Jumat, 27 Januari 2012

buku Tarbiatul Aulat

alalala...
alhamdulillah, paket yang ditunggu telah datang #huray!










awal cerita, setiap jumat di kantor ada kajian muslimah dan beberapa kali bahas tentang peran seorang ibu, si ustadzahnya sering menyebut-nyebut buku tarbiatul aulat karangan Nashih ulwah ini.. langsung deh penasaran!

Rabbihambli minasholihiiin.. *khusuk

Kamis, 26 Januari 2012

Nasehat untuk Seorang Istri

semoga saya selalu ingat pesan dari kisan berikut, jadi saya copas saya status fb dari Ust Firanda pagi ini.. berharap jadi pengingat :)

Wasiat Seorang Ibu Kepada Putrinya Yang Akan Merasakan Mahligai Malam Pertama
Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata :

"Tatkala 'Amr bin Hajr mendatangi 'Auf bin Mahlam As-Syaibaani untuk melamar putrinya yaitu Ummu Iyaas, maka 'Auf berkata, "Aku akan menikahkan putriku kepadamu dengan syarat aku yang akan memberi nama putra-putranya dan aku yang akan menikahkan putri-putrinya kelak".
Maka 'Amr bin Hajr berkata, Adapun putra-putra kami maka kami menamakan mereka dengan nama-nama kami dan nama-nama bapak-bapak kami dan nama-nama paman-paman kami. Adapun putri-putri kami maka yagn akan menikahi mereka adalah yang setara dengan mereka dari kalangan kerajaan, akan tetapi aku akan memberikan kepadanya mahar sebuah bangunan di Kindah, dan aku akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaumnya, tidak seorangpun dari mereka yang akan ditolak hajatnya". Maka sang ayah ('Auf) pun menerima mhara tersebut lalu menikahkan 'Amr dengan putrinya Ummu Iyaas.
Tatkala 'Amar akan membawa sang putri maka datanglah sang ibu menasehati empat mata kepada sang putri seraya berkata:
أَيْ بُنَيَّةِ، إِنَّكِ فَارَقْتِ بَيْتَكِ الَّذِي مِنْهُ خَرَجْتِ، وَعَشِّكِ الَّذِي فِيْهِ دَرَجْتِ، إِلَى رَجُلٍ لَمْ تَعْرِفِيْهِ، وَقَرِيْنٍ لَمْ تَأْلَفِيْهِ، فَكُوْنِي لَهُ أَمَةً يَكُنْ لَكِ عَبْدًا، وَاحْفَظِي لَهُ خِصَالاً عَشْراً يَكُنْ لَكِ ذُخْرَا
"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan rumahmu -yang disitulah engkau dilahirkan dan sarangmu tempat engkau tumbuh- kepada seorang lelaki asing yang engkau tidak mengenalnya dan teman (*hidup baru) yang engkau tidak terbiasa dengannya. Maka jadilah engkau seorang budak wanita baginya maka niscaya ia akan menjadi budak lelakimu. Hendaknya engkau memperhatikan dan menjaga 10 perkara untuknya maka niscaya akan menjadi modal dan simpananmu kelak.
أَمَّا الْأُوْلَى وَالثَّانِيَةُ: فَالْخُشُوْعُ لَهُ بِالْقَنَاعَةِ، وَحُسْنِ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةِ
"Adapun perkara yang pertama dan kedua adalah (1) Tunduk kepadanya dengan sifat qonaah, serta (2) mendengar dan taat dengan baik kepadanya"
وَأَّمَّا الثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِمَوْضِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلاَ تَقَعُ عَيْنُهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيْحٍ، وَلاَ يَشُمُّ مِنْكِ إِلاَّ أَطْيَبَ رِيْحٍ
"Adapun perkara yang ketiga dan keempat yaitu engkau memperhatikan pandangan dan ciumannya, maka (3) jangan sampai matanya melihat sesuatu yang buruk dari dirimu dan (4) jangan sampai ia mencium darimu kecuali bau yang terharum"
وَأَمَّا الْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِوَقْتِ مَنَامِهِ وَطَعَامِهِ، فَإِنَّ حَرَارَةُ الْجُوْعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِيْصَ النَّوْمِ مُغْضِبَةٌ
"Adapun perkara yang kelima dan keenam adalah (5 & 6) memperhatikan waktu tidurnya dan makannya, karena panasnya lapar itu membakar dan kurangnya tidur menimbulkan kemarahan"
وَأَمَّا السَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ: فَالاِحْتِفَاظُ بِمَالِهِ، وَالْإِرْعَاءُ عَلَى حَشْمِهِ وَعِيَالِهِ، وَمِلاَكُ الْأَمْرِ فِي الْمَالِ حُسْنُ التَّقْدِيْرِ، وَفِي الْعِيَالِ حُسْنُ التَّدْبِيْرِ
"Adapun perkara ketujuh dan kedelapan ; (7) menjaga hartanya dan (8) perhatian terhadap kerabatnya dan anak-anaknya. Dan kunci pengurusan harta adalah penempatan harta sesuai ukurannya dan kunci perhatian anak-anak adalah bagusnya pengaturan"
وَأَمَّا التَّاسِعَةُ وَالْعَاشِرَةُ: فَلاَ تَعْصِنَّ لَهُ أَمْرًا وَلاَ تَفْشِنَّ لَهُ سِرًّا، فَإِنَّكِ إِنْ خَالَفْتِ أَمْرَهُ أَوْغَرْتِ صَدْرَهُ، وَإِنْ أَفْشَيْتِ سِرَّهُ لَمْ تَأْمَنِي غَدْرَهُ
"Adapun perkara yang kesembilan dan kesepuluh adalah (9) janganlah sekali-kali engkau membantah perintahnya dan (10) janganlah sekali-sekali engkau menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya maka engkau akan memanaskan dadanya, dan jika engkau menyebarkan rahasianya maka engkau tidak akan aman dari penghkianatannya"
ثُمَّ إِيَّاكِ وَالْفَرَحَ بَيْنِ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ مُهْتَمًّا، وَالْكَآبَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ فَرِحاً.
"Kemudian hatilah-hatilah engkau jangan sampai engkau gembira tatkala ia sedang bersedih, dan janganlah bersedih tatkala ia sedang bergembira"
Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata, "Maka kemudian Ummu Iyaaspun melahirkan bagi 'Amr bin Hajr anaknya yang bernama Al-Haarits bin 'Amr, yang ia merupakan kakek dari Umrul Qois penyair dan pujangga yang tersohor"
(Dari kitab Al-'Aqd Al-Fariid karya Al-Faqiih Ahmad bin Muhammad bin Abdi Robbihi Al-Andaluusi, tahqiq : DR Mufiid Muhammad, jilid 7 hal 89-90, Daarul Kutub al-'Ilmiyah, cetakan pertama, tahun 1983)

Jumat, 13 Januari 2012

Tetap tersenyum

Rabb..
Jangan biarkan dunia membuatku bersedih
Biarkan ia hanya kugenggam dengan tanganku, bukan hatiku

Jadikanlah hidupku sedetik kedepan lebih baik dari saat ini,,
demikian seterusnya..
#smile

Senin, 26 Desember 2011

Pilihan C.I.N.T.A

saat aku mengenal cinta, aku memilih seseorang yang ku cinta
saat aku merasakan sakitnya mencinta, aku memilih seseorang yang mencintaiku
bukankah aku benar-benar tidak mengerti?
selayaknya aku memahami siapa pemilik 'cinta', lalu ku tanyakan padanya apa yang harus kupilih

Selasa, 22 November 2011

Bubur Sumsum

aha!
this simple food on tuesday morning, bubur sumsum!
full energy , sweet and deliciousooo!















i spent 12500 rupiah only for this one#happy#. because it just need to buy rice flour, coconut milk and pandanus at All Fresh shop, and the other ingreadiant i got from my freezer.actually thats only water,coconut sugar and salt.hohoho

Minggu, 20 November 2011

Mera Nam Elia



Elia working on saturday :)

Begitu sampai di kantor dari makan siang, pukul 3-an, sepertinya sudah masuk waktu mendapat saat azhar (baca: solat). Lift berhenti di lantai 16. Begitu keluar lift langsung saja berbelok arah menuju toilet, untuk mengambil wudhu.(Loh?) Toilet di kantor kan isinya macem-macem, tapi dipintunya hanya ditulis bergitu "to-i-let".

Selesai berwudu,elia mendengar suara pintu terbuka, tapi tak dalam hitungan yang normal, tak ada manusia yang nampak.#melongok seadanya#. ternyata ada mbak mbak India. Ku lontarkan senyum simpul dan 'hai' ramah, mbak-nya hanya tersenyum sambil berjalan menuju kubu 'toilet' sesungguhnya, akupun kembali asyik berbenah kerudung dan barang-barang depan kaca besar wastafel.

Sesaat kemudia mbak-mbak india-nya keluar dan cuci tangan disebelah aku.

"are working at saturday to?" katanya kemudian .
#menoleh dengan senyum# " ho.. yap. i am on my shift, how about you?"
"oh.. ok.. Yes"
"mh.. excusme, who is ur name ?" nambah temen gitu maksudenyeee
"iam... L76yuuhu. " nah lo.. saat nulis ini aku bener2 lupa namanya siapa, hihi, susah nian..
"hm? pardon?" berusaha membaca bahasa mulut
"7678687 ? then who is ur name?"
"my name, elia... mera nam elia.." tersenyum bangga
sedang si mbak mbak india takjud "who told u that word?" wajahnya sumringah denger bahasanya sendiri
dengan sedikit ketawa malu ku bilang " no,. no one, i learn from movies, i used to watching shah rukh khan 's movies from elementary school" #bangga bangat dah pokoknya
"waw.. awesome, thank u for that ya.."

trus ahirnya tanya tinggal dimana, dan obrolan-obrolan ringan lainnya..


mengapa saya cerita ini???
yay!! iam happy!
iam so happy to say "mera nam elia" isnt it awesome?? XD

NB : sadar sih klo ini biasa aja, tapi ini luar biasa buat aku saat bilang "mera nam elia"!!

Ketika Mendapat Kesulitan dalam Bekerja

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

"Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa"

“ Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”

(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427)