Sabtu, 14 Februari 2015

Sunnah nabi dalam merawat & membesarkan buah hati

Pemateri: ust Khalis Syamhudi lc.

Agama islam memperhatukan pendidikan anak2  kecil dri usia 0.bujan hanya itu.agama islam menjaga nasab anak tsb.
Bagaimana menentukan nasab bayi dalam islam :
1.khiros
Dgn mlihat suami
2.ikrar
3.baiyina / bukti
3.kiaadah(dengan ilmu untuk melihat bapak dr anak tsb)

Penjelasa:
1. Al khiros
Sabda nabi "anak itu adalah pemilik kasur" suami dari sang ibu.
Akad yg sah adalah dasar penentuan nazab seorang anak.termasuk ketika seorang istri masuk masa iddah, maka hak nazab masih jatuh ke suami dgn akad yg sah/yg menceraikan.kcuali sudah lewat masa iddah.
Yg bukan khiros:
-Seorang yg menikah di bawah umur/ blum baligh. Sebelum baligh anak tsb tdk masuk kategori khiros.
-seorang melahirkan ketika dia tdk menikah.contohnya :isa ibn maryam.

Subhatul khiros  : menikah, menganggap nikah nya salah tapi ternyata tidak.
Misalkan nikah mut'ah (awalnya syiah) lalu setelah hamil mengenatui setelah sunnah.contoh lain: mnikah dengan mahram yg baru diketahui setelah menikah.Nasabnya ttp ke bapaknya.karna dia mnganggap pernikahan tsb sah. Mereka berdalil mengkiasakan dengan pernikahan yg shahih dan ketika itu berkeyakinan bahwa penikaannya sah.Ada penadapat bila nasabnya jdi jatuh ke ibunya.dianut oleh hanafiyah. Namun jumhur ulama cenderung ke yg pertama.
2.ikrar bin nasab.
Sepakat para ulama.bahwa ia mengakui sbg anaknya walaupun tdk jelas siapa yg menghamili.
-dengan syarat tdk ada orang laon yg mengakui. 
-Memungkinkan bagi mreka u mnyebabkan kehamilan(bgi yg ber ikrar, misalnya 11thn keatas)
-sanh anak tdk jelas nasabnya. Tdk diketahui siapa bapaknya lalu diakui.
3.bukti.
adanya bukti2 bahwa itu adalah anaknya.misal ada bbrp orang yg berikrar.maka yg memiliki bukti didahulukan.
4.kiyaafah
Ada orang yg mengetahui / memiliki keahliam untuk mlihat nasab ssorang dengan mlihat kemiripan2 tubuh/ urat. Ini ada di jaman nabi. 
Dengan syarat oraang mlakukan kiyaafah memiliki kemapuan tsb.
Mahdab hanafiyah mengatakan tdk bs menentukan nasab dgn kiyaafah. 
Jumhur ulama : boleh. 

Nasab mula'ana: sang suami menuduh istrinya berzina.dan sang istri tdk mengakui.mka ini harus dilakukan mula'ana. Yaitu bersumpah dan melaknat dirinya jka dusta 4x.
Setelah mula'ana sang anak dinazabkan pda ibu

Nasab anak hasil zina:
1. Jika ada suami (dari perempuan yg berzina)
Sepakah para ulama ahli fikih nazab anak jatuh kpd sang suami " anak adalah dinazabkan kpd yg memiliki kasur " muytafaqun ilaih
2. Jika sang ibu tdk memiliki suami
4 mahsab sepakat bahwa dinazabkan pada ibunya
Ada pendapat dari ibnu basri dll ttp dinasabkan kpd bapak biologis jika sang bapak mengakuinya.
Yg rajih bahwa anak tsb dinazabkan ke ibu.bukan ke bpak biologis karna tdk masuk kategori khiros


bila ada lenih dr seorang yg mengakui bahwa anak tsb adlah anaknya.
Bilaa bawa bukti: yg punya bukti didahulukan
Jk semuanya mmbawa bukti : dikembalikan pasa koofah
Jk tdk bawa bukti sama sekali:


Bgamana jk yg mengakui anak terlantar tsb adalah wanita:
Jumhur ulama bila ada wanutaengakui nasabnya maka dinasabkan pada nya. Ttpi jika tdk punya bayinah (bukti) dan sendirian (tdk Da lainyya) nasabnya diberikan padanya
Jk yg mengakui lebih dari 1 wanita: dikembalikan pada koofah.

Yg dinasabkan memilki kewajiban memberi nafkan menyusui.
Kpn masa brakhirnya menyusui pd sang ibu:
1. Masih status pernikahan dgn sang bapak
 - jumhur ulama 2 tahun sempurna. Ada yg 2.5 (mahdab abu hanifah).yg rajih adalah yg 2 thn hijriyah.dan meyapihnya pada usia 2 thn.
2. Sudah tdk status nikah
- para ulama, menyampaikan 
Menyusui selama 2 thn dan sang bapak membiayai ibunya slama 2 thn sbg upah.setelah itu tdk lagi sang bapak menggaji si ibu.
Bgmn jk yg menyusui bukan ibunya:
Ibu susuan bisa mengambil upah menyusui.

Jika menyusui seorang anak yg usia > 2.5 thn maka tidak menjadi mahram.

Yg bisa menjadikan mahram dalam persusuan:
- menyusui 5x dengan lepas sendiri saat menyusu.
-anak umur 2 thn lebih dikit

Menyapih bayi sebelum setelah 2 thn:
Jumhur ulama verpendapat hal itu tak apa
Dgn syarat:
-kedua orang tuanya saling rido u disapih
-sang anak tdk termudharati dengan disapih sebelum 2 thn. Atau  jika dengan menyusui hingga 2 thn akan ada mudarat pada ibu/ anak. Misal si ibu hamil.jdi mungkin tdk kuat.




Senin, 09 Februari 2015

Anjuran Berdoa Saat Hujan


Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. [HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An Nasai no. 1523]

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”

Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.” [Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5/18]

Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat serta kaum muslimin lainnya.

Wallahu waliyyut taufiq.
Via, Sahabatku Akh Munawar

Mudah-mudahan bermanfaat, dan silahkan dishare | Pin: 7f94c82e
--------
www.tausiyahagama.com

Ciri Orang yang Berbahagia


Bismillaah...

5 (lima) ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan:

1⃣ Jika seseorang bertambah ilmunya maka bertambahlah tawadhu' dan bertambah pula kasih sayangnya.

2⃣ Tatkala seseorang bertambah amalannya, bertambahlah rasa takutnya kepada Allaah dan semakin berhati-hati.

3⃣ Tatkala seseorang bertambah umurnya, maka semakin berkurang rasa tamaknya terhadap dunia.

4⃣ Jika seseorang bertambah hartanya, maka semakin bertambah kedermawanannya dan kemauan membantu sesama.

5⃣ Jika bertambah kemuliannya, maka ia semakin dekat dengan manusia dan menunaikan kebutuhan dan tawadhu' kepada manusia

Maka....

Berbahagialah jika..
Hari ini Allaah telah memilih kita istighfar sebelum Shubuh.
Sujud padaNya disela dingin dan gelapnya malam.

Berbahagialah...
Simpan dan rahasiakan kebahagiaan itu dari makhluk.
Karena jika semua itu kau lakukan dengan tulus.
Maka Rabb kita akan membenarkan cahayaNya bersama kita.
Hadir dalam lisan kita...
Dalam perilaku kita...
Dalam semua gerak kemakhlukan kita...
Menanamkan benih cinta yang putus padaNya yang mewujud dalam hati yang lapang...
Jiwa yang tentram...
Dan
Ada surga...
Yang dipersiapkanNya untuk kita nanti...
Dan sekarang Dia akan membantu kita melihat semua sudut kehidupan kita dalam tatapan sangka baik kita padaNya.

BaarakAllaahu fiinaa.

🏢🏫🏡🏣🏦🏠🏪

Adab Memakai Sandal


🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 19 Rabi'ul Akhir 1436 H / 9 Februari 2015 M
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulūghul Marām
🔊 Hadits ke-12 | Adab-Adab Memakai Sandal
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/g9t95pxjxwsuo8y/Adab%20memakai%20sendal.mp3?dl=0
---------------------------------

ADAB-ADAB MEMAKAI SANDAL


بسم اللّه الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Al-Hāfizh Ibnu Hajar rahimahullāh membawakan hadits dari 'Ali radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu,

َوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
 إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ, وَلْتَكُنْ اَلْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ, وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

Beliau berkata:

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian menggunakan sendal maka dia mulailah dengan menggunakan sandal bagian kanan, jika dia melepaskan sandalnya maka hendaknya dia mulai dengan melepaskan sandal yang kiri. Maka jadikanlah yang kanan yang pertama kali dipakai dan jadikanlah yang kanan pula yang terakhir dilepas'."

(Muttafaqun 'Alaihi)

Hadits ini adalah hadits yang shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dan yang lainnya, diriwayatkan juga oleh Imam Malik dan Abu Daud.

Hadits ini merupakan salah satu dari kaidah umum yang disebutkan oleh para ulama yaitu bahwasanya merupakan sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Mendahulukan yang kanan dalam perkara-perkara yang baik dan menggunakan yang kiri dalam perkara-perkara yang buruk."

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh 'Aisyah radhiyallāhu Ta'ālā 'anhā dalam Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim), beliau berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ في تَنَعُّلِهِ وَتَرجُّلِهِ و طُهُورِه وفي شَأْنِهِ كُلِّهِ (متفق عليه)

"Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam suka menggunakan (mendahulukan)  yang kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala perkara."

Ini dalil bahwasanya untuk segala perkara yang baik maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menganjurkan kita untuk mendahulukan yang kanan.

Contohnya:
• bersisir
• memakai sandal
• memakai baju
• makan dan minum menggunakan tangan kanan
• mengambil perkara-perkara yang baik menggunakan tangan kanan

Bahkan, disebutkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tatkala bertahallul, yang beliau cukur adalah bagian kepala yang kanan terlebih dahulu baru kemudian kiri.

Adapun dalam perkara-perkara yang buruk maka kita mendahulukan atau menggunakan yang kiri.

Contoh:
• Bersuci dari kotoran dengan menggunakan tangan kiri.
• Mengambil barang-barang yang kotor, maka kita menggunakan tangan kiri.
• Masuk ke dalam WC mendahulukan kaki kiri.

Berbeda ketika kita masuk ke masjid yang mendahulukan kaki yang kanan.

Dan demikianlah sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Diantara sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam praktek mendahulukan yang kanan dalam perkara yang baik dan menggunakan yang kiri dalam perkara yang buruk adalah adab menggunakan sandal.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

“Jika salah seorang dari kalian memakai sandal maka dahulukan yang kanan. Kalau dia melepaskan sandal maka hendaknya dia mendahulukan yang kiri."

Kenapa bisa demikian?

Karena menggunakan sandal merupakan perkara yang baik, merupakan karomah, perbuatan yang mulia yaitu menjaga kaki dari kotoran dan dari hal-hal yang bisa mengganggu.

Sedangkan melepaskan sandal adalah perkara yang kurang baik, karena kita  menghilangkan penjagaan terhadap kaki.

Demikianlah sunnahnya.

Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Ini (memakai dan melepas sandal) adalah perkara yang kita lakukan setiap hari.

Bisa saja kita cuek atau tidak cuek dalam menggunakan sandal dalam kehidupan kita sehari-hari.

Akan tetapi. kenapa kita tidak ingin mendapatkan pahala?

Caranya adalah tatkala memakai sandal kita niatkan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu, mengingat akan sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, maka otomatis Allāh berikan pahala.
Kemudian, tatkala kita ingin melepas sendal, kita niatkan kaki kiri terlebih dahulu karena teringat sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kebiasaan kebanyakan orang, kalau memakai sandal mendahulukan kaki kanan dan melepaskan juga yang kanan dahulu.

Ini kurang sempurna sunnahnya.

Sunnahnya adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai dan mendahulukan yang kiri ketika melepas.

Jika kita biasakan demikian maka pahala terus mengalir dan tentunya ini yang lebih nikmat dan lebih baik.

Kemudian diakhir pembahasan saya ingatkan bahwasanya para ulama telah ijma' bahwa menggunakan sandal dengan mendahulukan kaki kanan hanyalah sunnah, tidak sampai derajat wajib.

Akan tetapi merupakan perkara yang tercela jika seseorang sengaja menggunakan sandal dengan kaki kiri terlebih dahulu.

Walaupun tidak dikatakan berdosa, akan tapi hanya menyelisihi sunnah dan merupakan perbuatan buruk.

والله تعالى أعلم بالصواب.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

✒Tim Transkrip Materi BiAS
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group WA Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X17:18

Bahasa Arab sehari-hari di Indonesia


Andi Fahmi Al-Minang

BELAJAR ISTILAH BAHASA ARAB YANG SERING DI TULIS OLEH PARA PENGGUNA

Bismillahirrahmanirrahim…

1. Akh (saudara pria 1 orang)

2. Akhi (saudaraku pria 1 orang)

3. Ukht (saudari prp 1 org)

4. Ukhti (saudariku prp 1 org)

5. Ikhwan/ikhwah (saudara pria banyak)

6. Akhawat (bukan akhwat, saudari perempuan
banyak)

7. Ana (saya, dalam bahasa Betawi digunakan
ane)

8. Anta (Anda, untuk laki-laki. Dalam bahasa
Betawi digunakan ente)

9. Anti (Anda, untuk perempuan)

10. Antum (Kalian, untuk laki-laki banyak. Tapi
kata ini sering juga digunakan untuk Anda (1
laki-laki), dalam rangka penghormatan).
Misalnya ketika berbicara kepada yang lebih tua
atau dihormati, digunakan kata Antum meskipun
orangnya satu.

11. Jazaakallah khairan (semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara
laki-laki 1 orang).

12. Jazakumullah khairan (semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan, untuk laki-laki
banyak, bisa juga digunakan untuk campur laki-
laki dan perempuan banyak)

13. Jazaakillah (untuk perempuan 1 orang)

14. Wa iyyaka (semoga engkau juga dibalas
dengan kebaikan, jawaban bagi yang
mengucapkan jazaakallah, untuk laki-laki)

15. Wa iyyaki (sama dengan: no 14, tapi untuk
perempuan)

16. Syukran (terima kasih, bisa untuk laki-laki
atau perempuan)

17. Afwan (sama-sama, jawaban untuk org yg
mengucapkan syukran) Tapi, afwan secara asal
artinya: maaf. Karenanya biasa digunakan di
awal pembicaraan. Misal : afwan, ana telat.
(Maaf, saya terlambat). Padahal, kalimat ini
jarang digunakan oleh orang Arab.

18. Ittaqilaah haitsumma kunta (bertaqwalah
kamu kepada Allah dimanapun kamu berada)

19. Yassarallah/sahhalallah lanal khaira
haitsumma kunna (semoga Allah mudahkan kita
dalam kebaikan dimanapun berada)

20. Allahummaghfir lana wal muslimin (ya Allah
ampunilah kami dan kaum muslimin)

21. Syafakallah (semoga Allah
menyembuhkanmu : laki-laki, Syafakillah :
perempuan) Syafahallah lebih dari satu orang.

22. Fii amaanillah (Semoga dalam lindungan
Allah)

23. Ilalliqa’ (Sampai ketemu lagi, diucapkan oleh
orang yang mau pamit)

24. Ma’as salaamah (semoga dalam
keselamatan, dijawab oleh yang dipamitin)

25. Baarakallah (semoga Allah memberkahi, bisa
untuk laki-laki atau perempuan) Barakallah
fikum/Allahu yubarikfik, semoga Allah
memberikan kalian berkah.

26. Baarakallahu laka (sama dengan no 25,
khusus buat laki-laki)

27. Baarakallahu laki (sama dengan no 26,
khusus perempuan)

28. Ahsanta (Engkau bagus, untuk laki-laki
1orang. Biasanya digunakan buat memberikan
pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)

29. Ahsanti (sama dengan no 28 untuk
perempuan 1 orang)

30. Na’am (Ya, buat laki-laki atau perempuan),
La (Tidak, buat laki-laki atau perempuan)

31. Shahih (Benar)

32. Yakfi (Cukup. Dalam bahasa Inggris sama
dengan kata enough).

33. Tafadhdhal (silakan,untuk laki-laki 1 orang,
tapi bisa juga untuk umum).

34. Tafadhdhalii (silakan, untuk perempuan 1
orang)

35. Mumtaaz (Keren, bagus banget, untuk pujian)

36. Laa Adri (Tidak tahu)

37. Shadaqta (engkau benar, untuk laki-laki.
untuk perempuan : shadaqti)

38. Allahul musta'an (hanya Allah-lah tempat
kita memohon pertolongan)

39. Wa anta kadzalik : (begitu juga kamu)

40. Ayyuhal Khidmah ( ada yang bisa dibantu?)

41. Hafizhanallah (semoga Allah menjaga kita)

42. Zadanallah ilman wa hirsha (semoga Allah
menambah kita ilmu dan semangat)

43. Allahu yahdik (semoga Allah memberimu
petunjuk/hidayah)

44. Hadaanallah
(semoga Allah memberikan kita
petunjuk/hidayah)

Minggu, 08 Februari 2015

chicken-carrot Nuggets

Setelah beberapa lama hanya bisa ngiri liat temen2 post nuggets bikinan sendiri.akhirnya aku punya waktu dan kemauan yg ketemu klop buat bikin punyaku. 
Resep nya comot di blog catatan-nina(semoga ntar inget buat nge link in)

Bagian finishingnya si nuggets harus di celupin ke terigu - kocokan putih telur - tepung panir. Karna tepung panir nitip zaujy waktu pulang kerja, jadi baru dikerjain jam 9an. Senengnya, dibantuin zaujy.aku bagian balut dengan tepung dan putih telur, zaujy bagian balurin tepung panir lalu ditata di tupperware . <3

Dari Perampok Sampai Ulama


🌍 BimbinganIslam.com
📆 Sabtu, 17 Rabi'ul Akhir 1436 H / 7 Februari 2015 M
📜 Artikel Kisah Islam

DARI PERAMPOK SAMPAI ULAMA
------------------------

🍃 Kisah Fudhail bin Iyadh merupakan sebuah kisah yang luar biasa.

Bagaimana seorang perampok yang ditakuti, bisa menjadi takut dan kembali ingat kepada Allah setelah mendengar percakapan kafilah dagang yang takut kepadanya dan mendengarkan ayat Alquran.

Padahal hari ini, banyak manusia–mungkin termasuk kita di dalamnya-adalah bukan seorang perampok, bukan juga orang yang dikenal sebagai penjahat atau orang yang terbiasa melakukan dosa secara terang-terangan, tetapi ketika mendengar ayat Alquran hati kita tidak bergetar, tidak mengingat dan mengagungkan Allah, nas’alullaha at-taufiq.

Bagaimana kisah taubat seorang yang kemudian menjadi ulama besar ini?

Seorang tetangga Fudhail bin Iyadh berkata:

“Fudhail bin Iyadh adalah perampok (hebat) sehingga tidak memerlukan partner atau tim dalam merampok."

Suatu malam dia pergi untuk merampok. Tak berapa lama iapun bertemu dengan rombongan kafilah.

Sebagian anggota kafilah itu berkata kepada yang lain, “Jangan masuk ke desa itu, karena di depan kita terdapat seorang perampok yang bernama Fudhail.”

Fudhail yang mendengar percakapan anggota kafilah itu ternyata gemetar, dia tidak mengira bahwa orang-orang sampai setakut itu terhadap gangguan darinya, ia merasa betapa dirinya ini memberi mudharat dan
bahaya bagi orang lain.

Fudhail pun berkata: “Wahai kafilah, akulah Fudhail, lewatlah kalian. Demi Allah, aku berjanji (berusaha) tidak lagi bermaksiat kepada Allah selama-lamanya.”

Sejak saat itu Fudhail meninggalkan dunia hitam yang telah ia geluti itu.

Dikisahkan dari jalur riwayat yang lain, ada tambahan kisah bahwa Fudhail menerima kafilah tersebut sebagai tamunya pada malam itu.

Dia berkata: “Kalian aman dari Fudhail.”

Lalu Fudhail mencari makanan untuk ternak mereka. Manakala dia pulang, dia mendengar seseorang membaca ayat:

ﻭَﻟَﻨَﺒْﻠُﻮَﻧَّﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﻌْﻠَﻢَ ﺍﻟْﻤُﺠَﺎﻫِﺪِﻳﻦَ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮَﺍ ﺃَﺧْﺒَﺎﺭِﻛُﻢْ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami mengabarkan tentang keadaan (amalan) kalian.” (QS.Muhammad: 31)

Mendengar ayat tersebut Fudhail berkomentar:

“Berita-berita kami ditampakkan! Jika Engkau menampakkan keadaan kami, maka apa yang kami sembunyikan pasti akan terlihat dan kami akan malu. Jika Engkau menampakkan amalan kami, maka kami akan celaka karena adzab-Mu.”

Dan aku (tetangga Fudhail) mendengarnya mengatakan:

“Kamu berhias untuk manusia, berdandan untuk mereka, dan kamu terus berbuat riya’, sehingga mereka mengenalmu sebagai seorang yang shaleh. Mereka menunaikan kebutuhanmu, melapangkan tempat dudukmu (menyambutmu), dan bermuamalah denganmu karena mereka salah duga. Keadaanmu benar-benar buruk jika demikian adanya.”

Aku juga mendengarnya mengatakan:

“Jika kamu mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah.  Kamu tidak rugi walaupun tidak dikenal, dan kamu tidak rugi walaupun kamu tidak dipuji. Kamu tidak rugi walaupun kamu tercela di mata manusia, asalkan di mata Allah kamu selalu terpuji.”

🌟Pelajaran:
• Seorang yang terbiasa melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan menghitam sehingga sulit menerima hidayah.
• Namun terkadang, ada sedikit celah di hatinya yang belum tertutup dengan gelapnya maksiat.
√ Apabila ia gunakan bagian kecil ini untuk merenungkan dan mengingat kekuasaan Allah, maka Allah akan bersihkan hatinya dari noda-noda hitam dosa kemaksiatan.
√ Sebaliknya, apabila ia tetap menuruti hawa nafsunya, hati tersebut semakin menghitam dan lama-kelamaan akan mati dan tidak menerima hidayah.

📖 Sumber: at-Tawwabin oleh Imam Ibnu Qudamah
🌐 http://www.madinatulquran.or.id/dari-perampok-sampai-ulama/
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X