbrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.

Ayuuu hidupkan ekonomi mikro.. berikan pancingan bukan ikan.

investasi dunia akhirat

Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah?? Atau akad peminjaman uang.. ini 2 hukum islam yg berbeda dn efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-.

Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?

Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.

Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share kawan anda.
Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA, Hehehe

Semoga bermanfaat

Senin, 27 Juni 2016

MENDAHULUI IMAM

▪ *MENDAHULUI IMAM*
*••••••••••••••••••*

🍃 Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam-_ bersabda;

أَمَا يَخْشَى الذي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قبل الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ الله رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ

_"Tidakkah seorang yang mengangkat kepalanya mendahului imam itu takut akan dirubah wajahnya oleh Allah menjadi wajah keledai"._
________
HR. Bukhari (659) & Muslim (427).

🔎 Berkata Al Hafidz Ibnu Rajab _rahimahullah_;

فيه : دليل صريح عَلَى تحريم تعمد رفع المأموم رأسه قَبْلَ الإمام فِي ركوعه وسجوده ؛ فإنه توعد عَلِيهِ بالمسخ ، وَهُوَ من أشد العقوبات .
وإنما اختص الحمار بالذكر دون سائر الحيوانات عَلَى الرواية الصحيحة المشهورة - والله أعلم - ؛ لأن الحمار من أبلد الحيوانات وأجهلها ، وبه يضرب المثل فِي الجهل .

_"Pada hadits ini terdapat dalil yang sangat jelas tentang haramnya seorang makmum mengangkat kepalanya mendahului imam dengan sengaja didalam rukuk maupun sujud,  karena pelakunya diancam dengan berubahnya bentuk, dan hal tersebut merupakan hukuman yang sangat keras._
_Dan dikhususkan keledai dalam penyebutan daripada hewan lainnya sebagaimana tertera dalam riwayat yang Shahih dan terkenal -wallahu a'lam- karena keledai adalah hewan yang paling bodoh dan dungu, oleh sebab itulah ia dijadikan sebuah contoh suatu kebodohan"._
________
📙Fathul Bari Libni Rajab (4/163).

🔎 Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rahimahullah-_;

مسابقة الإمام حرام باتفاق الأئمة لا يجوز لأحد أن يركع قبل إمامه ولا يرفع قبله ولا يسجد قبله

_"Mendahului imam adalah perkara yang haram dengan kesepakatan para ulama', tidaklah diperbolehkan seorang rukuk mendahului imamnya, dan tidak pula bangkit dan sujud mendahului imam"._
_______ 
📙 Majmu' Al Fatawa (23/336)

🍃 Dari Anas _-radhiyallahu 'anhu-_ berkata;
Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam_ pernah shalat mengimami kami, maka tatkala beliau telah menyelesaikan shalatnya beliaupun berbalik menghadapi kami dan bersabda;

أَيُّهَا الناس إنِّي إِمَامُكُمْ، فلا تَسْبِقُونِي بِالرُّكُوعِ ولا بِالسُّجُودِ ولا بِالْقِيَامِ ولا بِالِانْصِرَافِ

_"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah imam kalian, maka janganlah kalian mendahului ku dalam rukuk, sujud, berdiri maupun berpaling"._
_______
HR. Muslim (426)

🔎 Berkata Imam An Nawawi _rahimahullah-_;

فيه تحريم هذه الأمور وما في معناها، والمراد بالانصراف السلام

_"Didalam hadits ini terdapat keterangan haramnya perkara-perkara ini dan yang semakna dengannya, dan yang dimaksud berpaling adalah salam"._
_________
📙 Syarhu Muslim (4/150)
••• ══════ ❁✿❁ ══════ •••

📝Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy _hafidzahullah_
_______________
📲Join Telegram @silsilahduruslinnisa
http://goo.gl/LRtvQP
📞Mari Bergabung Grup WhatsApp:
-081242424 550 (Akhwat)
-081242424 340 (Ikhwah)

Etika bagi seseorang ketika mendapat perlakuan baik dari seseorang

📚Etika bagi seseorang ketika mendapat perlakuan baik dari seseorang📚
ٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  َمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوه(أبو داود)
dari Abdullah bin Umar, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang berbuat kebaikan kepada kalian maka balaslah, kemudian apabila kalian tidak mendapat sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dia hingga kalian melihat bahwa kalian telah membalasnya."(abu daud) ُ
Pelajaran dari hadits:
1-Hadits dikeluarkan Abu daud,An-nasãi,Ahmad dan dishahihkan Syaikh Al-Albaniy
2-penjelasan kalimat:siapa yang berbuat kebaikan(penamaan yang menghimpunkan makna kebaikan) terhadapmu maka balaslah kebaikan tersebut dengan semisal atau yang lebih baik darinya
3-wajibnya membalas kebaikan yang seseorang dapatkan dari selainnya
5-Telah datang hadits yang menunjukkan hal ini:
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ ُ
dari Usamah bin Zaid ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang diperlakukan dengan baik kemudian dia mengucapkan, 'JAZAAKALLAAHU KHAIRAN' maka sungguh dia telah memberikan pujian yang terbaik."[Abu daud]
••• ══════ ❁✿❁ ══════ •••

📝Ustadz Thamrin Abul Hasan Albugisi_hafidzahullah_
_______________
📲Join Telegram @silsilahduruslinnisa
http://goo.gl/LRtvQP
📞Mari Bergabung Grup WhatsApp:
-081242424 550 (Akhwat)
-081242424 340 (Ikhwah)

LARANGAN MENYAMPAIKAN HADITS/ BERITA TANPA MEMPERJELAS KEBENARAN HADITS/ BERITA TERSEBUT.*

🔥 *LARANGAN MENYAMPAIKAN HADITS/ BERITA TANPA MEMPERJELAS KEBENARAN HADITS/ BERITA TERSEBUT.*
==========

💡 Tidaklah dibenarkan secara syar'i untuk menyebarkan hadits-hadits yang disandarkan kepada Nabi _shalallahu 'alaihi wa sallam-_ tanpa memperjelas tentang keshahihan penyandaran hadits tersebut kepada Nabi _shalallahu 'alaihi wa sallam-_, apalagi menyebarkan hadits-hadits dusta dan lemah, walaupun engkau tidak melakukannya namun menyampaikan hadits tersebut sudah merupakan kekejian yang diancam dalam syariat kita.

🍃Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam-_ bersabda;

من حدّث عنّي بحديث يُرى أنه كذب فهو أحد الكاذِبيِن

_"Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadits dariku yang dia memandang kedustaan padanya maka ia termasuk salah satu dari para pendusta"._
________
HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya (1/9)

🍃Dan Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda ;

كفى بالمرأ كذباً أن يُحدّث بكل ما سمع

_"Cukuplah seseorang dikatakan sebagai seorang pendusta tatkala ia menyampaikan setiap perkara yang ia dengar (tanpa memperjelas.pent)"._
_________
HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya (1/11)

🔎 Berkata Imam Malik _rahimahullah-_;

اعلم أنه ليس يَسلم رجلٌ حدّث بكل ما سمع، ولا يكون إماماً أبداً وهو يحدّث بكل ما سمع

_"Ketahuilah bahwasanya tidaklah akan selamat seseorang yang menceritakan setiap perkara yang ia dengar, dan tidak pula akan menjadi seorang panutan sampai kapanpun seorang yang menceritakan setiap yang ia dengar"._
________
Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya (1/11).

🍃Dan Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam-_ bersabda;

من كذب عليّ متعمداً فليتبوأ مقعده من النار

_"Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka"._
_______
Muttafaqun 'alaih.

🍃 Dan Rasulullah _shalallahu 'alaihi wa sallam-_ bersabda;

يكون في آخر الزمان دجالون كذابون يأتونكم من الأحاديث بما لم تسمعوا أنتم ولا آباؤكم فإياكم وإياهم لا يضلونكم ولا يفتنوكم

_" Akan ada pada akhir zaman para Dajjal pendusta yang mereka mendatangkan kepada kalian hadits-hadits yang tidak pernah kalian dengar dan juga tidak pernah didengar oleh bapak-bapak kalian, maka hati-hatilah terhadap mereka, jangan sampai mereka menyesatkan dan membuat kalian terfitnah"._
_______
HR. Muslim (1/12)

👉🏻Adalah para sahabat _radhiyallahu 'anhum_ sangat berhati-hati dan benar-benar tatsabbut (mengecek) suatu berita, hingga tidaklah mereka menyampaikan sebuah hadits kecuali setelah mengecek dan memperjelas nya, sampai diantara mereka rela untuk melakukan rihlah (perjalanan jauh) hanya untuk mengecek kebenaran satu hadits Nabi _shalallahu 'alaihi wa sallam-_.

🔎 Berkata 'Abdurrahman bin Abi Laila _rahimahullah-_;

لقد أدركت في هذا المسجد عشرين ومئة من الأنصار، وما منهم من أحدٍ يُحدّث بحديث إلا وَدَّ أن أخاه كفاه الحديث، ولا يُسأل عن فُتيا إلا وَدَّ أن أخاه كفاه الفُتيا

_"Sungguh aku telah mendapati dimasjid ini sekitar seratus dua puluh sahabat dari kalangan Anshar, dan tak seorangpun diantara mereka menyampaikan sebuah hadits kecuali ia berharap saudaranya lah yang menyampaikan hadits tersebut, dan tidaklah ditanya tentang suatu fatwa kecuali ia berharap saudaranya yang mencukupi memberikan fatwa tersebut"._
________
Riwayat Ad Darimi (137).

🌾Demikianlah kondisi para salaf yang memiliki keberhati-hatian yang sangat dalam menyampaikan sebuah berita/hadits, dan hal tersebut sangatlah berbeda dengan kondisi kita saat ini. Wa Ilallahil Musytaka.

🔎 Berkata Asy Syeikh Al 'Utsaimin _rahimahullah-_;

يوجد الآن أحياناً منشورات تتضمن أحاديث ضعيفة وقصصاً لا أصل لها، ثم تنشر بين العامة، وإني أقول لمن نشرها أو أعان على نشرها إنه آثمٌ بذلك، حيث يُضل عن سبيل الله، يضل عباد الله بهذه الأحاديث المكذوبة الموضوعة، أحياناً يكون الحديث موضوعاً ليس ضعيفاً فقط، ثم تجد بعض الجهال يريدون الخير، فيظنون أن نشر هذا من الأشياء التي تحذر الناس وتخوفهم مما جاء فيه من التحذير أو التخويف، وهو لا يدري أن الأمر خطير، وأن تخويف الناس بما لا أصل له حرام؛ لأنه من الترويع بلا حق....الخ.

_"Saat ini kadang didapati buletin-buletin yang menampilkan hadits-hadits lemah dan kisah-kisah yang tidak ada asalnya dan menyebarkannya ke khalayak umum,_ _maka aku katakan kepada orang yang menyebarkan dan membantu penyebarannya  bahwa dia telah melakukan dosa dengan hal tersebut, karena telah menyesatkan manusia dari jalan Allah, dia menyesatkan hamba-hamba Allah dengan hadits-hadits dusta dan palsu tersebut._
_Kadang-kadang ada hadits yang palsu dan bukan sekedar dhaif (lemah) kemudian engkau dapati orang-orang bodoh itu menginginkan kebaikan, dan mereka menyangka bahwa dengan menyebarkan hadits-hadits palsu tersebut merupakan perkara yang membuat manusia mengambil peringatan dan takut, dan dia tidak mengetahui bahwa hal tersebut adalah perkara yang berbahaya, karena memperingatkan manusia dengan perkara tanpa dasar adalah keharaman karena terdapat bentuk mengagetkan manusia tanpa hak...dst"._
_______
📙Fatawa Nurun 'Alad Darb

Wallahu a'lam.
••• ══════ ❁✿❁ ══════ •••

📝Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy _hafidzahullah_
_______________
📲Join Telegram @silsilahduruslinnisa
http://goo.gl/LRtvQP
📞Mari Bergabung Grup WhatsApp:
-081242424 550 (Akhwat)
-081242424 340 (Ikhwah)

TERUS MENERUS MANUSIA BERADA DALAM KEBAIKAN

📖| لا يزال الناس بخير |📖

*== TERUS MENERUS MANUSIA BERADA DALAM KEBAIKAN ==*

▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂

1⃣ *Rasulullah _-shalallahu 'alaihi wa sallam-_* bersabda:

" لا يزال الناس بخير ماعجلوا الفطر" متفق عليه. 

_"Terus menerus manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa."_
_______
(Muttafaqun 'alaih)

💡"معناه : لا يزال أمر الأمة منتظماً وهم بخير ماداموا محافظين على هذه السنة ، وإذا أخروه كان ذلك علامة على فساد يقعون فيه "

💡Maknanya adalah terus menerus urusan ummat ini akan teratur dan mereka berada dalam kebaikan selama mereka menjaga sunnah ini. Jika mereka mengundur-undur waktu berbuka, maka itu pertanda kerusakan yang akan mereka dapati."

2⃣ *Rasulullah _-shalallahu 'alaihi wa sallam-_* bersabda:

"لا يزال الناس بخير ما لم يتحاسدوا" (حسنه الألباني)

_"Terus menerus manusia berada dalam kebaikan selama mereka tidak saling dengki."_
________
(Hadits ini dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)

3⃣ *Rasulullah _-shalallahu 'alaihi wa sallam-_* bersabda;

" لا يزال العبد بخير ما لم يستعجل"
قيل: وكيف يستعجل؟
قال " يقول: قد دعوت ربي فلم يستجب لي" [صححه الألباني]

_"Terus menerus seorang hamba berada dalam kebaikan selama mereka tidak isti'jal (tergesa-gesa)",_ maka ditanyakan kepada beliau bagaimanakah isti'jal itu?? *Beliau _-shalallahu 'alaihi wa sallam-_* bersabda:
_"Yaitu seorang berkata: aku telah berdo'a kepada Rabbku namun tidak pula dikabulkan."_
_______
(Hadits ini dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)

4⃣ Ucapan *Ibnu Mas'ud _-radhiyallãhu 'anhu-_*:

"لا يزال الناس بخير ما أخذوا العلم عن أكابرهم؛ فإذا أخذوه عن أصاغرهم وشرارهم هلكوا"

_"Terus menerus manusia dalam kebaikan selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang tuanya, jika mereka mengambil ilmu dari para pemudanya serta orang-orang jeleknya, maka binasalah mereka."_

5⃣ Ucapan *Sa'id bin Jubair _-rahimahullãh-_*:

"لا يزال الناس بخير ما حجوا واعتمروا" .

_"Terus menerus manusia dalam kebaikan selama mereka terus berhaji dan umroh."_

6⃣ Ucapan *Al Hasan Al Bashry -rahimahullãh-_*:

"لا يزال العبد بخير ما علم الذي يُفسد عليه عمله" .

_"Terus menerus seorang hamba dalam kebaikan selama ia mengetahui bahwa yang merusak dirinya adalah amalannya."_

7⃣ Ucapan *Sahl At Tastury _-rahimahullah-_*:

"لا يزال الناس بخيرٍ ما عظَّموا السلطان والعلماء، فإن عظَّموا هذين أصلح الله دنياهم وأخراهم، وإن استخفوا بهذين أفسدوا دنياهم وأخراهم"

_"Terus menerus manusia dalam kebaikan selama mereka mengagungkan penguasa dan 'ulama'; Jika mereka telah mengagungkan dua golongan ini maka Allah akan memperbaiki dunia dan akhiratnya; Dan jika mereka merendahkan dua golongan ini, maka rusaklah agama dan akhirat mereka."_

8⃣ Ucapan *Al Hasan Al Bashry _-rahimahullah-_*:

"إنَّ العبد لا يزالُ بخيرٍ ما كانَ لهُ واعظٌ مِنْ نفسه وكانت المحاسبة مِن همِّه"

_"Sesungguhnya seorang hamba terus menerus berada dalam kebaikan selama ia menjadi penasehat bagi dirinya, dan menjadi penghitung ambisinya."_

9⃣ Ucapan *Salman Al Farisi _-radhiyallahu 'anhu-_*:

" لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِيَ الأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ الآخَرُ ، فَإِذَا ذَهَبَ الأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ الآخَرُ فَذَاكَ حِينَ هَلَكُوا "

_"Terus menerus manusia dalam kebaikan selama masih ada generasi awal yang mengajari generasi setelahnya, dan jika generasi awal telah pergi sebelum mengajarkan generasi setelahnya, maka ketika itulah mereka binasa."_

🔟 Ucapan *Al Hasan Al Bashry _-rahimahullah-_*:

"لا يزالُ العبدُ بخيرٍ ما كانَ يبتغي وجهَ اللهِ، ويعملُ بسنّةِ رسولِ اللهِ"

_"Terus menerus seorang hamba dalam kebaikan selama mereka mengharapkan wajah Allah dan beramal dengan sunnah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-."_

*Wallohu a'lam*

••••══════ ❁✿❁ ══════••••
✍🏽 *Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy _hafidzahullãh_*

_________
📞Daftar Grup WhatsApp:
-081242424 550 (Akhwat)
-081242424 340 (Ikhwah)

_________________
📲Wa Silsilah Durus Linnisa📚

Jumat, 24 Juni 2016

Sepatu orang lain

*SEPATU ORANG LAIN*

Ketika kita hanya mampu membeli tas tangan seharga Rp 500 ribu sementara kawan kita membeli tas tangan seharga Rp 5 juta,  kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia belanja tak pakai uang kita.
Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga Rp 40 juta yang sanggup ia beli.

Ketika kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami,sementara kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang kawan kita gegabah. Kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi.
Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.

Ketika kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga,sementara kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai, kita bilang ia menggadaikan masa depan anak.
Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita, berbicara lebih lembut pada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon pada ALLAH untuk penjagaan anak-anaknya.

Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja Rp 1 juta sebulan,sementara kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai Rp 10 juta , kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Pinjam uang pun tidak.
Ternyata mereka sedekah lebih banyak dari uang belanjanya.
Ternyata mereka tak pernah lupa membayar zakat.

Siapa yang rugi?
Kita...
Belum-belum sudah mudah menilai. Bisa jadi malah berburuk sangka. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, di luar sepengetahuan kita.

Saudaraku...

● Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita.
● Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita.
● Jangan menggunakan kacamata kita utk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.
● Jangan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi ketika kita tidak tahu apa-apa tentang hal tsb.

Mungkin itulah kenapa sepatu kaca Cinderella _only fits for her_.

*_Every life we're living only has one size for each of us._*

Sibuklah memperbaiki diri sendiri, bukan menilai orang lain. Karena hanya dengan diri sendiri menjadi lebih baik lah maka orang-orang di sekitar kita akan menerima dampak positifnya, dan dunia pun akan menjadi lebih baik...

Selamat menggapai rahmat Allah di bulan Ramadhan ini, saudara/ri-ku tercinta...

Senin, 20 Juni 2016

tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan

BBG Al ilmu:
Bismillaah #sharing

🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃

Berikut *tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan* yang Arrahmah kutip dari Syaikh Tawfique Chowdhury, CEO Merci Mission, dan diterjemahkan oleh Ustadz H.Hilman Rosyad, Lc.

Bismillaah...

1. Mulailah dengan NIAT YANG BERSIH DAN TULUS. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa ALLAH.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai Laylatul Qadr terlewati begitu saja.

4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan-perayaan atau kegiatan-kegiatan yang diada-adakan (bid’ah) oleh kelompok-kelompok tertentu. Ikutilah sunnah Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam. Tuntunan beliau adalah: “Barangsiapa yang berjaga (tidak tidur) dan berdoa pada malam Lailatul Qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

5. Hafalkan doa malam Lailatul Qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam ini :

ALLAAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA' FU'ANNII...
(Yaa Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan DAFTAR PENDEK DOA-DOA UNTUK DIPANJATKAN.
Ingat, ini adalah WAKTU YANG SANGAT ISTIMEWA bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara-saudaramu Muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa.
Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di masjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-NYA malam ini” dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabb-nya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. SABAR adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau altifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah ALLAH telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan BERLARI walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa INI ADALAH RAMADHAN TERAKHIR KITA DAN SURGA HANYA SELANGKAH LAGI?

14. Ini yang paling penting : HUSNUDZON lah KEPADA ALLAH. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-NYA. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allaahumma ballighna lailatal qadr. Aamiin...

Semoga bermanfaat

🍃🍂Bbg Al-Ilmu